
Honami mendekati Demonia dan menepuk bahu nya.
"kau sudah bisa bernapas" ucap Honami.
seketika Demonia ambruk. dia terduduk di lantai dengan terengah engah.
semua asap hitam itu menyatu membuat banyak sekali monster sehingga mereka terkepung.
"biar aku yang urus." ucap Honami tanpa ragu.
"Demonia,aku pinjam kekuatan mu" ujar nya.
"ya silahkan" balas Demonia.
angin bertiup mengitari Honami. angin berputar semakin kencang di sertai dengan petir lalu...
Wush......
angin itu menerpa semua monster dan semua monster itu langsung berubah menjadi abu.
"wah, kau hebat juga ya" ucap Jacky.
"adik ku ini selalu yang paling hebat" puji Andika.
"aku kalah dari perempuan" ucap Leo dan Hayden bersamaan.
"apakah aku juga akan sehebat itu?" ucap Rara dan Silvia sembari berangan angan.
tanah bergetar dengan hebat.
"Gempa lagi! kita harus segera keluar dari sini!" ucap Andika.
"pergi ke lift!" titah Alex
"bodoh! kalau seperti itu kita justru akan terjebak di dalam lift!" ucap Kurei.
"kalau begitu kita harus pergu kemana?!" tanya Ian
"aku tahu! ada jalan keluar menuju ke lantai 2!" ucap Salsa.
"tunjukkan!" titah Andika.
mereka semua mengikuti Salsa menuju ke sebuah pintu.
ceklek....
pintu di buka oleh Salsa dan di dalam terdapat tangga panjang menuju ke atas.
Bruak....
bruak....
langit langit mulai runtuh. tanpa pikir panjang mereka langsung menaiki tangga itu. mereka berlari dengan sekuat tenaga. di ujung Salsa membuka pintu yang menghubung kan ke sebuah kamar.
"cepat! cepat!" teriak Salsa.
semua nya segera masuk. tangga di belakang mereka mulai runtuh. terlihat ada Alex,Rei dan Demonia yang belum masuk.
tangga runtuh. mereka bertiga terjatuh.
aaargh!!!....
teriak mereka bertiga.
hap.
siapa sangka ada Leo yang menarik tangan Alex. sekarang mereka bertiga tergantung di tebing. denhan Alex yang berada paling atas lalu ada Rei yang memegang kaki Alex lalu Demonia yang memegang kaki Rei.
pegang Alex mulai longgar.
"kami terlalu berat, lepaskan saja" ucap Alex yang bersikap dramatis.
"tidak, aku tidak akan melepas kan kalian." ucap Leo yang masih bertahan.
"sudah lah,lepas kan saja" ucap Andika.
"apa maksud mu? teman kita berada dalam bahaya dan kau menyuruh ku untuk melepaskan mereka?! kau adalah penjahat!" ucap Leo yang tidak percaya dengan Andika.
sedangkan Honami, ia membuka nakas. yang terhubung dengan tangga tadi. di dalam nya juga terdapat tangga yang menuju ke bawah.
Demonia sengaja memeluk kaki Rei dengan erat dan menarik nya agar terkesan seperti sedang berada di jurang yang dalam padahal kaki nya sudah menapak di tanah.
"psst..sini" panggil Honami dengan berbisik.
Demonia melirik ke arah Honami. lalau membuat sebuah Manekin yang cukup berat agar Rei tidak merasa curiga.
Demonia berjalan ke arah Honami lalu menaiki tangga tersebut dan masuk melalui nakas. setelam masuk Hoanmi dan Demonia berpelukan seperti sudah bertahun tahun tidak bertemu. setelah selesai berpelukan mereka berdia cekikik kan tidak jelas.
pegangan tangan Antara Alex dan Leo. tangan Alex merosot namun masih di pertahan kan oleh Leo.
"sudah lah lepaskan saja" ucap Honami.
"biarkan saja mereka" ucap Andika.
"kalian berdua adalah orang yang sangat kejam" cela Leo.
"hati ku mendengar nya" ucap Honami dengan nada yang di sedih sedih sembari meletakkan tangan nya di dada.
__ADS_1
"tidak kah kau kahwatir dengan Buddy GHOST mu?! dia juga berada di bawah sana!" ucap Leo.
"di bawah mana?" tanya Demonia.
"di sana!" ucap Leo.
tak lama kemudian dia tersadar. 'eh, kok kayak suara nya BUDDY GHOST NYA Honami ya?' batin Leo.
Leo pun berbalik. mata nya mencari ke seluruh ruangan dan menemukan Demonia di sebelah Honami.
Leo menganga.
"ba-bagaimana kau?"
"sudah lah, lepaskan saja. bukan kah Alex tadi bilang Lepaskan." ucap Honami.
"ya, lepaskan saja, semua nya aman kok" ucap Demonia.
Leo melihat ke arah Alex. Lalu ia memiliki sebuah ide untuk mengerjai mereka.
"ukh... tangan ku sakit.. seperti nya aku ... tidak bisa menahan kalian.... lebih... lama lagi..." ucap Leo terbata bata seperto orang kesakitan.
"tidak, jangan lepaskan!" ucap Alex dengan takut.
"mama! aku tidak ingin mati muda! aku belum punya pacar!" teriak Rei histeris.
"ma-maaf kan aku" ucap Leo. dan pegangan pun terlepas.
"MAMA!! TOLONG!"
"ARGH!!!! GUE BELUM LULUS SEKOLAH!! GUE BELUM PUNYA PACAR!! TOLONG!!!"
"MAMA!!!"
begitu lah teriakan mereka berdua. sedang kan yang di atas berusaha mati matian untuk menahan tawa karena di suruh oleh Demonia.
Demonia dan Honami turun melalui tangga yang berada di dalam nakas.
"MAMA!!"
"BAPAK!!"
"ADEK!!"
"KAKAK!!"
mereka berdua berteriak memanggil keluarga mereka. seperti nya mereka lupa kalau mereka itu anak yatim.
"ekhm!"
"HUWAAA!!...."
"ekhm!" Honami berdehem cukup keras namun mereka berdua tidak sadar akan hal itu sehingga membuat Honami kesal.
Honami mendekati Rei dan Demonia mendekati Alex.
saat itu mereka berdua sedang menutup mata jadi nya tidak sadar.
duak....
bruk...
Honami dan Demonia menendang ke dua lelaki itu ke arah yang berlawanan sehingga mereka berdua bertabrakan.
Rei dan Alex terbangun.
"siapa sih yang nendang?!" tanya mereka berdua bersamaan.
"Kita!" jawab Honami dan Demonia bersamaan.
"emang kenapa?!" tanya Honami.
"masalah?!" tanya Demonia.
Rei dan Alex sekarang wajah mereka sudah pucat pasi. mereka berdua langsung berlutut dan meminta maaf berkali kali.
"emm... siapa ya yang tadi manggil mama, bapak,kakak, adik?"
Rei dan Alex yang mendengar itu wajah nya langsung memerah.
"mama!tolong! aku belum punya pacar!jangan mati dulu!" ucap Demonia menirukan gaya Rei saat berteriak.
sekarang yang sedang berada di atas pun sudah tidak bisa menahan nya lagi dan akhir nya tertawa terbahak bahak kecuali Savier dan Kurei.
"sudah lah, ayo kita naik." ajak Demonia menyudahi.
Demonia dan Honami Menaiki tangga dan masuk lewat nakas. lalu Alex dan Rei mengikuti mereka.
di kamar itu.
"jadi, kita harus bagaimana sekarang?" tanya Ara.
"kita harus keluar dari penginapan ini" ucap Andika.
"benar, tapi kita tidak bisa menggunakan pintu depan" ucap Honami.
"kita membutuh kan seseorang yang tahu betul tentang struktur bangunan ini" ucap Jacky.
__ADS_1
lalu semua nya melirik ke arah Jacky.
"apa?" tanya Jacky.
"memang nya kau tidak tahu struktur bangunan ini?" tanya Leo.
"aku tidak tahu" jawab Jacky.
"bukan kah kau adalah orang yang ikut mengurus penginapan ini? bagaimana mungkin kau tidak tahu struktur penginapan ini?" tanya Honami.
Jacky menepuk jidat nya.
"hahaha.... maaf kan aku, lupa. hahaha" ucap Jacky sembari tertawa canggung.
"bukan kah lemari besi di lantai atas itu terhubung dengan gudang yang berada di belakang penginapan?"tanya Silvia.
" lemari? "
"iya, lemari yang berada di kamar paling pojok kanan" ucap Silvia.
mereka saling pandang.
"ayo kita ke sana" ucap Demonia.
"Jacky, kami butuh pedang mu." ucap Honami.
Jacky pun mengeluar kan pedang nya.
"memang akan di apakan pedang ini?" tanya Jacky.
"kau cukup berjalan paling depan lalu pergi tempat yang ada lemari besi itu." jelas Demonia.
"baiklah, itu mudah" jawab Jacky.
Jacky berjalan paling depan. dia membuka pintu kamar dan banyak sekali asap hitam. mereka langsung berlari ke arah kiri menuju tangga dan segera nenaiki nya. asap hitam itu mengejar mereka. namun, saat sampai di lantai 3,seperti terhalang oleh sesuatu. asap hitam tidak bisa mendekati mereka.
mereka bersandar di dinding dan duduk untuk menarik napas. sedang kan beberapa orang memiliki AGALET mulai bersatu.
BUDDY GHOST milik Leo adalah singa, jadi ketika bersatu, tubuh nya akan. berubah seperti singa.
BUDDY GHOST milik Hayden adalah serigala. jadi ketika bersatu akan berubah menjadi manusia serigala. contoh nya ada di film film.
BUDDY GHOST milik Rara adalah Silvia. ketika bersatu, Rara akan mengenakan gaun seperti putri salju. sangat cantik.
begitu pula dengan Honami. BUDDY GHOST milik Honami adalab Demonia. ketika bersatu, Honami akan mengenakan gaun dengan mahkota di kepala nya. sama seperti Demonia, sangat cantik.
sedang kan Jacky. Mooni melarang nya untuk bersatu. kata Mooni, kekuatan mereka harus di tunjukkan di akhir agar mengejutkan Zafkiel.
setelah beristirahat sebentar, mereka memasuki kamar yang berisi lemari besi itu.
"lemari itu selalu terkunci dan aku tidak tahu di mana kunci nya" jelas Jacky.
Honami meneliti setiap sudut lemari tersebut. dia menemukan sesuatu.sebuah pintu kecil di lemari itu. dia membuka nya. ada tombol di dalam nya. lalu dia menekan tombol itu.
lemari itu bergerak. pintu nya terbuka.dan semua orang terkejut dengan isi nya.
di bagian belakang pintu terdapat banyak senjata. kalau di jumlah semua nya, kira kira ada 17-25 buah senjata. di dalam lemari yang terlihat kecil terdapat senjata sebanyak itu. lalu ada lubang di tengah lemari.
"seperti nya ini adalah pintu yang menuju ke gudang belakang" ucap Jacky
"benar,itu adalah seluncuran yang menuju ke gudang belakang penginapan" ucap Silvia melalui alat komunikasi.
"hah?!seluncuran?!" tanya semua nya bersamaan.
prok prok prok prok....
terdengar suara orang bertepuk tangan dengan pelan dari belakang mereka.
semua nya berbalik dan melihat ke arah asal suara tersebut.
"Zafkiel!" teriak Chrome.
orang itu adalah Zafkiel.
"sial" Andika mengumpat lalu mengambil asal senjata itu dan menyerang Zafkiel.
senjata itu mengeluar kan api yang membakar Zafkiel. Zafkiel berteriak kesakitan.
"semua nya! cepat masuk!" titah Jacky.
semua orang pun bergegas masuk ke dalam lingkaran tersebut. namun, beberapa dari mereka berinisiatif mengambil senjata untuk berjaga jaga. bahkan ada yang mengambil lebih dari satu.
semua nya sudah masuk. tinggal Honami dan Andika saja yang belum.
"kakak! ayo!" ajak Honami.
Honami segera masuk ke dalam Lingkaran lalu di susul oleh Andika.
"argh!! awas saja kalian! aku akan membunuh kalian semua!!!" teriak Zafkiel lalu menghilang.
......Bentar lagi tamat nih.......
...tinggal beberapa episod lagi....
...Dukung aku terus ya....
......Share Novel aku. ......
__ADS_1
...Terima Kasih!...