
"pak lepasin. " ucap bella melepas paksa pelukan alden, tapi apalah daya badan bella yang kecil dan tidak bertenaga dibanding dengan tubuh alden yang begitu besar dan gagah.
"tolong jangan sakit, saya nggak bisa lihat kamu seperti tadi bella." ucap alden begitu serius.
"lah apa ini maksudnya. " batin bella bertanya tanya.
"maksud bapak apa. " ucap bella yang memang belum mengerti.
"lupakan, intinya saya tidak mau melihat kamu seperti tadi lagi dan saya minta maaf karena sudah bikin kamu kayak begini.
" pak, ini bukan kesalahan bapak, memang saya yang salah dan berhak untuk dihukum untuk bertanggung jawab kan kesalahan saya, lagian saya juga baik baik saja kan keadaan nya." jawab bella menjelaskan.
"udah dong pak, masa gini aja bapak mau nangis lemah tau nggak, mana nih pak alden yang katanya dingin dan galak. " ucap bella meledek alden dan begitu haru karena guru yang dianggap seisi galaxy internasional scholl dingin dan cuek begitu perhatian dan hangat.
"kamu cepat sembuh. " ucap alden sambil mengusap lembut rambut bella dengan tersenyum.
"assalamu'alaikum nona muda. " ucap seseorang yang baru saja datang dan masih di ambang pintu.
"Walaikumsalam ." jawab alden dan bella bersamaan dan menoleh ke sumber suara tersebut.
"silahkan masuk bi, ada apa. " ucap bella begitu sopan dan terdengar begitu lembut.
"ini nona, tadi nyonya menyuruh bibi menyerah kan salep ini kepada nona. " ucap orang suruhan nindi sambil menyerah kan salep kepada bella.
"ohh iya bi, loh mommy mana bi kok nggak kesini. " tanya bella heran.
__ADS_1
"begini non, tadi tuan muda saat mendengar nona masuk rumah sakit ia sangat khawatir dan berjalan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa dan akhirnya terjatuh di tangga non." ucap bibi menjelaskan.
"yaallah, terus gimana keadaan bang mark bi. "tanya bella tak kalah khawatir.
" alhamdulillah tuan keadaan nya baik baik saja nona tidak perlu khawatir. "ucap bibi menenangkan anak majikan nya itu.
" alhamdulilah. " ucap Bella lega.
"nanti sampaikan sama bang mark ya bi kalau bella baik-baik saja abang tidak perlu khawatir. " sambungnya lagi.
"iya non, kalo begitu bibi balik lagi ya non nanti kata nyonya sebentar lagi tuan kesini. " ucap bibi tersenyum sambil melangkah mundur.
"assalamu'alaikum." pamit bibi
sepeninggalan bibi alden dengan telaten mengoleskan salep di kulit bella yang melepuh, sesekali bella mencuri pandang ke alden entah tidak bosan memandang wajahnya dan tidak ingin berpaling walau satu detik saja.
"ehmm." alden berdehem untuk menyadarkan lamunan bella.sedangkan bella hanya merutuki kebodohan nya yang kepergok mencuri pandang ke alden.
"emm pak sebaiknya bapak istirahat dulu, nggak capek apa. " ucap bella setengah malu malu.
"kenapa." tanya alden ketika melihat bella salah tingkah.
"enggak apa apa kok. " ucap bella kelagapan.
13:34 soređź•’
__ADS_1
"pak, bapak sebaiknya pulang karena ini sudah hampir sore."
"nanti sebentar lagi daddy akan ke sini jadi saya ada yang menemani. " ucap bella tidak enak hati karena sudah merepotkan.
alden sempat berfikir dan akhirnya menyetujui karena paksaan bella, karena ia juga akan ke kantor untuk menemui client nya dari Jepang.
"saya akan menunggu teman kamu datang. " ucap alden yang enggan meninggalkan bella seorang diri.
"enggak apa apa pak, lagian di depan ada bodyguard. " ucap bella sambil terkekeh.
"ya udah saya tinggal kamu enggak apa apa kan. " ucap alden memastikan dan bella mengangguk.
"kalau gitu saya tinggal ya, kamu baik baik disini, maaf tidak bisa menemani kamu. " ucap alden sambil berlalu dan tersenyum.
"kenapa dia perhatian banget ya sama gue, duhh kan gue baper. " gumam bella.
"Ahhhhhhhhhhhhhhh bisa gila gue. " Teriak bella yang membuat bodyguard yang bertugas mengawasi bella kaget.
"masa gue cinta sama dia, itu nggak mungkin Tuhan. " ucap bella setengah teriak.
"ohh jadi putri kecil daddy sedang jatuh cinta. " ucap bram yang tiba-tiba datang membuat bella segera menutup mulut nya.
"ehh dady, anu cicak daddy ehh. " ucap bella kebingungan.
LANJUT
__ADS_1