
Aku mulai lelah dan jenuh di tempat kerjaku,aku mulai bosan dan ingin rasanya mencari tempat kerja baru dengan teman teman yang baru pula,yang solid dan kompak dalam mengais rupiah tanpa ada rasa iri dan dengki.
Dan mulailah ku berfikir dan terus berfikir bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan baru.
Setiap pagi hari ketika berangkat kerja,ku sempatkan membeli surat kabar,untuk mencari lowongan pekerjaan di bagian ujung surat kabar,terus dan terus mencari.
Sampai aku menemukan yang kurasa pas ,mulailah ku tulis surat lamaran pekerjaan yang akan ku tujukan di sebuah perusahaan yang baru dibuka dan membutuhkan banyak karyawan,ku beranikan diri untuk merubah nasibku ,selalu dan selalu begitu,karna bagiku tak akan ada seorang pun yang mampu merubah takdir hidup kita ,selain diri kita sendiri(ketika kau di lahir kan dalam kondisi miskin dan serba kekurangan),sungguh tidak mudah dilahirkan dalam kondisi keterbatasan ekonomi,berbeda dengan mereka yang dilahirkan dalam kondisi yang berkecukupan,bisa meraih semuanya dengan mudah karna ada yang memfasilitasi.
Siapapun kalian yang di lahir kan dalam kondisi miskin,tetaplah semangat dan berjuang,jangan pernah berharap ataupun bermimpi akan hidup enak jika kalian sendiri tidak mau berusaha dan bekerja keras.
__ADS_1
Masih teringat jelas mendiang ibuku berpesan,jika dirimu masih dalam kondisi miskin,jangan pernah berharap akan menikah dengan orang kaya yang berada,maka hidupmu akan tak ada artinya buat mereka,ibu tidak mau kamu tidak dihargai karna dirimu miskin.
Tapi jika kau punya keinginan yang kuat untuk bersamanya ,kau harus berjuang dan bekerja keras untuk menyetarakan kedudukan mu supaya kelak kau tidak di pandang rendah karna kondisimu saat ini.
Pesan mendiang ibu slalu ku jadikan sebagai motivasi diri,supaya aku bisa semangat dan pantang menyerah untuk menggapai segala impianku.
Usia ku masih terlalu dini dan sama sekali tidak terbersit sedikitpun di dalam benakku untuk menikah di usia muda.
Ku putus kan untuk menyudahinya,aku juga memilih resign dari tempat kerja lama,meskipun tak ada satu masalah pun antara kita(aku dan bos ku),datang baik baik dan resign pun secara baik baik.
__ADS_1
Tak terasa air mata ku pun menetes ketika ku berpamitan untuk resign ke bos ku,bos ku yang sebenar nya sangat dingin,garang dan masih banyak lagi,mengambil tissue di meja kerjanya dan memberikannya untukku menghapus air mata yang tak terasa menetes di pipiku.
Tak jarang ketika di rumah dia juga menelpon bibiku atau pamanku menanyakan keberadaan ku,walaupun terkadang bibiku atau pamanku menawarkan,.
"Apakah ingin berbicara denganku ",bos ku selalu menolak,karna aku tau gengsi nya cukup besar untuk berbicara dengan karyawan biasa sepertiku.
Di tempat kerja baru ku ,aku bertemu dengan teman teman baru dan tempat yang sangat menyenangkan,karna tak ada lagi si munafik dan bos killer,mereka semua sangat baik dengan bos muda yang sangat sangat low profil,tepatnya bos yang baik hati dan tidak sombong.
Bertemu dengan kakak kakak yang solid,yang sungguh sangat telaten membimbingku untuk melakukan pekerjaan ku supaya bisa menghasilkan uang yang banyak,memanglah persentase yang sangat lumayan besar di jaman itu jika di bandingkan dengan penghasilanku di tempat kerja yang lama.
__ADS_1