
" mommy. " teriak edgina langsung memeluk nindi sambil terisak ketika ia baru datang bersama dua bodyguard yang menunggu nya di luar ruangan rawat bella.
"husstt, sayang enggak usah menangis oke. " ucap nindi menenangkan edgina.
"t-tapi bella mom. " tangis edgina pecah.
"bella baik-baik saja sayang. " ucap nindi sambil melepaskan pelukan edgina dan melangkah mendekati bella yang terbaring lemah.
"sayang nya mommy bangun. " ucap nindi lembut sambil mengelus rambut bella, sakit hatinya melihat putri kesayangan nya terbaring tak berdaya.
sedangkan deven dan edgina yang melihat sorot mata kekhawatiran nindi pun ikut bersedih, mereka tau nindi sekarang berusaha tegar dan kuat.
"mom." ucap deven memeluk nindi dari samping.
"dev yakin, bella pasti baik-baik saja. " ucap deven sambil mengusap lembut punggung nindi.
"iya, mommy yakin bella kan anak mommy yang paling kuat. " ucap nindi tersenyum untuk kuat di hadapan edgina dan deven.
"daddy mana mom. " ucal deven
"daddy nanti kesini setelah pulang dari kantor."
saat edgina ingin menimpali tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan sosok gagah alden yang membawa kantong keresek entah apa isinya.
"Assalamu'alaikum." salam alden.
"Walaikumsalam." jawab mereka bertiga.
"maaf tante saya gurunya bella. " ucap alden sambil mencium tangan nindi, nindi pun salut dengan kesopanan pemuda di hadapan nya ini, dan seperti tidak asing dengan wajahnya ia yakin pernah bertemu tapi dimana nindi pun tidak tau.
"i-iya, saya mommy nya bella. " ucal nindi sambil mengingat wajah alden.
"emm.... tante saya minta maaf karena kesalahan saya bella jadi seperti ini kondisi nya. "ucap alden merasa bersalah.
__ADS_1
" tidak pak, ini juga kesalahan bella jadi memang harus mendapatkan hukuman. "jelas nindi karena memang bella yang salah.
" saya sebagai mommy nya bella minta maaf atas kesalahan bella. "ucap nya lagi dan alden tersenyum dan mengangguk kan kepala nya pelan.
" oh iya , seperti nya saya tidak asing dengan .... "ucap nindi menggantung karena kaget tiba-tiba bella manggil.
" mom. "panggil bella lemas.
" bellaaaaaaa." teriak edgina senang bagaikan anak kecil yang mendapat kan mainan baru.
"hustttttt eh gin jangan teriak ini bukan hutan. " ucap deven, sedangkan edgina hanya cengegesan sambil melangkah menuju sisi ranjang.
"Huaaaaaaa bella gue khawatir sama lo. " ucap edgina nangis sambil memeluk bella erat.
"Uhukuhukk, gin stop jangan peluk gue, bisa mati gue. " ucal bella sesak nafas.
"hehehe sorry. "
"mommy." panggil bella pada nindi yang dari tadi hanya melihat dengan tatapan sendu.
"janji sama mommy nggak boleh sakit lagi ya, mommy takut bella. "
"iya mommy. "
"kamu makan dulu ya sayang, biar mommy suapin. " ucap nindi sambil mengusap air matanya.
"mommy bella engga mau makan. "
"kamu harus makan bella supaya badan kamu bertenaga. " bukan nindi yang menjawan melainkan alden.
"pak saya enggak mau makan. " ucal bella cemberut sambil melipat tangan nya.
alden yang melihat tingkah bella itupun merasa gemas dan secara tidak sadar tangan alden mengacak rambut bella.
__ADS_1
" ihhhh pak jangan di berantakin . "ucap bella sambil merapikan rambutnya sedangkan alden terus mengacak rambut bella.
" ehm ehm sepertinya mommy ketinggalan informasi nih. "ucap nindi sambil tersenyum meledek.
ucapan nindi sukses membuat alden dan bella salah tingkah dibuatnya. sedangkan deven dan edgina hanya melongo tak percaya.
" ehmm, berhubung bella sudah sadar kita pamit mau ke sekolah lagi ya mom, nanti kita sepulang sekolah mampir lagi jengukin bella.
"ohh oke thanks guys. " ucap bella tulus dan edgina dan deven hanya tersenyum.
"mommy, pak elden kita duluan ya Assalamu'alaikum. " pamit deven.
"Walaikumsalam." jawab ketiga nya.
"Hati-hati ya nak. " ucap nindi dan deven mengangguk.
"sayang, kamu disini sebentar ya mommy mau pulang dulu nak ambil salep kamu, lihat badan kamu sudah mulai gosong. " ucap nindi ketikamelihat kulit bella yang mulai berubah warna.
"saya akan menemani bella disini tante." ucap alden.
"apa tidak merepotkan. "tanya nindi takut merepotkan pemuda yang menjadi guru anak nya itu.
" tidak tante. "ucap alden tersenyum.
" yaudah kalau begitu, mommy pulang ambil salep mu dulu ya sayang. "ucap nindi pada bella, memang itu bukan salep biasa yang dijual di apotek tapi itu khusus buatan nenek bella yang berada di Jerman.
sepeninggalan nindi alden dan bella sama sama diam entah Canggung atau apa tapi mereka tidak mau membuka mulut.
" emm pak, bella. "ucap mereka barengan dan membuat keduanya terkekeh lucu.
" kamu duluan. " ucap alden tersenyum.
"bapak duluan lah, saya lupa mau bilang apa tadi. " jawab bella karena ia memang tidak ingat mau bertanya apa tadi.
__ADS_1
"bella saya... " ucap alden menggantung sambil menatap bella horor.
LANJUT