
"Bella, ini sudah siang. cepat bangun! " titah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik walau sudah masuk kepala 4.
Dia terus menggedor pintu kamar Putrinya untuk membangun kan gadis cantik yang genap 17 tahun, siap lagi kalau bukan Bella Alexander.
"mommy, Bella masih mengantuk, ijinkan Bella tidur 5 menit lagi. " Bella sambil berteriak.
"Bella, jika kau tak bangun dan tak turun dalam 15 menit, mommy akan bilang pada daddy akan tak jadi membelikan mu mobil baru lagi. " setelah mengancam putrinya nindi kemudian turun untuk menuju dapur.
"aishhhhhh.... seharusnya aku tidak usah ikut pindah ke Indonesia. " gerutu Bella sambil memaksakan dirinya berjalan ke kamar mandi.
.
.
.
.
"sayang, kau sudah membangunkan bella?" tanya bram.
"mas, kebiasaan kalau meluk suka tiba-tiba! " gerutu nindi saat bram memeluknya dari belakang.
"kamu tau mas?.... putrimu selalu membuat ku naik darah setiap pagi. "
"hehehe itulah kebiasaan Bella yang sudah melekat pada dirinya sayang. " ucap bram. dia menenangkan istrinya yang terus menggerutu.
"kamu selalu begitu mas terlalu manjain bella, lihat dia jadi nggak disiplin. "
CUP. bram mencium pipi nindi untuk membuat istrinya berhenti menggerutu.
"morning, dad?" sapa mark anak pertama bram dan nindi. dia tersenyum pada bram saat bram menghampiri nya.
"morning, son. " bram pun mendudukkan dirinya di kursi meja makan.
__ADS_1
"Dady, mark hari ini nggak masuk kantor dulu ya dad." ucap mark.
"iya mark, mommy setuju kamu libur dulu di rumah besok baru ngantor lagi, kamu udah dua minggu selalu pulang larut sayang." nindi menyahut dari arah belakang sambil membawa kopi untuk bram.
"terimakasih, sayang. " ucap bram saat menerima kopi dari nindi.
"mark,hari ini gunakan waktumu untuk santai dulu. "
Mark tersenyum saat mendengar perintah nindi. semua di rumah itu sangat mematuhi nindi. walaupun bram dan nindi hidup bergelimang harta tak membuat mark dan Bella menjadi anak yang sombong.
"morning? " sapa bella yang baru saja bergabung dimeja makan, dia langsung duduk dipangkuan bram, mark dan nindi pun hanya menggelengkan kepala saat melihat tingkah manja bella.
"Bella, kau sudah dewasa. jangan terus bermanja dengan dady mu. " perintah nindi.
"mommy apa salahnya bermanjaan dengan dady walau udah dewasa, iyakan dad? " jawab bella tak mau kalah. bram yang melihat perdebatan anak dan istrinya memilih diam.
"Tak ada bantahan, duduk yang benar! " tandas nindi dengan nada yang tak ingin dibantah.
"ya udah cepetan makan keburu telat kamu bell. " ucap nindi pada bella.
"oh iya mom, nanti Bella berangkat sendiri atau.... " ucap bella terpotong.
"abang anterin. " potong mark cepat.
"abang enggak kekantor? " tanya bella.
"enggak abang enggak ngantor hari ini, mau istirahat satu hari. " ucap mark dan bella ber O ria.
"ya udah berangkat sekarang yuk bang." ajak bella.
"mom, dad bella berangkat ya. " sambil beranjak dari tempat duduk. dan berpamitan kepada orang tuanya.
"iya hati-hati ya sayang. " ucap kedua orang tuanya.
__ADS_1
"sayang pumpung aku di rumah dan kedua anak kita sudah pergi gimana kalau kita bikin adik untuk bella. " ucap bram sambil tersenyum menggoda.
"apa sih mas, enggak ingat umur apa." kesal nindi pada suaminya.
Nindi pun hendak berbalik ke dapur namun langkah nya terhenti saat tangannya dicekal oleh bram, tanpa aba-aba bram langsung menggendong nindi masuk ke kamar nya.
.
.
.
.
Sejak dua minggu lalu, kedatangan Bella selalu membuat gempar seisi galaxy internasional school. bagaimana tidak, siapa yang tidak mengenal bella. gadis dengan sejuta pesonanya.
"belajar yang benar. " ucap mark pada adik tersayang nya ketika mereka sudah sampai didepan gerbang sekolah bella.
"Iya Abang ku sayang. "
CUP, bella mencium pipi mark dan melangkah menuju kelasnya, dan mark hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik tersayang nya itu.
kedatangan bella selalu saja mencuri perhatian seluruh siswa galaxy internasional school, tak jarang membuat iri para gadis dan membenci bella karena merasa tersaingi.bahkan ada yang terang-terangan menggoda gadis itu, ada yang memberikan coklat, ada yang menyatakan cintanya, walau diacuhkan oleh bella.
ketika bella sudah duduk di bangku kedua siapa lagi kalo bukan deven dan edgina,sahabat dua minggu lalu ketika ia menjadi murid baru ,sahabatnya datang habis dari kantin sambil membawa kresek entah apa isinya.
"Hay, cantik pasti ngelamunin babang deven ya? " ucap deven PeDe
"aelahhhh lo pagi pagi udah sarapan narsis. " ucap edgina dengan ekspresi muntah.
"ehh kalian bawa apa itu bagi dong. " ucap Bella sambil merebut kresek yang di bawa deven.
LANJUT
__ADS_1