hanya sebuah kenangan

hanya sebuah kenangan
hari baru dimulai


__ADS_3

cahaya mentari yang menembus cendela perlahan-lahan mulai menyinari wajahku ditemani suara dering dari jam dimeja sebelah kasurku dan ibuku mulai berteriak memanggil namaku.


"Leon bangun sudah jam berapa sekarang!" itu pertanda bahwa aku akan terlambat lagi.


"gawat sudah jam segini aku harus cepat sebelum terlambat lagi".


"Leon ibu tinggal dulu kepasar jangan lupa sarapan" "iya bu" pintupun tertutup pertanda ibu sudah pergi aku pun pergi menuju ruang makan untuk sarapan dan tiba-tiba.


KRIIING....KRIIING....KRIIING.


"Sial siapa sih yang telpon pagi-pagi begini" aku langsung menjawab telpon tersebut dengan rasa kesal karena aku pasti akan terlambat dan aku pasti akan di hukum lagi.


"halo siapa ini".


"halo ini pasti Leonkan. bagaimana kabarmu Leon pasti saat ini kamu sedang marahkan padaku karena kamu kesiangan lagi dan pagi-pagi dapat telpon dari ku yang mungkin membuat mu terlambat".


"hey sialan sebenarnya siapa kamu "aku tidak tau siapa orang ini tapi dia benar-benar membuatku marah.


"kok bisa lupa sih dengan sahabat sejatimu ini. ini aku Ardi masa lupa sih baru kutinggal satu minggu udah lupa aja gimana kalo setahun ".


"oh.. ardi ternyata kamu masih hidup disana. ada apa kamu pagi-pagi menelponku" Ardi adalah sahabat ku sejak kecil. dia memang orang yang suka bercanda tapi dia dapat diandalkan dan orang yang sangat mengerti aku.


"jahat banget kamu berkata seperti itu padaku. ya tapi ini memang salah ku menelpon mu pagi-pagi begini tapi ada sesuatu yang penting yang ingin ku beri tahukan kepadamu".


"apa yang ingin kau beri taukan kepadaku". entah mengapa perasaan ku tiba-tiba tidak enak.


"sebenarnya tadi aku bertemu dengan Linda saat aku dipuncak tadi ya ini mungkin kabar buruk bagimu tapi mungkin Linda sudah berubah. jangan terbawa emosi tapi jadikan lah masalalu sebagai pelajaran oke".


"baiklah akan ku coba".


"hanya itu yang ingin kusampaikan sudah dulu ya".


"ya makasih atas infonya Ardi"


" BIIP.....BIIP.....BIIP....."


aku terdiam memikirkan perkataan Ardi di telpon tadi bahwa Linda telah kembali.


perlahan kotak berisi tentang Linda yang telah kututup dan kukunci rapat didalam pikiran dan hatiku perlahan terbuka dan membanjiriku dengan kenangan yang selalu ingin kulupakan.


--------------------


pertemuanku dan Linda enam tahun yang lalu saat kami masih di sekolah dasar.


awal aku bertemu Linda adalah disaat aku sedang berangkat menuju sekolah disana aku mendengar teriakan.


"KYAAAAA.tolong aku".


jiwa laki-lakiku langsung berteriak untuk menolongnya " saatnya aku jadi pahlawan".


akupun bergegas berlari menuju sumber suara disana aku melihat seorang wanita membungkuk ketakutan aku langsung menghampirinya.


"Nona apa tang terjadi"dengan kerennya aku bertanya tenteng keadaannya saat ini "sebenarnya tadi aku melihat kecoak terbang melintas didepanku".


mendengar nama itu kakiku mulai bergetar aku tidak menyangka mimpi teburuku selain kakakku ada didekatku saat ini dan tiba-tiba aku melihat benda hitam terbang kearahku.


"KYAAAAA. itu kecoaknya"


"WAAAAAAAAAA" aku tidak bisa berbuat apa-apa saat monster itu terbang kearahku. disaat itu seorang wanita berjalan dari belakangku dan memukul monster terbang itu dengan buku tang dia bawa.


dan dia adalah Linda setelah itu dia bertanya kepadaku "hay kamu apa kamu tau tempat ini dimana".


dia menunjukkan pete padaku dan lokasi tempat yang dia cari "oh tempat ini kan sekolahku. apa jangan-jangan kamu murid pindahan ".


" ya aku murid pindahan".


"kalo begitu perkenalkan namaku Leon"


"oh leon laki-laki yang ingin jadi pahlawan tapi tapi dihentikan oleh rasa takutnya dengan kecoak akan ku ingat. oh iya namaku Linda"

__ADS_1


kata-katanya yang tajam langsung menghancurkan hatiku. dan saat itu Linda pergi meninggalkanku


aku tidak menyangka bahwa aku bisa bertemu wanita secantik Linda ini merupakan keberuntungan bagi ku.


saat aku sedang memikirkan Linda "makasih ya tadi sudah berusaha menyelamatkan ku". wanita yang ingin ku selamatkan ternyata masih ada di belakangku"iya sama-sama. oh iya aku harus pergi sampai jumpa".


"sampai jumpa".


aku berlari menuju sekola agar tidak terlamat sesampainya disana ternyata aku tidak sekelas bersama Linda saat itu aku sangat kecewa.


dua minggu setelah kejadian aku tidak pernah berbicara dengan Linda. namun Linda sudah menjadi gadis terpopuler di sekolah.


tentu saja karena Linda merupakan wanita yang cantik rambutnya yang hitam dan penjang sampai ke pinggang, bibir yang merah merona dan kulitnya yang putih bagaikan salju


kecantikanya bagaikan sebuah lukisan yang hanya bisa dilihat tapi tak bisa disentuh. disaat itu aku tau bahwa diriku tidak pantas untuknya dan hanya bisa melihat keindahan itu dari jauh.


aku pun duduk di kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa tapi.


saat aku dikelas ada seseorang yang memenggilku"Leon ada yang mencarimu " akupun menjawabnya "siapa?" "aku juga tidak tahu lebih baik kamu temui dia dulu".


akupun berjalan dan mencari siapa sebenarnya yang mencariku.


saat itu ada wanita tidak ku kenal yang melihatku dari balik pitu kelas dia berkata padaku " datanglah ke taman di balakang sekolah tuan putri telah menunggumu disana".


"tuan Putri? Putri siapa?".saat aku bertanya padanya.


tanpa berkata apapun wanita tersebut pergi. aku bingung pada saat itu siapa sebenarnya wanita yang di sebut tuan putri ini?.


akupun langsung pergi ke taman belakang sekolah karena rasa penasaranku yang tinggi. sesampanya disana ternyata ada seorang wanita yang selalu ku kagumi akan kecantinkanya yaitu Linda


tapi kenapa dia di panggil tuan putri oleh wanita tadi ya?.


"terseralah lebih baik aku tidak memikirkanya terlalu keras mungkin itu hanya panggilan wanita itu untuk Linda". perlahan aku mendekati linda yang sedang duduk di kursu yang ada di taman tersebut dan saat aku panggil namanya


"Linda ada apa kamu memanggilku kemari"


"oh Leon akhirnya kau datang sebenarnya ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu"


aku membalas kata-kata Linda tersebut dengan kalimat yang sangat sederhana "dan apa itu"


"aku ingin kamu Leon menjadi pelayanku"


"Apa? aku mungkin salah dengar bisa kamu ulangi lagi perkataanmu tadi!"


aku meminta Linda untuk mengulangi perkataanya yang tadi. karena aku tidak percaya bahwa wanita seperti Linda bisa berbicara seperti itu.


dia langsung berdiri dari kursi taman yang dia duduki tadi dan perlahan mulai mendekati ku. dia semakin mendekat dan wajah kami hampir bersentuhan.


dia memandangku dengan wajah cantiknya di saat itu aku tidak bisa memikirkan apapun lagi.


Linda mulai membuka mulutnya perlahan mengeluarkan suaranya dengan lembut dan mulai mengataka.


"jadilah pelayanku Leon"


setelah mendenga ucapan Linda itu bayanganku tentangnya hancur seketika. aku tidak menyangka bahwa Linda bisa berkata seperti itu.


"Tidak. itu tidak mungkin "aku pun langsung mengatakanya tanpa berpikir panjang.


wajah kecewanya terlihat dengan jelas. apa aku melakukan sesuatu yang salah pikirku. dia tiba-tiba menatapku dengan tajam dan hawa dingin mulai terasa di kulitku.


"aku tidak akan menyerah begitu saja. lihat saja nanti kau pasti akan mencari ku dan memintaku untuk menjadikanmu pelayanku".


setelah itu Linda pun pergi tanpa mengucapkan apapun lagi.


saat itu perasaanku mulai tidak enak sepertinya aku akan menyesali hal ini.


hari berikutnya aku berangkat sekolah seperti biasa. sesampainya disana orang-orang menatapku dengan tatapan aneh. aku bingung harus menjelaskanya seperti apa.


mereka menatapku seakan akan aku adalah orang telah berbuat sesuatu yang tidak bisa di maafkan. entah mengapa hari ini semua orang terasa aneh dan mungkin aku akan mengetahui jawabanya sebentar lagi.

__ADS_1


dan benar saja sekelompok pria menghampiriku mereka menatap tajam ke arahku


tiba-tiba mereka berhenti dan seorang laki-laki dari salah satu kelompok pria itu maju menghampiriku dengan tubuh yang besar dan beotot


hal itu membuatku takut aku pun berpikir(mungkinkah dia pemimpin kelompok tersebut tapi kenapa dia menghampiriku dan menatap tajam padaku)


sepertinya dia memang mengincarku tapi kenapa. laki-laki itu langsung memegang bajuku dan mengangkatku ke atas dengan satu tangan.


"beraninya kau melukai perasaan dewi kali".


"aku. melukai perasaan dewi kalian. mana mungkin aku bahkan tidak mengenal dewi kalian itu".


"jangan coba-coba berbohong padaku bocah".


"bukanya agak tidak sopan memanggilku bocah. kan umur kita hampir sama walau mukamu lebih tua sih" aku tidak berbohong sama sekali tentang itu.


"oh berani juga kau. sepertinya belum pernah ada yang mengajarkan mu sopan santun. kalo begitu biar aku yang mengajarimu sopan santun".


laki-laki itu mengepalkan tanganya dan mengarahkan tinjunya kepadaku tapi aku sudah mempersiapkan diri untuk menghindarinya. karena bagiku pukulanya sangat lambat.


tidak sebanding dengan pukulan kakakku yang sangat cepat saat akan memukulku bahkan sampai aku tidak bisa menghindarinya dan walaupun aku sudah terbiasa dipukul olehnya aku masih tidak bisa menghindarinya.


"Berhenti. apa yang kalian lakukan"


ucapan tersebut membuat orang yang ingin memukulku tadi berhenti. lalu semua orang yang ada di sekitarku mulai melihat ke arah sumber suara yang berada di pintu masuk sekolah.


"sudah jam berapa sekarang apa kalian tidak mendengar bell tadi. cepat masuk kekelas kalian masing-masing atau kalian akan membuat hari ini menjadi hari libur nasianal".


"SIAP BU MELATI".


dia adalah bu melati wanita yang memiliki ramput berwarna hitam yang panjangnya sampai leher memiliki tubuh yang ideal dan juga tatapanya yang tajam menambah pesona kecantikannya.


dia merupakan guru yang di takuti sekaligus di hormati oleh hampir seluruh siswa yang ada di sekolah ini. karena dia adalah guru yang dingin dan tegas di saat mengajar di sisi lain dia adalah guru tercantik yang ada di sekolah ini.


dia juga merupakan atlet bela diri dan beberapa kali mendapatkan juara dalam pertandingan bela diri.


tapi saat dia dirumahnya sifat dan perilakunya sangat berbeda jauh saat di sekolah. karena saat di rumahnya bu melati ini adalah sosok yang ceroboh dan pemalas.


♢


dia juga seorang wanita berumur 30 tahun yang belum dapat pesangan


"Siapa yang kau panggil 30 tahun. umurku masih 29 tahun".


" jika kau tidak segera mencari pasangan kau akan seger menjadi wanita tua".


"apa katamu".


"kan aku sudah bilang jik..".


BUUUK....


dia memukulku dengan kekuatan penuhnya tepat di perutku.


"aduh sakit tau. apa yang kau lakukan dasar nenek sihir".


"oh kau sudah mulai berani denganku sepertinya aku perlu memberimu pelajaran tambahan setelah pulang sekolah"


"TIDAAAAAAK...."


♢


seperti itulah kenapa aku tau banyak tentang bu melati ini kentataan yang menyakitkan karena dia adalah kakaku sendiri.


para siswa mulai bebaris dan masuk satu persatu kekelas mereka masing-masing.


aku juga masuk kekelasku dan hawa dingin saat aku memasuki kelasku membuat ku merinding. akupun melangkah maju menuju kursiku yang ada di bagian belakang dekat dengan cendela.


aku mengarahkan pandanganku ke keluar cendela dan memandang langit yang luas dan mengucapkan sesuatu yang tidak jelas.

__ADS_1


"hari ini mungkin akan menjadi hari yang penjang". dan hariku pun dimulai


__ADS_2