
"ehh dady, anu cicak daddy ehh. " ucap bella kebingungan.
"apa sayang, daddy sudah mendengar semuanya. " ucap bram sambil tersenyum meledek.
"apa sih dad tadi bella mengigau. " ucap bella asal.
"mana ada ngigau kayak gitu, bilang sama daddy siapa yang membuat gadis kesayangan daddy ini jatuh cinta hemm. " tanya bram sambil menarik kursi untuk duduk menghadap bella.
"enggak daddy, bella enggak mau jatuh cinta bella takut... " ucap bella menggantung.
bram yang melihat ketakutan putri nya pun tahu apa yang dialami bella waktu masih berada di Jerman dan segera mengalihkan pembicaraan.
"ohh iya sayang kamu mau buah, biar daddy kupas kan buat anak kesayangan daddy. " ucap bram sambil mencubit pipi tembem bella.
"ihhh daddy sakit. " ucap bella manja.
selang beberapa menit kemudian kedua sahabat bella datang ke rumah sakit untuk menjenguk bella dan masih mengenakan pakaian sekolah mereka.
"assalamu'alaikum." ucap keduanya.
"Walaikumsalam." jawab bella karena bram sedang berada di toilet.
"gimana bell keadaan lo sekarang. " tanya edgina sedangkan deven masih berdiri dengan gaya cool nya.
"alhamdulillah mendingan lah udah dipakein salep juga. " ucap bella sambil tersenyum sendiri mengingat perlakuan alden tadi.
"ehh apa apaan sih Dev." gerutu bella yang jengkel kepada deven karena kepalanya di toyor pelan.
__ADS_1
"perasaan lo tidak jatuh deh bell tapi kok lo kayak orang gila ya senyum senyum sendiri nggak jelas banget apa lo salah minum obat. " ucap deven heran.
"gadis kecil daddy lagi jatuh cinta nak." jawab bram yang baru saja keluar dari toilet.
"ehh daddy. " ucap deven dan edgina menyalami daddy dari sahabat nya itu.
"whatt daddy bilang apa, makhluk jelmaan ini sedang jatuh cinta dad. " tanya edgina memastikan.
"enak aja jelmaan, rese lo. " ucap bella tidak Terima.
sedangkan edgina, deven dan juga bram hanya terkekeh tidak percaya siapa yang telah membuat bella jatuh cinta pikir mereka.
"ya udah lo istirahat dulu biar cepat sembuh. " ucap deven dan diangguki oleh edgina.
"emm daddy pulang aja dulu biar deven sama edgina yang menjaga bella. " ucap deven lagi.
"iya kalian jaga bella ya daddy mau pulang sebentar nanti daddy kembali lagi. "
"Hati-hati ya daddy. " ucap bella manja.
setelah kepergian bram ruang rawat bella menjadi gaduh akibat ulah sahabat somplak dan juga yang di sayangi nya itu.
"ehh lo tau tadi ada guru baru lagi loh bell." ucap edgina riuh.
"tapi kalau di banding kan sama pak alden mah masih gantengan pak alden tapi mukanya itu lohh OMG gemesin bangett. " ucap edgina lagi.
"lebay lohhh. " ucap serempak bella dan deven.
__ADS_1
"kok gue jadi kepo sih sama wajahnya. " ucap bella yang ikut penasaran.
"yeee tadi ngatain lebay sekarang malah penasaran. " rajuk edgina.
"kalian udah makan apa belum. " tanya bella pada kedua sahabat nya.
"belum." jawab keduanya.
"loh kok belum? gue nggak mau kalian sakit cepetan makan dulu sana biar gue panggil bodyguard gue buat pesenin kalian makan. " ucap bella sambil memanggil bodyguard nya untuk segera mendekat.
tak lama kemudian makanan yang di pesan oleh bella pun tiba dan mereka segera menyantap nya.
"kayaknya gue malam ini udah bisa keluar deh. " ucap bella di sela-sela makan mereka karena bella hanya meminum jus buah.
"bagus dong itu. " jawab edgina dengan mulut yang dipenuhi makanan.
"biar besok udah bisa sekolah dan lihat wajah guru tampan kita. " ucap edgina sambil membayangkan wajah alden dan guru tampan nya itu.
"siapa sih namanya guru baru yang lo maksud itu. " tanya bella begitu penasaran.
"namanya pak evan gilakk ganteng banget. " ucap edgina sambil memeluk dirinya sendiri.
"hadehh iya ganteng banget pake banget. " ucap bella dengan penuh penekanan sedang kan deven cuek bebek dengan apa yang di bicarakan kedua sahabat nya itu ia tetap melanjutkan makannya.
"ehh Dev lo kelaperan ya, sampe makanan gue lo ambil. " kesal edgina atas kerakusan deven.
"diam, gue kelaperan tadi abis main basket lo sebagai sahabat nggak peka banget. " ucap deven yang membuat bella dan edgina bingung.
__ADS_1
"lah maksudnya. " ucap edgina linglung.
LANJUT