Hantu Penghuni Penginapan

Hantu Penghuni Penginapan
11. Ada Keanehan.


__ADS_3

di salah satu kamar laki laki yang ada di penginapan. terlihat ada Kurei yang sedang berusaha keras membuka pintu dan Alex yang sedang memandangi Kurei dengan tatapan malas.


"Argh! kenapa pintunya tidak mau terbuka?! apa ada yang menghalangi pintu?!" keluh Kurei.


ia terus mendorong pintu dan beberapa kali mendobrak nya sampai ia kelelahan.


Alex menggelengkan kepalanya pelan sambil bersedekap dada.


"biar aku saja yang buka" ucap Alex lalu melangkah maju mendekati pintu.


"percuma saja,kau pas--"


Ceklek.


ucapan Kurei terpotong saat mendengar suara pintu terbuka.


Kurei menganga dan tidak percaya.


"bagaimana kau bisa mrmbukanya?! aku bahkan sudah mendobrak nya beberapa kali tapi tetap tidak terbuka. kenapa kau bisa?!" ucap Kurei tidak percaya pada pemandangan di depan nya.


Alex kembali menggeleng pelan.


"itu karena. aku memegang pegangan pintu,lalu aku turunkan sedikit dan menariknya" ucap Alex sambil menekankan kata 'menariknya'


"tapi kenapa tadi aku tidak terbuka?" tanya Kurei yang masih belum paham.


Alex meletakkan telapak tangan nya di dahi nya sendiri tak ada 5 detik ia menjauhkan tangannya dari dahi nya dan menepuk agak keras bahu Kurei. dan tersenyum.


"apa kau ingin tahu kenapa?" tanya Alex dan di balas dengan anggukan oleh Kurei.


"itu karena. kau MENDORONG NYA!!! SEDANGKAN CARA MEMBUKA PINTU INI ADALAH DI TARIK!! sekarang kau paham kan?" Alex berteriak tepat di depan wajah Kurei. sampai sampai ludah nya muncrat ke wajah Kurei.


Kurei cepat cepat mengambil menari baju Alex lalu menjadikan baju Alex sebagai lap untuk membersih kan wajah nya.


setelah selesai......


"Apa yang kau lakukan pada bajuku?! ini masih baru! aku baru saja beli sebulan yang lalu!" omel Alex pada Kurei


"itu karena ludahmu muncrat ke wajah ku saat kau berteriak. dan apa kau tidak sikat gigi? mulutmu sangat bau" ucap Kurei sambil mengibas kibaskan depan hidung nya.


sedang kan Alex hanya cengengesan tidak jelas.


"sudahlah, lebih sekarang kita berpencar. aku akan mencari sumber suara dan kau pergi lindungi yang lain." Titah Kurei dan langsung di laksanakan oleh Alex.


Kurei pergi ke lantai dasar dan Alex pergi ke kamar yang lain.


di tempat Andika*


"apa yang kalian inginkan disini?" Tanya Jacky dengan menahan amarah.


"ayolah,kami hanya ingin mengunjungi tempat ini saja dan kami juga merindukan mu bocah kecil" ucap Chrome

__ADS_1


"aku bukan bocah!" ucap Jacky dengan lantang.


"oh jadi aku harus memanggilmu apa?" ucap Chrome sambil mengetuk ngetuk dagunya seakan akan sedang berpikir.


"ah,bagaimana kalau sampah kecil?" ucap Chrome yang membuat Jacky naik darah.


Jacky dan Chrome terus beradu mulut seperti orang yang sudah lama kenal.


Andika dan Honami sangat bersyukur karena ini cuman adu mulut dan bukan adu serangan. kalau adu serangan sudah pasti penginapan ini akan kebakaran sepenuh nya dan semua yang ada di sini akan matang dan gosong,paling parah mungkin menjadi abu.


"DIAM" suara yang sangat tegas itu dan aura yang di keluar kan nya membuat suasana yang sebelum nya berisik menjadi hening. bahkan katak dan jangkrik pun tidak berani bersuara. dan ketiga orang yang merupakan manusia itu tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun sehingga berhati hati dalam bernapas dan menggunakan napas pendek.


"hei,jangan marah begitu dong Savier" ucap Chrome sambil menenangkan Savier. dan malah mendapat tatapan tajam dari Savier. sehingga Chrome memilih untuk menjauh.


"kami datang kesini untuk mencari tahu sesuatu yang menarik perhatian kami. jadi,kalau ada yang mengganggu. kami tidak akan segan segan untuk membunuh nya" ucap Savier mengancam. lalu,aura itu hilang nya.


Bruk...


Honami jatuh terduduk sambil memegangi dadanya.


"huft..huft..huft...akhirnya....huft..aku.... bisa bernapas..huft..huft.." ucap Honami yang terdengar seperti orang yang kelelahan berlari marathon.


Andika mengusap punggung Honami pelan. "apa kau baik baik saja?" tanya nya.


"iya,aku baik baik saja. aku sudah bisa bernapas dengan baik sekarang" ucap Honami dengan agak terengah engah.


"kalau kalian mencari sesuatu seperti itu,itu artinya kalian akan menghancurkan barang barang yang ada di penginapan ini lagi?" tanya Jacky.


"kalau begitu aku tidak akan membiarkan kalian melakukan itu." ucap Jacky lagi.


"sudah ku katakan, kalau ada yang menghalangi, kami tidak akan segan segan untuk membunuh nya" ucap Savier mengambil ancang ancang untuk bertarung.


"Honami,pergilah temui Kira,Kurei,Leo dan Hayden. suruh mereka datang ke sini untuk membantu kami. untuk saat ini biar aku yang urus, mengerti?" ucap Andika.


"aku mengerti kak,aku akan segera kembali membawa mereka" jawab Honami dan langsung pergi mencari.


di pertengahan jalan,ia bertemu dengan Kurei.


"apa yang terjadi?" tanya Kurei


"ada pangeran es dan api di sini" jawab Honami


"APA?! APA YANG MEREKA LAKUKAN DI SINI?!" tanya Kurei sambil berteriak yang membuat Honami menutup menutup kedua telinganya dengan tangan.


"mereka sedang mencari sesuatu. jadi, lebih baik kau segera datang ke sana dan bantu kakak" ucap Honami dan dibalas anggukan oleh Kurei


"lalu,kau akan kemana?" tanya Kurei


"aku akan menemui pengguna AGALET yang lain" jawab Honami


"baiklah, berhati hatilah" ucap Kurei dan di balas dengan anggukan oleh Honami lalu mereka berdua pun pergi ke arah yang saling berlawanan.

__ADS_1


Honami sekarang berada di depan kamar Kira dan Rara. tanpa ragu ia langsung membuka pintu.


Brak....


di dalam terlihat ada Rara yang sedang menatapnya tajam. karena di tatap seperti itu, Honami menggaruk pipi nya yang tidak gatal dan cengengesan tidak jelas.


"jadi,dari mana asal suara ledakan itu?" tanya Rara


"dari lantai 1 di ruang makan." jawab Honami


"siapa yang melakukan nya?"


"pangeran es dan api"


uhuk..uhuk...


Kira yang tadi nya sedang minum tersedak mendengar bahwa ada pangeran es dan api di sini.


Rara menyodorkan minum ke Kira dan langsung di minum oleh Kira hingga tandas.


"bagaimana mungkin ada pangeran es dan api di sini?! apa yang mereka cari?!" tanya Kira. ia tidak percaya ada pangeran es dan api yang terkenal karena suka menghancurkan laboratorium GHOST BUSTER itu ada di sebuah penginapan kecil.


"aku tidak tahu apa yang mereka cari. tapi yang pas--"


Deg.....


ucap Honami terpotong ketika ia merasa suatu hal aneh di tubuh nya.


"kenapa kau berhenti bicara?" tanya Rara.


Honami tidak merespon pertanyaan Rara. ia hanya tetus melihat ke depan dan berjalan ke jendela dan membuka tirai nya.


"apa yang kau lakukan?!" teriak Rara lalu ia mencoba menyentuh pundak Honami tapi seperti ada sesuatu yang memantul kan nya sehingga ia terhempas. untung di belakang nya adalah kasur,jadi rasa nya tidak sakit.


Kira mendekati Rara.


"kau baik baik saja? apa yang terjadi tadi?" tanya nya.


"ada sesuatu yang menghempaskan ku pada diri gadis itu" ucap Rara sambil menunjuk ke Honami.


jarak antara kasur Rara dan Jendela adalah 2½ meter jadi cukup dekat. sedangkan jarang antara kasur Kira dan jendela adalah 5 meter.


Kira mendekati Honami dan mencoba menyentuh nya. ia begitu berhati hati. lalu ia merasakan seperti ada tembok yang mengelilingi Honami. Kira melihat mata Honami. yang sebelum nya berwarna hitam kini berubah menjadi warna merah.


"Ki-Kira! rambut nya!" teriak Rara


Kira melihat rambut Honami dan melihat di ujung rambut nya terdapat warna merah yang terus menjalar hingga menutupi setengah rambut nya. (maksud nya itu warna rambut dari atas ke tengah itu hitam,dan dari tengah ke bawah itu warna merah. ngerti kan? oh ya, rambut nya Honami itu panjang nya sampai siku dan di urai gitu aja. gak di apa apain)


Kira melihat mata Honami dan Mata Honami hanya melihat ke arah bulan.


'kenapa ia hanya melihat ke bulan?' batin Kira bertanya tanya

__ADS_1


__ADS_2