
di sebuah tempat yang hanya ada hamparan salju sejauh mata memandang. Tempat itu adalah tempat yang di buat oleh seorang gadis dan di jadikan tempat tinggal oleh nya. Karena hanya ia saja yang tinggal di situ ia merasa kesepian. tidak pernah ada orang lain yang pernah masuk ke tempat itu bahkan temannya sendiri pun tidak pernah masuj karena memang tempat itu di buat seaman mungkin sehingga hanya ia saja yang bisa masuk. tapi,suatu hari ia bertemu dengan seorang remaja di desa manusia salju.
"siapa kau? bagaimana kau bisa masuk kesini?" tanya nya.
remaja itu hanya diam saja. karena remaja itu tidak menjawab pertanyaan nya,ia kesal dan membuat sebuah bola salju lalu melemparnya ke arah remaja itu dan tepat kena sasaran.
bruk...
karena terkena lemparan salju yang tepat di wajah nya. remaja itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
"kenapa kau melemparkan bola salju padaku?!" ucap remaja itu.
"itu karena kau tidak menjawab pertanyaanku dan terus menerus menatap ku. itu membuatku merasa tidak nyaman dan kesal" ucap nya
"biar ku ulangi lagi. siapa kau? bagaimana cara mu masuk ke sini?" lanjut nya.
"ehm... nama ku Leo. aku tidak tahu bagaimana aku bisa masuk ke sini tapi,sepertinya aku di tarik oleh salju untuk datang ke sini." ucap Leo.
__ADS_1
ya,remaja itu adalah Leo. temannya Andika.
"oh, begitu. perkenalkan nama ku Silvia. aku adalah orang yang membuat tempat ini." ucap Silvia sambil mengulurkan tangannya bermaksud untuk membantu Leo berdiri.
Leo meraih tangan Silvia. ia merasakan tangan Silvia begitu dingin.
"apa kau kedinginan? tanganmu begitu dingin." ucap Leo khawatir dan di balas dengan gelengan oleh Silvia.
Silvia menarik tangan Leo. Leo yang di tarik merasa kegirangan.
aku berpegangan tangan dengan malaikat.meskipun tangannya dingin,tapi hanya dengan melihat wajah nya aku merasa hangat. cantik sekali.aku harap aku bisa memiliki mu. itulah yang Leo pikir kan.
"selamat datang di kastilku" ucap Silvia riang.
Silvia mengajak Leo masuk ke kastilnya. ia merasa begitu senang karena ini pertama kali nya ada orang lain selain dirinya di tempat ini. dunia salju. itu lah nama yang Silvia berikan untuk tempat tinggal nya ini. Silvia menyuruh Leo untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu. ia pergi ke dapur untuk mengambil cemilan untuk di makan bersama Leo.
_________
__ADS_1
Kamar Honami*penginapan.
"kakak,sepertinya ada yang janggal di tempat ini" ucap Honami.
"aku tahu itu dan bulan merah itu berarti sekarang sedang ada perselisihan antara Ghost bangsawan. kalau ada Ghost bangsawan di sini. maka kita harus bersiap untuk bertarung." ucap Andika.
"bagaimana misalkan Ghost bangsawan yang ada di sini adalah Ghost yang kabur. kalau begitu berarti akan ada Ghost lain yang datang kesini kan?" ucap Honami.
"itu..... sepertinya kita harus ekstra siaga" ucap Andika
"ehm.... Honami, misi kali ini membuat ku merasa aneh." lanjut nya.
"apa nya yang aneh? keberadaan ghost di dunia ini saja sudah cukup aneh bagiku" ucap Honami dengan santainya sambil memakan keripik.
"maksudku adalah tadi ketika aku menjelaskan apa yang terjadi pada pusat,aku sudah menduga kalau ini ulah kegelapan atau mungkin Ghost bangsawan. jadi kenapa pusat memberi ku misi untuk mencari barang peninggalan Prof. Noran dan Prof.Olivia?" ucap Andika dengan kesal.
"hah?! barang peninggalan?! itu memang sangat aneh tapi,kalau pusat memberi kan misi seperti itu aku yakin kalau penginapan ini dulunya adalah tempat tinggal Prof. Noran dan Olivia. atau mungkin ini adalah salah satu laboratorium rahasia milik mereka?!" ucap Honami.
__ADS_1
"itu bisa jadi" ucap Andika.