
"Abang!!! teriak Bella langsung memeluk Mark dengan sangat erat.
"aduh aduh dek jangan erat-erat dek Abang nggak bisa nafas."ucap Mark.
"hehehe abisnya Bella kangen banget sama Abang. "ucap Bella cengengesan.
"oh ya kaki Abang gimana? udah baikan? kenapa kok bisa sampe kayak gini? kenapa nggk hati-hati sih."cerocos Bella karena khawatir.
"udah nggk papa ,cuman keseleo bukan diamputasi." ucap Mark bercanda.
"ihhh Abang,masih aja bercanda."jawab Bella sambil mencubit pinggang mark.
"kaki Abang udah baikan."tanya Bella sambil memegang kaki Mark.
"udah diurut tadi,agak mendingan lah."jawab Mark sambil menggerak- gerakan kakinya.
__ADS_1
saat Mark dan bella asik bercengkrama tiba-tiba nindi masuk kedalam kamar anak sulungnya dan menyuruh bella beristirahat ke dalam kamarnya.
"Bella sayang kamu harus istirahat ini udah malam." ucap nindi sambil mengelus lembut rambut bella.
"iya mom bella ke kamar".
"mom, abang bella istirahat dulu ya."pamit Bella sambil melangkah keluar dari kamar Mark.
" iya sayang, cepat sembuh ya." ucap Mark dengan nada setengah tinggi karena bella sudah melangkah keluar.
"kamu juga harus tidur bang, kaki kamu biar cepat sembuh."ucap nindi kepada Mark.
"besok Mark ada meeting mom nggk bisa ditinggal, tadi juga udah diurut kan, ini udah enakan kok besok juga pasti udah membaik." ucap Mark sambil tersenyum.
"beneran udah enakan,tadi aja di urut teriak-teriak kesakitan." ucap nindi terkekeh mengingat kelakuan Mark tadi saat diurut.
__ADS_1
"aihhh mommy nggak usah di ingat napa sih mom, Mark malu kalo bella denger, masa kakak kebanggaan nya lemah." ucap Mark sambil membaringkan kepala nya di pangkuan nindi.
nindi yang melihat itu langsung mengelus kepala anak sulungnya itu.ia merasa begitu senang mempunyai anak seperti Mark dan bella yang menyayangi satu sama lain walaupun mereka sering bertengkar dan adu mulut.
"yaudah tidur ya sayang mommy temeni sampai Abang tidur." ucap nindi yang terus mengelus kepala Mark.
"emmmmmm iya mom Mark udah ngantuk juga." ucap Mark setengah sadar memang dirinya udah begitu ngantuk.
tak lama kemudian Mark pun tertidur pulas dipangkuan nindi, dengan hati-hati nindi menyelimuti Mark dan melangkah keluar kamar dan menuju kamar anak bungsunya, saat keluar kamar ia melihat bram yang baru saja keluar dari kamar bella.
"loh mas bella udah tidur."tanya nindi pada bram.
" udah sayang, berhubung anak kita udah pada tidur gimana kalo kita buat adek untuk Bella." ucap bram setengah menggoda.
"ihh kamu ini nggak ingat umur apa." gerutu nindi sambil melangkah meninggalkan bram yang masih berdiri di depan pintu kamar anak mereka.
__ADS_1
" sayang tunggu,Kok malah ditinggal sih bukanya bagus kalo mark punya adek lagi." ucap bram tertawa dengan apa yang diucapkan nya barusan sambil melangkah menyusul istrinya ke kamarnya
LANJUT