Hanya Anak Singkong

Hanya Anak Singkong
Air cucuran atap jatuhnya kepelimbahan juga


__ADS_3

Ayah dan ibuku sebenarnya bukanlah terlahir dari keluarga miskin.


Masih teringat jelas di dalam ingatanku ketika nenekku bercerita tentang kehidupannya dimasa kecil.


"Nduk dulu kehidupan nenek tak sesusah dan se miskin ini,kakek buyut mu adalah keturunan ningrat dengan harta berlimpah".


Aku hanya terdiam mendengar nenekku bercerita,karna waktu itu aku hanyalah gadis kecil ingusan yang tak mengerti apapun tentang kehidupan.


Nenekku adalah sosok wanita yang sabar dan baik hati,nenekku memiliki nasib yang buruk ketika menikah dengan kakekku.


Nenekku menikah dengan kakekku yang notabene dari keluarga miskin dan serakah,waktu terus berjalan dan usia kakek buyut ku sudah tak muda lagi,dia semakin tua dan renta dan akhirnya meninggal.


Sepeninggal kakek buyut ku dan nenek buyut ku,harta peninggalan kakek buyut ku habis terkuras,dijual kakekku yang penjudi dan suka main perempuan,belum lagi saudara saudaranya yang serakah dan suka menghambur hambur kan uang untuk hanya sekedar mengadakan pesta atau pun berbelanja barang barang mewah


Harta bukanlah sesuatu yang bersifat kekal,dia akan mudah habis ketika tidak bisa mengelola dan menggunakannya dengan baik.


Kakekku merasa malu dengan keluarga nenekku dan sampai pada akhirnya kakekku mengajak nenekku untuk pergi merantau,nenekku yang sabar dan penurut mengikuti apa saja maunya kakekku.


Tak selang berapa lama,kakek dan nenekku merantau di Bali,mereka berjualan disana dengan modal seadanya.


Lagi lagi kakekku berulah,setiap pulang berjualan ia jarang sekali membawa pulang uang,karna uang yang didapat dari jualan dia gunakan ketempat lokalisasi.

__ADS_1


Kakekku memang seorang laki laki bejat dan tak bertanggung jawab,sama seperti keluarganya yang serakah dan tak punya etika.


Memang benar apa kata pepatah,air cucuran atap jatuhnya ke pelimpahan juga.


"Saat itu ayahmu masih kecil,tapi nenek lebih menggantungkan hidup dengan ayahmu,ayah mullah yang bekerja keras untuk menafkahi nenek, ayahmu putus sekolah dan berjualan untuk mencukupi kehidupan sehari hari".,ucap nenek .sambil menatap jauh ke awang Awang,mengenang saat itu.


Hari hari yang dilalui ayahku tidaklah mudah,selalu bekerja keras untuk keluarga,sementara ayahnya hanyalah seorang ayah yang tidak bertanggung jawab.


Sampai waktunya tiba dimana kakekku meninggal,meninggal dalam keadaan yang belum Husnul khotimah.


Ayah dari ibuku adalah pewaris dari sebagian besar harta kakek buyut ku,kakekku mewarisi ber hektar - hektar tanah kebun dan beberapa hektar sawah,akan tetapi sawah yang berhektar hektar direbut oleh anak tiri dari kakek buyut ku,kakekku hanya mewarisi beberapa hektar lahan ladang kering.


Tapi meskipun begitu ibuku tetaplah bukan gadis yang beruntung memiliki orang tua yang mempunyai kebun luas.


Sambil sekolah ibuku berjualan untuk mendapatkan uang jajan dan memenuhi kebutuhan hidupnya.


Dan dengan berjalannya waktu ibuku beranjak remaja.,ibu juga sering bercerita tentang mantan kekasih nya yang hubungan mereka berdua tidak mendapat restu dari kedua orang tua mereka.


Justru sebaliknya,alasan kedua orang tua ibuku tidak merestui hubungan mereka berdua karna kakek ku telah memiliki calon untuk ibu ku yaitu ayah Ku saat ini,meski ibu berisi keras menolak,kakek tetap berisi keras menolak.justru melibatkan dukun untuk memuluskan perjodohan itu.


Konon kata ibu dukun tersebut membuat agar ibu dan ayah tidak bisa di pisah kan kecuali hanya dengan maut.

__ADS_1


Hal itu benar benar terbukti nyata di hadapan ku,kata kata ibu membuat tertegun dan terheran ,karna memang setelah ayah meninggal selang beberapa hari ibu juga meninggal(meski ibu meninggal dlm keadaan sehat dan tidak ada riwayat sakit).


Setelah menikah dengan ayah ku awalnya ibu dan ayah tinggal dengan kakekku,tapi ayah yang sudah biasa bekerja jauh ,tidak betah tinggal di desa dan memutuskan mengajak ibuku pindah ke kota kecil,meskipun tanpa persetujuan kakekku.


Alhasil kakekku marah dan akan membunuh ayahku jika bertemu.


Singkat cerita,disinilah babak kehidupan baru dimulai,ibuku dan ayahku sudah tidak tinggal dengan orang tua mereka masing masing.


Mereka berusaha memulai hidup mereka yang baru tanpa ada campur tangan orang tua mereka.


Dan pada akhirnya orang tuaku bisa membeli tanah dan membangun rumah,yang mungkin lebih tepatnya gubuk reyot ,yang beratapkan ilalang dan berdinding anyaman bambu


Ya,rumah yang aku tinggali bersama kedua saudaraku.


Ayahku pekerja keras,tapi tetap saja dia tak jauh beda dengan kakekku,sama sama pria


bejat yang hobi judi dan main perempuan,ibuku wanita yang sabar dan tangguh,mampu bekerja untuk menghidupi anak anak nya dengan segala keterbatasan.


Aku di didik mandiri sejak kecil,aku pun bekerja serabutan hanya sekedar mencari rupiah untuk uang jajanku supaya tak merepotkan ibuku ketika sekedar ingin membeli sesuatu yang aku inginkan.


Sampai dimana aku harus melakukan kewajiban ku sebagai siswa sekolah dasar.

__ADS_1


Setiap pagi aku berangkat sekolah dengan tetangga depan rumahku yang kebetulan nasibnya sama dengan diriku.


__ADS_2