Hantu Penghuni Penginapan

Hantu Penghuni Penginapan
15.Asap Hitam


__ADS_3

Savier tidak terima. diri nya lebih memilih untuk tidak percaya. berbeda dengan Chrome, ia lebih memilih untuk percaya. mengingat diri nya dulu pernah di ajar kan sihir oleh orang itu. jadi, ia bisa mengenali nya. dan sebenar nya, ia begitu merindukan nya. panutan nya.


di tempat Silvia


"jadi, apa yang terjadi?" tanya Leo.


saat ini,Leo dan Silvia sedang duduk bersila berhadapan di pinggir kolam.


"aku merasakan energi dari orang itu" ketus Silvia


"siapa orang itu?" (Leo)


"orang penting" (Silvia)


"siapa nama nya?" (Leo)


"Rahasia" (Silvia)


Leo meng hela napas panjang......


'dia sangat sulit di ajak bicara' batin Leo


"jadi, nama orang itu adalah Rahasia?" ucap Leo


mendengar itu Silvia lansung menatap tajam ke arah Leo.


"jangan bercanda! dia itu adalah orang yang sangat penting!! kalau dia mendengar nya, kau akan berubah jadi abu!" kesal Silvia


Leo berusaha menenang kan Silvia. Leo juga mulai merasa takut dan penasaran akan sosok penting yang dikatakan oleh Silvia. seberapa kuat dia sampai bisa merubah manusia menjadi abu. seberapa penting dia sampai bisa membuat Silvia si putri salju gelisah. bisa jadi,orang itu status nya lebih tinggi dari Silvia.


"Silvia" ucap Leo sembari memegang kedua bahu Silvia dan mendekatkan wajah nya ke wajah Silvia.


saat ini wajah Silvia sudah merah merona. 'imut' tahulah itu batin siapa.


"bagaimana cara nya keluar dari tempat ini?" tanya Leo.


"cu-cuma aku saja ya-yang tahu" jawab Silvia terbata bata. saat ini diri nya sudah salah tingkah.


"kalau begitu, ayo kita keluar dari sini." ucap Leo


"a-aku tidak..... tidak ---" Sebelum Silvia menyelesaikan nya kalimat nya. Leo dengan nakal nya meniup telinga Silvia.


fyuh.....


sekarang muka Silvia bukan merona lagi, tapi sudah merah semerah tomat.


"ayo keluar" tawar Leo


"ba-baik!" jawab Silvia karena sudah salting tambah salting jadi nya langsung menggunakan sihir teleportasi dan langsung kembali ke lantai 3 penginapan.


jeder.....


terdengar suara petir menyambar ketika mereka datang. dan entah mungkin karena takut, Silvia langsung saja memeluk Leo. sekarang Leo jadi ikut ikutan salting dan muka nya sudah merah merona. kasihan tingkah si Leo barusan di balas secara tidak sengaja.

__ADS_1


"ehm...Si-Silvia" panggil Leo.


Silvia mendongakkan kepala nya.


"kenapa?" tanya Silvia dengan polos nya


"ehm...posisi ini...." ucap Leo ragu ragu.


Silvia melihat apa yang sedang di lakukan nya. setelah tahu, dia langsung melepaskan pelukan nya.


"ma-maafkan aku!" ucap Silvia terbata bata sambil membungkukkan tubuh nya.


"ti-tidak apa apa" ucap Leo yang masih salting.


"DEMONIA TANISYA SUDAH MATI!!"


terdengar suara teriakan seseorang.


"ini,bukan nya suara kakak?" tanya Silvia setelah kembali berdiri tegak.


"aku tidak tahu." jawab Leo.


"aku tidak bertanya padamu!" ucap Silvia


"lalu, kau bertanya kepada siapa?" tanya Leo


"pada diriku sendiri! puas kau!" ketus Silvia


lalu Silvia langsung pergi meninggal kan Leo dan menuju ke asal suara. Leo pun mengikuti Silvia dari belakang. mereka berdua pergi menuju ke asal suara. saat sudah berada di lantai 2, terlihat ada banyak sekali asap hitam yang mengepul.


"jangan hirup asap nya, bisa saja ini beracun" ucap Silvia


merela terus berlari hingga keluar dari kepulan asap hitam. asap nya baru menyebar sedikit. tangga berada di ujung kiri lorong dan sepertinya tadi, mereka berdua hanya berlari sekitar 3-4 meter saja. berarti asap hitam ini menyebar dengan lambat. mereka berdua berjalan terus hingga melihat sekelompok orang yang sedang menonton.


orang orang itu adalah Ara,Raya,Salsa, Rei,Alex,Kani,Teo. mereka semua sedang melihat Ian(ian) yang berlari mengejar Hayden.


"kak!! balikin!! itu benda penting!!" teriak Ian.


jadi, Ian sama Hayden itu kakak adik ya.


"hahahah!!! begini di bilang benda penting. gak salah kamu?!"Hayden bertanya balik.


jadi, Hayden itu mengambil salah satu benda yang di anggap penting sama Ian. dan benda itu adalah.........


boneka barbie.......


(aslinya mau taroh gambar,tapi gak bisa. mangatoon nya macet kali ya)


Silvia dan Leo menepuk dahi. padahal saat ini energi yang besar dan menakutkan ditambah dengan asap hitam sedang menyebar. sedangkan mereka enak enakan nonton drama kakak adik rebutan boneka.


Wush.....


angin bertiup kencang, asap hitam itu mulai memenuhi lorong.

__ADS_1


" asap apa ini?!"


"apa ini berasal dari kegelapan?!"


"kakak! aku harus mengamankan boneka ku!" teriak Ian lalu langsung mengambil boneka nya dari pegangan Hayden dan boneka itu langsung di masukkan ke dalam tas dan di masukkan ladi ke dalam tas.terus, hingga 10 lapis.


(kira kira Ian bawa berapa tas ya?)


seperti itulah kericuhan yang ada


asap itu terus menebal. banyak dari mereka yang menghirup asap hitam itu. beberapa di antara mereka kehilangan kesadaran. yang pingsan adalah Ara, Raya,Salsa, dan Ian. karena mereka lah yang paling lemah. sedangkan Rei, Alex, dan Teo kesulitan bergerak. karena energi yang mereka miliki tidak cukup kuat untuk melindungi diri dari asap hitam itu, dan sisanya, Silvia, Leo, Hayden, dan Kani masih bisa bergerak. mereka membawa orang yang pingsan dan yang kesulitan bergerak pergi menjauhi asap hitam itu.


mereka semua pergi ke lantai 1.


di lantai 1,mereka melihat ada Andika,Kurei, Rara,Kira,Jacky,Chrome dan Savier yang mematung. mereka meletakkan orang orang yang pingsan dan yang kesulitan bergerak di bawah tangga. karena tempat itu adalah satu satu nya tempat yang tidak terdampak asap hitam.


ctik.....


suara jentikkan jari dari seseorang membuat asap hitam yang barusan mengepul di lantai 1 jadi menghilang. dan orang orang yang barusan mematung, bisa bergerak lagi.


"asap hitam apa itu?" tanya Andika


"sepertinya itu berasal dari penghuni asli tempat ini. atau lebih tepat nya, seseorang yang sama sekali tidak bisa keluar dari tempat ini." ucap seseorang.


Silvia melihat ke asal suara. ketika melihat nya, tubuh nya terkulai lemas.


"ti-tidak tidak mungkin....." ucap nya terbata bata dan tidak percaya.


lalu Silvia meneteskan air matanya. rasa takut di sertai dengan rasa rindu. orang itu, dia adalah orang pertama yang mengakui keberadaan diri nya. penyelamat nya. penyemangat hidup nya. satu satu nya pendukung nya. rasa takut, gelisah, rindu semua nya berkumpul menjadi satu. diri nya takut kalau itu hanya lah ilusi. diri nya gelisah kalau itu hanyalah sebuah khayalan semata. tapi, diri nya juga begitu merindukan orang itu.


Silvia, langsung berlari dan menerjang orang itu. Silvia langsung memeluk erat tubuh orang itu. dan orang itu membalas pelukan nya


"aroma ini,kehangatan ini. semua nya sama. ini benar benar kau. penyelamat hidup ku. guru ku. penyemangat ku. orang yang sudah memberi ku alasan untuk hidup. kakak tersayang ku. Demonia Tanisya. aku.. hiks.... aku.. hiks.. huwaaa.... aku sangat rindu padamu kak!!... huwaaa......" tangis Silvia pecah. ini untuk pertama kali nya, Savier melihat adik satu satu nya menangis. adik nya yang begitu kuat. menangis di hadapan orang itu.


siapa sangka pula,seorang Demonia Tanisya yang hidup nya selalu di tuntut untuk jadi sempurna, yang tahunya hanya berlatih saja. bisa memberikan dukungan terbaik bagi Silvia.


brak.....


brak....


brak....


kretek...


asap hitam itu seperti mempunyai pikiran. asap hitam itu berkumpul dan bersatu menjadi sebuah bor yang besar. tapi, seperti nya otak mereka masih kurang. yang nama nya bor pasti berputarkan. sedangkan mereka tidak memutar nya melainkan di benturkan ke penghalang yang menghalangi mereka masuk.


(jadi, alasan mengapa asap hitam yang ada di lantai 1 itu menghilang adalah karena Demonia menggunakan sihir penghalang dan mengeluarkan asap nya dari dalam penghalang)


meski tindakan asap hitam itu agak bodoh, tapi cukup membuah kan hasil karena asap hitam itu telah berhasil membuat sebuah retakan di penghalang yang di buat oleh Demonia.


**KIRA KIRA APA YANG AKAN TERJADI SELANJUT NYA YA??


DUKUNG AKU TERUS YA, BIAR AKU SEMANGAT UP NYA....

__ADS_1


TERIMA KASIH**!!


__ADS_2