
Aku masih merasa syok atas kejadiaan yang baru saja aku alami. Kejadiaan yang terjadi begitu cepat dan untuk pertama aku alami. Aku terdiam untuk beberapa saat akibat ayok dan benturan kecil, tapi hanya beberapa saat saja karena aku langsung tersadarkan karena suara istriku yang mengaduh. Aku langsung menanyakan keadaannya. Dia sedikit merasa kesal kepadaku.
"Kamu kenapa si mas ? Kok mendadak berhenti kayak gitu, bahaya tau !" katanya dengan nada kesal.
Aku sempat terdiam dan merasa kebingungan sebelum akhirnya merespon perkataannya.
"Emang kamu gak liat barusan ?" tanyaku padanya.
"Apaan emang ?! Kamu liat apa ?" jawabnya kebingungan.
"Tadi loh ... tadi ... masa iya kamu gak liat !?" aku balik bertanya dengan keheranan.
Aku melihat mimik wajah istriku yang kebingungan dan keheranan seraya dia mengelus elus keningnya akibat benturan kecil tadi.
__ADS_1
Aku tidak melanjutkan lagi pembicaraan dengan istriku. Aku memutuskan untuk keluar dari mobil hanya untuk memastikan apa yang aku lihat tadi benar nyata. Istriku memanggilku tapi aku tetap berlalu tidak menghiraukannya. Aku terdiam dengan penuh keheranan saat melihat keadaan diluar. Istriku menyusulku keluar.
"Mas, kamu kenapa ?" tanyanya cemas.
Lagi lagi aku tidak menghiraukan istriku. Aku hanya bisa terdiam mematung dengan penuh rasa kebingungan yang meliputiku.
Aneh, kenapa tidak ada ? Padahal tadi begitu nyata. Ada apa ? Apa yang sebenarnya terjadi ? gumamku dalam hati sambil mengerenyutkan dahi.
Aku masih diam mematung. Handphone ku berdering. Aku masih terhanyut dalam kebingungan sehingga tidak menghiraukan apapun lagi untuk beberapa saat. Istriku menyadarkanku dan memberitahuku jika handphoneku berdering. Aku tersadarkan dan mengangkat handphoneku. Rupanya itu adalah telpon dari si pemiliki rumah. Dia menanyakan posisi kami sudah dimana. Istriku kembali bertanya dengan nada cemas tapi aku buru buru mengajaknya untuk segera pergi.
Akhirnya kami pun sampai di tempat tujuan. Si pemilik rumah sudah berdiri di pinggir jalan bersama istrinya menyambut kedatangan kami berdua. Sepanjang jalan tadi aku diam membisu dan mencoba melupakan kejadiaan di jalan tadi.
"Kirain gak jadi datang mas ?" sapa si pemilik.
__ADS_1
"Ya gak mungkin lah mas, kan kita udah janjiaan." balasku.
Mereka mengajak kami masuk ke rumahnya. mengajak kami bersantai sejenak di rumahnya.
"Maaf mas kami datang terlambat, agak sedikit macet tadi di jalanan." kataku.
"Ya gak apa apa mas, maklum hari minggu mana sedang masuk masa liburan anak sekolah." ujarnya memaklumi.
"Mari silahkan minum dulu mas, mbak." ujarnya sambil menawari kami minum dan mencicipi kue kecil yang sengaja di hidangankan untuk kami.
Kami berbincang bincang bersama sebelum melihat rumah sambil beristirahat sejenak. Pasangan suami istri pemilik rumah begitu baik, sopan dan juga ramah kepada kami. Tak lama kemudian, mereka mengajak kami untuk segera melihat rumah yang rencananya akan kami berdua tempati. Tanpa basa basi kami berempat pun segera bergegas menuju rumah.
Jarak rumah yang rencananya akan kami tempati dari rumah mas Andi ternyata cukup jauh. Ada sekitar 1 kilometer jauhnya. Letaknya agak di ujung perkampungan. Tapi perkampungan pinggiran kota. Aksesnya jalannya cukup bagus meskipun bukan jalan aspal. Sedikit menanjak karena menurut mas Andi daerah kawasan perbukitan. Suasananya begitu asri dan alami. Masih banyak pepohonan yang tersebar di sana sini. Suara suara burung, serangga dan juga kupu kupu masih banyak melintas di sana sini menemani perjalanan kami. Mas Andi menawarkan kami untuk membuka jendela mobil agar bisa merasakan udara sejuk dan alami dari tempat ini.
__ADS_1