Handsome My Teacher

Handsome My Teacher
TERLAMBAT


__ADS_3

Pagi hari, Galaxy internasional school digemparkan oleh kembalinya guru tampannya yang sudah 2 minggu menjalankan proyek yang ada di London. tak sedikit para siswi yang mencari perhatian, ada yang berdehem manja tak sedikit pula yang menambah polesan make up seperti badut ancol jatuhnya.


"simpan buku kalian, hari ini kita ulangan matematika! "


Suara bariton itu terdengar sangat dingin dan menyeramkan, semua murid yang berada di kelas 12B dengan segera menyimpan semua bukunya dalam tas tanpa protes apapun.


Alden cleon, seorang pengusaha muda sukses yang merangkap menjadi salah satu sekolah terelite di Jakarta. yang ternyata sekolah tersebut adalah milik keluarga nya sendiri.


Entah apa yang membuat dirinya ingin menjadi guru, diusia yang masih terbilang muda yaitu 26 tahun dan wajah yang sangat tampan membuat dirinya begitu digilai semua kaum hawa.


Saat Alden ingin mengabsen nama-nama muridnya, Tiba-tiba pintu terbuka sangat lebar. lantas alden pun menoleh sumber suara itu dengan kesal.


BRAKKKKK


"Maaf Pak, saya terlambat. " ucap gadis itu dengan nafas yang masih berantakan dan membungkuk untuk mengatur nafasnya yang begitu sesak.


DEG


"cantik." batin alden


"pak maafkan saya, saya terlambat. " ucap bella sekali lagi.


Alden menghembuskan nafasnya perlahan, entah kenapa jantungnya bereaksi berlebihan seperti ini.


"Nama." tanya alden


"Bella Alexander, pak. " sahut Bella dengan terbata, ia tidak berani melihat gurunya yang ternyata sangat menyeramkan.

__ADS_1


"Duduk! "


"setelah ulangan selesai keruangan saya. " imbuhnya alden tegas.


Bella langsung mengangguk lalu cepat menuju dibarisan ke empat dimana ada deven dan edgina.


Perasaan apa ini?


kenapa hatinya bereaksi lebih cepat ketika melihat gadis itu.


Apakah? tidak mungkin!


alden menepis semua prasangka nya, tidak mungkin dirinya jatuh cinta pada Muridnya.


Bella mengerjakan semua soal nya dengan sangat mudah, sedangkan semua teman-teman nya masih terlihat frustasi mengerjakan nya.


Dan lagi-lagi detak jantung Alden berdetak tidak normal Shittt! alden langsung segera menutupi kegugupan nya dengan memakai wajah datarnya.


"Baik."


Tanpa sadar alden tersenyum tipis bahkan sangat tipis hingga orang lain tak menyadari nya jika dirinya tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


.


setelah ulangan dan memastikan guru tampan itu keluar edgina dan deven menghampiri bella dikantin dan bertanya kenapa ia bisa setelat ini.


"tumben." heran deven.


"iya, tumben setelat ini, tadi lo telat banget lho bell. " timpal edgina.


"gara-gara lo ini. " sahut bella sambil menunjuk edgina.


Dahi edgina berkerut saat mendengar tuduhan sahabatnya, kenapa mesti gara-gara dirinya?


"aneh banget, apa hubungannya . " cebik nya kesal.


"kemarin lo ngajakin gue keluar malem, mana pulangnya malem banget lagi itu penyebab nya gue telat bangun. " bella langsung berdiri meninggalkan kedua sahabatnya itu.


"lo sendiri yang minta keluar curut! " teriak edgina, sedangkan bella terus berjalan keluar kantin untuk menemui guru tampan yang sudah menunggu nya.


Dengan hati berdebar bella mengetuk pintu yang berada di hadapan nya.


TOK, TOK, TOK


"masuk."


Bella langsung masuk dan terpesona dengan design ruangan tersebut, aroma maskulin menyeruak di dalam ruangan tersebut sampai ia tidak sadar jika alden menyuruhnya duduk.


"kamu akan berdiri terus? "

__ADS_1


__ADS_2