
" emm pak, bella. "ucap mereka barengan dan membuat keduanya terkekeh lucu.
" kamu duluan. " ucap alden tersenyum.
"bapak duluan lah, saya lupa mau bilang apa tadi. " jawab bella karena ia memang tidak ingat mau bertanya apa tadi.
"bella saya... " ucap alden menggantung sambil menatap bella horor.
bella yang melihat wajah alden begitu horor pun bergidik ngeri dan sempat berfikir macam macam.
alden yang melihat bella begitu gugup pun tak kuasa menahan diri untuk tidak tertawa, awalnya alden hanya ingin menyuapi dan mengambil mangkuk di sebelah bella tapi ia malah melihat wajah lucu gadis pencuri hatinya itu.
"B-bapak mau apa. " ucap bella gugup sesekali menelan ludah karena tatapan mata alden begitu tajam.
sedangkan alden jalan perlahan mendekati bella sambil tersenyum misterius.
"bapak jangan macam-macam saya masih sekolah pak. " cerocos bella sambil menenggelamkan wajahnya di balik selimut.
TAK!!!
"Auuuuu, bapak apa apaan sih sakit tau nggak. " ucap bella sambil mengelus kepala karena jitakan alden walau sebenarnya tidak sakit. (aelahh kamu bella dijitak gitu aja dah auuw sakit, author yg di sakiti hatinya aja kuat😂)
"apa yang kamu pikirkan. " ucap alden menahan tawa sambil mengambil mangkuk di sisi ranjang.
bella hanya salah tingkah dibuatnya, dan segera membalut tubuh nya dengan selimut.
"kamu berfikir Macam-macam ya, atau kamu berfikir saya akan.... " ucap alden menggantung karena teriakan bella.
__ADS_1
"stoppp, apaan sih pak saya kira bapak tadi akan berbuat tak senonoh kepada saya. " ucap bella dari dalam selimut untuk menyembunyikan wajah merah tomat nya karena sempat berfikir alden akan.. ahh lupakan.
"kamu berfikir mesum ya gadis kecil, hemm. " ucap alden meledek.
karena tidak ada sahutan dari bella alden berinisiatif menyuapi bella karena tubuh gadis itu masih lemah.
"kamu makan dulu biar saya suapi. " ucap alden sambil menggeser kursi di samping ranjang.
"saya nggak mau makan. " ucap bella dengan wajah masih dalam selimut.
"kamu harus makan atau tambah parah nanti. " ucap alden begitu lirih.
"saya suapi ya. " ucap alden membujuk.
"hufffttttt." bella menarik nafas begitu dalam, akhirnya ia pun mau walau begitu menahan malu ketika di suapi guru yang menjadi dambaan seisi galaxy internasional school.
"anak pintar. " ucap alden sambil mengelus rambut bella.
"iya dong saya mah anaknya pintar terus udah gitu rajin lagi, gini ya pak saya kalau pagi itu udah bangun buat bersih bersih rumah seperti ngepel, nyapu, bersihkan kamar sendiri, nyiram tanaman, nyedot WC juga. " ucap bella berbohong.
sedangkan bodyguard yang menjaga bella di depan kamar rawat bella pun menahan tawa agar tidak pecah, bisa bisa nya anak majikan nya itu pintar berbohong, ya mereka akui memang bella anak yang cerdas tapi ia juga anak yang begitu malas, jangan kan menyedot WC mencuci satu piring saja sampai 1 jam selesai nya.
"iya iya saya percaya, sekarang kamu selesaikan makan kamu habis itu minum obatnya." ucap alden sambil mengambil HP di saku celananya.
"bapak mau ngapain. " ucap bella heran ketika alden seperti mau menghubungi seseorang.
"mau menghubungi pihak sekolah dan sekalian saya mau izin tidak mengajar. " ucap alden sedangkan bella hanya manggut-manggut mengerti.
__ADS_1
"maaf ya pak saya jadi merepotkan bapak. " ucap bella sambil menatap wajah alden.
"OMG ni guru ganteng banget woyy. " ucap bella dalam hati sambil mengamati setiap inci dari wajah alden tanpa berkedip.
"Ehmmm, saya tau kalau saya ganteng bella. " ucap alden kepada bella yang masih bengong.
"hey kamu kesambet. " ucap alden sambil memencet hidung mancung bella sehingga pemiliknya tersadar.
"ehhh apa coba, siapa juga yang kesambet." ucap bella memanyunkan bibir nya lucu.
"habisnya kamu melihat saya tanpa berkedip, sini. " ucap alden sambil menarik tangan bella untuk menyentuh pipi alden.
DEG
DEG
DEG
ketika dua pasang mata bertemu, jarak yang begitu dekat sehingga hembusan nafas terasa hangat di wajah bella, ada perasaan nyaman dan merasa terlindungi ketika berada di dekat dengan dengan alden.
"pak alden. " ucap bella lembut ketika melihat mata alden berkaca-kaca ia pun tak tau penyebab nya.
"bella saya... " ucap alden menggantung dan segera memeluk gadis itu masuk ke dalam rengkuhan nya.
"pak lepasin. " ucap bella melepas paksa pelukan alden, tapi apalah daya badan bella yang kecil dan tidak bertenaga dibanding dengan tubuh alden yang begitu besar dan gagah.
LANJUT
__ADS_1