
saat ini mereka semua sedang berada di gudang belakang penginapan.
Raya membuka pintu.
"ini berada di luar penginapan! kita berhasil keluar penginapan!" ucap Raya.
mereka yang mendengar itu langsung berlarian keluar.
"horee!! kita berhasil keluar!"
"di tempat ini tidak ada asap hitam!"
"aku bisa merasakan angin yang sejuk menerpa ku!"
"udara nya sangat bersih" ucap Honami yang bersandar di pintu.
"kau benar. udara di sini sangat sejuk. kenapa kita tidak merasakan nya seblum nya?" ucap Rara.
"mungkin kalian tidak merasakan nya karena semua kekacauan yang terjadi" ucap Jacky.
"kau benar." ucap Honami.
lalu ia meregang kan tubuh nya.
"setelah ini aku akan langsung tidur."ucap Honami.
"kakak! beritahu kan hal ini kepada pusat!" titah Honami.
Andika pun menghubungi pusat menggunakan Askez.
"kami melapor dan meminta bantuan kepada pusat" ucap Andika
{zret...zret... kami menerima pesan. silahkan laporkan situasi}
"saat ini kami semua sedang di serang oleh GHOST yang cukup kuat. dan GHOST itu menggunakan kekuatan yang sama seperti bayangan." jelas Andika.
{Zret...kami mengerti. kami akan segera mengirim kan bantuan kepada kalian.}
"kami tunggu" ucap Andika lalu memutus kan komunikasi.
"aku sudah melapor-" ucap Andika terhenti ketika ia tidak melihat Jonami di tempat sebelum nya.
mata nya mencari keberadaan Honami dan menangkap sesuatu yang tidak biasa ia lihat.
Jacky dan Honami sedang berteduh di bawah pohon. dan Honami, menyender kan kepala nya di bahu Jacky sembari memakan Apel?! apel dari mana itu?!
"APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN?!" teriak Andika sembari melangkah kan kaki ke arah Honami dan Jacky.
"se-seperti nya aku harus kabur"ucap Jacky terbata bata.
"ya,pergi lah" ucap Honami tidak peduli.
Jacky pun langsung berdiri dan memanjat pohon. melihat Jacky kabur, Andika pun mengejar nya. Jacky melompat dari pohon satu ke pohon yang lain.
ba!
huwaa...
bruk....
Jacky di kaget kan oleh sesuatu lalu terjatuh dari pohon.
Honami melihat nya dari kejauhan karena Jacky memang sudah berlari cukup jauh.
mendengar suara teriakan membuat semua orang ingin mencari asal suara tersebut namun di larang oleh Savier.
"tidak, kalian di sini saja. aku bisa merasakan aura dari Zafkiel." larang Savier.
"benar,kalau begitu, biar aku saja yang melindungi mereka" ucap Kira.
"baiklah, aku akan menuju ke asal Suara" ucap Savier.
dia pergi menuju ke asal suara di ikuti dengan Leo,Hayden, Rara,Kurei,dan Chrome di belakang nya.
Savier melihat Honami yang duduk diam saja sembari memakan apel.
"apa kau tidak peduli dengan mereka?" tanya Savier kepada Honami.
Honami melirik sekilas lalu kembali melanjut kan acara makan nya yang tinggal satu gigit lagi.
kraus....
setelah nya, Honami berdiri dan berjalan menuju tempat di mana kakak nya dan Jacky berada.
mereka berdua sedang melihat ke atas pohon itu. terlihat ada seseorang di atas pohon tersebut yang telah mengaget kan Jacky.orang itu adalah Zafkiel.
"dia jadi terlihat menyeramkan saat sudah setengah terbakar" ucap Rara.
Jacky mundur mengambil jarak dari pohon itu karena dia lah yang paling dekat dengan pohon itu.
tap...
zafkiel melompat dan mendarat kan kaki nya dengan sempurna.
"Honami, apakah kau merasa sangat senang ketika mampu melihat semua kebenaran yang ada?' tanya Zafkiel kepada Honami.
"apa maksud mu?" tanya Honami. Honami sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Zafkiel.
"tidak apa apa jika kau tahu. kau tidak akan di salah kan. justru, begini lebih baik karena kau tidak tahu" ucapan Zafkiel begitu membingung kan.
'*Honami, biar kan aku mengambil alih' pinta Demonia melalui telepati.
'baiklah'[Honami*]
sekarang yang mengendalikan tubuh Honami adalah Demonia.
"jadi, kau mengincar 'itu' ya" ucap Demonia.
"oh, kau mengerti ya. T**uan Putri**" ucap Zafkiel yang menekan kata 'Tuan Putri'.
"memang nya apa yang di incar oleh mu?" tanya Chrome.
"sesuatu. uang jumlah nya hanya ada satu di dunia. kalian pasti tahu kan apa maksud ku" ucap Zafkiel.
"apa? jangan jangan...."duga Chrome lalu melihat ke arah Demonia.
" Zafkiel, kau lah yang membuat suara suara itu kan? suara yang hanya muncul di dalam kepala Honami." tanya Demonia.
"lalu memang nya kenapa? itu bahkan tidak ada urusan nya dengan mu" ucap Zafkiel lalu melesat.
ia muncul di belakang Demonia dan hendak memukul tengkuk nya namun Demonia karena sudah sering maju ke medan perang, dia langsung siaga dan menyerang Zafkiel lebih dulu sebelum Zafkiel menyentuh nya. Demonia menendang Zafkiel.
__ADS_1
bruak...
tubuh Zafkiel membentur tembok dan tembok itu hancur.
"tendangan nya sangat hebat. kalau itu aku, pasti aku sudah mati" puji Jacky dengan meringis membayang kan kalau itu adalah diri nya.
"itu tidak cukup untuk mengalah kan ku" ucap Zafkiel.
dia melepas kan tubuh nya yang sedikit tertindih reruntuhan. dia menggunakan kekuatan nya. mengumpulkan semua asap hitam itu, menyatukan mereka lalu membentuk sebuah sabit besar.
Zafkiel melompat ke udara dengan sabit itu.
"mati kau!" teriak nya lalu menyerang Rara.
"sial,aku butuh tameng" umpat Rara.
Rara memegang AGALET nya dengan kuat lalu membayang kan sebuah tameng yang kuat. ia mengarah kan AGALET nya ke atas kira kira tempat Zafkiel akan mengenai nya.
Tak....
tameng itu muncul menghalau sabit besar milik Zafkiel. namun Zafkiel langsung menyerang dengan brutal.
dia menarik kembali sabit nya dan menyerang Rara di bagian perut nya yang terbuka tanpa perlindungan sedikit pun.
Cras...
darah mengalir deras dari perut Rara. Zafkiel hendak menyerang kepala Rara namun segera di hadang dengan pedang milik Savier. mereka berdua terus beradu. gerakan mereka sangat cepat.
Leo menggendong Rara lalu menemui Kira.
"Aku serah kan pada mu." ucap Leo sembari membaring kan Rara lalu segera kembali ke tempat Pertarungan.
di tempat Pertarungan terlihat Savier yang sudah kelelahan menyerang Zafkiel.
"Chrome, bantu dia" ujar Andika.
"lebih baik kita menyerang nya bersama" saran Kurei.
mereka pun menyerang bersama.
Chrome menyerang menggunakan Api nya. dan berhasil menjatuh kan Zafkiel. lalu Andika, Leo, dan Hayden menggunakan serangan Cakar berdarah dan menyerang nya bersamaan.
argh!!....
Zafkiel berteriak. Lalu Savier, Kurei, dan Jacky menebas Zafkiel berkali kali menggunakan pedang yang mereka miliki.
lalu Demonia. dari atas dia menggunakan Sabit dan..
cras....
argh!....
tubuh Zafkiel terbelah secara Diagonal. lalu ia tidak bergerak lagi.
"apakah sudah selesai?" tanya Hayden.
"hahahaha... aku belum kalah" ucap Zafkiel.
tubuh Zafkiel melayang, asap hitam mengitari nya dengan cepat, saaangat cepat. lalu..
Wush....
angin bertiup sangat kencang. kini tubuh Zafkiel kembali utuh. wajud nya juga berubah. dia berubah menjadi iblis jahat. dengan sayap berwarna hitam pekat. tanduk merah kecil yang muncul di kepala nya dan ekor iblis.
"dia berbahaya. lari!" teriak Demonia.
mereka tidak sempat berlari. Zafkiel mengepakan sayap nya lalu muncul duri duri hitam beracun yang melesat dan mengenai tubuh mereka.
"hahahaha!! kalian akan mati di tangan ku!" ucap Zafkiel dengan sangat percaya diri.
Demonia mencabut duri yang menusuk pinggang nya.
"ukh.. apa yang harus ku lakukan sekarang?" tanya nya pada diri sendiri.
'Demonia, sekarang giliran ku' ucap Honami.
Demonia pun membiar kan Honami mengambil alih.
'apa kelemahan nya?' Honami melihat dengan seksama keadaan Zafkiel.
Zafkiel yang merasa di perhatikan langsung melesat dan menyerang Honami dengan menggunakan pedang.
wush....
jleb....
Honami tertusuk pedang di bagian dada nya.
"hahaha!!... lihat lah ketidak berdayaan mu ini! hahahahha!" Zafkiel tertawa senang saat melihat tertusuk.
namun sudah cukup lama tidak ada suara rintihan dari Honami.
Andika yang melihat Honami tertusuk langsung saja menerjang Zafkiel. dia menendang lalu memukul Zafkiel tanpa Ampun.
karena Zafkiel tidak bisa bertarung dengan jarak dekat, dia pun langsung melesat. menerbang kan Andika bersama nya. saat cukup tinggi.Zafkiel mendorong Andika hingga Andika Jatuh.
hap...
Andika mendarat tepat dengan mengguna kan kaki nya. padahal itu tadi sangat tinggi. sekitar 200 m dari tanah.
Andika melihat ke arah Honami yang hanya terus terpaku kepada Zafkiel.
"ekor dan sayap" ucap Honami
Honami menarik pedang yang menusuk nya.
sret....
cras...
darah segar mengalir dengan deras.
Andika langsung panik dan berlari ke arah Honami.
"Honami, kau baik baik saja?" tanya Andika
Honami melihat ke arah Andika dan tersenyum.
"aku baik, tidak ada luka sedikit pun" ucap Honami.
Andika melihat ke arah luka nya dan benar saja. tidak ada luka sedikit pun.
__ADS_1
"regenerasi ku lebih cepat di banding kakak. jadi luka nya sangat cepat sekali sembuh." jelas Honami.
"begitu ya, jangan sampai terluka lagi ya." ucap Andika dengan khawatir dan di balas dengan anggukan oleh Honami.
"ehm...kak, pedang ini sangat berat. jadi, bisa tolong kau lempar kan ke arah sana?" ucap Honami sembari menunjuk ke arah tembok penginapan yang sudah hancur.
"kau mau aku menebas apa?" tanya Andika yang langsung memegang pedang itu.
"hewan kecil di sana" ucap Honami sembari menunjuk Hewan kecil yang bersembunyi di balik timbunan batu.
Andika bergerak mendekati tempat itu. dan langsung menangkap hewan yang di maksud.
Zafkiel yang melihat interaksi mereka kebingungan. musuh ny adalah Zafkiel, kenapa mereka tidak mempeduli kan keberadaan nya?
Zafkiel yang sedang memperhatikan Honami dan Andika tidak menyadari keberadaan Savier di belakang nya.
sret...
cras....
Savier dan Andika menebas secara bersamaan.
hewan kecil yang di tebas oleh Andika langsung berubah menjadi debu dan sayap Zafkiel pun menghilang dan Zafkiel pun terjatuh.
bruk....
Savier turun sembari membawa pedang nya.
"aku berhasil memotong sayap mu" ucap Savier.
"selanjut nya aku akan memotong motong tubuh mu" ucap Savier dengan nada dan aura yang menyeram kan sembari menjilat pedang nya.
"kau salah" ucap Honami.
Savier melihat ke arah Honami dan mengernyitkan dahi nya.
"percuma menyerang tubuh itu karena itu hanyalah ilusi yang di buat nya" ucap Honami yang berhasil mengejut kan semua orang.
'bagaimana dia tahu? jadi, yang mereka lakukan tadi adalah menghancurkan tubuh asli?!' batin Zafkiel mulai was was.
"kau bertanya bagaimana aku bisa tahu? itu karena Zafkiel, tidak punya sayap dan ekor. Zafkiel juga tidak punya tanduk. itu sebab nya, aku mengetahui kalau kau yang di sini hanya lah ilusi. tapi, ilusi mu ini sangat lah merepot kan karena mampu menyerang" jelas Honami.
"akan ku habisi kau!" teriak Zafkiel lalu bergegas berlari ke arah Honami dan
duak...
bruk....
andika meninju nya dan membuat nya jatuh tersungkur.
Leo,Hayden,Kurei dan Chrome bangun. mereka segera berdiri untuk menghabisi Zafkiel. mereka semua mengepung Zafkiel.
"sekarang kau sudah terkepung." ucap Andika.
"kalian! serang dia! aku dan kakak akan menemukan tubuh asli nya!" titah Honami.
mereka semua bekerja sama untuk menyerang Zafkiel. sedang kan Honami dan Andika pergi mencari tubuh asli nya.
saat mencari,mereka bertemu dengan seseorang yang sangat tampan.
dia mengenakan jubah yang sangat indah. jubah perak kebiruan. dengan rambut pendek berwarna perak dan mata berwarna biru. jangan lupakan simbol bulan sabit berwarna perak di dahi nya.
Honami yang tidak mudah tertarik dengan pria pun begitu terpaku melihat seseorang itu.
Andika yang yang melihat Honami begitu terpaku langsung saja menutup mata Honami.
"kakak kenapa sih? aku jadi tidak bisa melihat keindahan wajah nya!" omel Honami.
terdengar suara tawa yang indah dari pemuda itu.
"apa kau menyukai ku, gadis kecil?" tanya nya.
"berani berani nya kau!" kesal Andika.
Honami melepas tangan Andika yang menutup mata nya.
"suka? aku tidak tahu. tapi kau memang pantas untuk di sukai!" jawab Honami dengan riang.
Honami segera menghempas kan Andika sampai Andika terjungkal ke belakang lalu berlari mendekati pemuda itu.
pemuda itu mengelus surai hitam kemerahan milik Honami.
"apa kau tidak mengenal ku?" tanya pemuda itu.
"siapa? aku tidak kenal" ucap Honami dengan polos nya.
'otak nya sudah mulai bermasalah. dia adalah Jacky. Jacky sudah bersatu dengan Mooni sehingga ia menjadi seperti itu. kami biasa memanggil orang orang seperti nya dengan sebutan kesatria bulan' jelas Demonia
"wah,kesatria bulan ya. keren!" puji Honami yang tidak begitu mendengar kan penjelasan Demonia.
saat sedang menikmati kaindahan di depan mata nya. seseorang menarik Honami mundur menjauhi Jacky.
"jadi, kau yang tidak bertarung, aku harap kau mendapat kan sesuatu." ucap Andika
"tenang saja. aku mendapat kan sesuatu yang kalian cari" ucap Jacky.
lalu mengangkat dua hewan kecil yang imut imut. yang satu kayak kucing, satu nya lagi kayak kelinci.
"bunuh mereka!" titah Andika.
"baiklah" Jacky menggenggam kedua hewan itu dengan erat dengan satu tangan nya dan mengalirkan sedikit energi ke kedua hewan itu dan.....
sing....
wush...
kedua hewan itu mengeluarkan sedikit cahaya lalu berubah menjadi abu dan tertiup angin.
"lumayan" ucap Andika
"lumayan apa nya?! itu keren!! kedua hewan itu langsung berubah menjadi abu di genggaman nya! di bahkan tidak melakukan apa pun barusan!! dia sangatlah hebat!!!" puji Honami terus menerus.
argh....
bruk....
seseorang berteriak dan menabrak Andika.
andika berbalik dan ternyata orang itu adalah Zafkiel yang sudah lemah tidak berdaya.
Zafkiel melihat ke arah Jacky dan bersujud. apa?! bersujud?!
__ADS_1
bersambung.......