
Sekolah menengah pertamaku tak ada bedanya dengan pertama kali saat aku masuk ke sekolah dasar.
Sama sama mendapat Bulian,tapi ya sudahlah
life must Goon,aku harus tetap semangat menimba ilmu,karna segala keterbatasan bukanlah halangan untukku menimba ilmu dan menggapai cita cita ku,kali ini kemiskinan sudah mulai bersahabat denganku dan aku sudah terbiasa dan mulai membiasakan tanpa harus mengeluh dan menyalahkan siapapun.
Bagiku hidup,mati dan nasib seseorang tidak pernah ada yang tau,karna semua rahasia ilahi,teruslah berfikir positif dan slalu mengambil hikmah dari setiap kejadian.
Di bangku sekolah menengah pertamaku kelas di bagi menjadi dua ,kelas A dan kelas B,aku masuk ke kelas A dan tetep dg prestasi yg lumayan,aku tetap mendapat peringkat sepulu besar di sekolah,andai kata aku ditempatkan di kelas B aku pasti mendapatkan peringkat satu.
Sampai dikelas sembilan sekolah menengah pertamaku aku tetap bertahan diperingkat sepulu besar.
__ADS_1
Sampai ketika saat perpisahan sekolah sepatu ku sudah sangat tak layak pakai,tapi lagi lagi ibuku tak memiliki cukup uang untuk membelikan ku sepatu baru,aku menangis,sampai akhirnya ibuku membelikannya untukku.
Perpisahan sekolah pun tiba,dan aku lulus di sekolah menengah pertama.
Liburan sekolahpun tiba.
Masa liburan yang biasanya digunakan untuk berlibur dan bersenang senang,aku gunakan untuk bekerja.
Aku bekerja sebagai penjahit,meski usia ku masih terbilang muda,di tempatku bekerja aku harus bisa membiasakan hidup jauh dengan kedua orang tua,di awal awal aku sangat merindukan ibu,tapi lama lama aku terbiasa dan mulai menikmati pekerjaanku.
Setahun berlalu,ayahku menyuruhku pulang dan berhenti bekerja,ayah berniat menyekolahkan ku lagi,aku menolak tapi ayah bersikeras menyekolahkan ku lagi di sekolah menengah atas.
__ADS_1
Singkat cerita aku melanjutkan sekolah disekolah menengah atas dan dengan prestasi yang lebih baik lagi,aku mendapatkan peringkat kedua disekolah selama satu tahun,meskipun aku sering bolos sekolah,dan guru yang terkenal killer di sekolah sangat menyayangiku.
Meskipun di sekolah menengah atas aku tetap mendapat Bulian,tapi tak separah di sekolah menengah pertama dan sekolah dasar.
Di Sekolah menengah atas ayahku menempatkan ku untuk tinggal di asrama dengan alasan supaya aku tidak terjebak di pergaulan yang tidak jelas,di asrama aku mendapatkan banyak ilmu agama.
Di sinilah ku mulai merasakan ada keanehan yang terjadi pada diriku,aku mulai mengetahui hal hal yang akan terjadi ,baik itu lewat mimpi atau lewat firasat,hal yang aku rasakan dan aku ketahui itu benar benar terjadi nyata dan tak bisa di hindari.
Hal yang mungkin jika bisa diminta,jangan pernah ada pada diriku,hal yang jika bisa ku minta supaya aku bisa menjadi manusia normal pada umumnya.
Saat itu tengah malam tepat jam dua belas malam,aku bermimpi bahwa akan terjadi musibah yang menimpa diriku,dalam mimpi terlihat jelas aku menabrak sebuah mobil dan tak sadarkan diri dikerumuni banyak orang,saat itu juga aku terbangun dan mengambil air wudhu untuk segera sholat tahajud memohon perlindungan,supaya tidak terjadi hal buruk dan memohon pada sang pemberi hidup supaya memanjangkan umurku,karna mengingat aku masih banyak dosa,karna dalam mimpi aku melihat diriku tak bernyawa.
__ADS_1
Keesokan harinya hal yang mengerikan itu benar benar terjadi,dengan mobil dan orang yang sama,sama persis seperti yang ada dalam mimpi,hanya bedanya Tuhan masih memberiku kesempatan kedua.
Semakin bertambah usiaku semakin kuat kekuatan yang ada dalam diriku,aku tersiksa,aku merasa dihantui dengan perasaan was-was dan kecemasan yang teramat sangat menyiksaku.