
Aku terus berlari tanpa henti mencari Linda dan tak pernah aku temukan (hah~ hah~ Aku lelah. sebenarnya dia ada dimana?).
Karena terlalu lelah aku pun bersandar di bawah pohon yang rindang sambil menatap langit yang cerah berawan dan angin mulai bertiup membelai wajahku dengan lembutnya suasana ini sangat mendukung untukku beristirahat.
"Ahh~ cuaca yang indah" Karena tidah bisa melawan godaan alam ini dan tubuhku sudah lelah aku pun tertidura tanpa rasa bersalah.
Tanpa kusadari waktu telah berlalu "hey bangun" dengan kondisi setengah sadar aku mendengar suara. entah dariman "Leon cepat bangun" terdengar lagi itu suara seorang perempuan.
BYURR~
"APA INI!! APAKAH TURUN HUJAN?" Aku terbangun karena tiba-tiba sejumlah air yang tidak sedikit jumlahnya terjatuh di atas kepalaku. Aku berpikir bahwa itu adalah hijan tapi yernyata aku salah. "Leon~. akhirnya kamu bangun".
Aku tau perasaan ini. Perasaan seperti seorang mangsa yang diawasi oleh predator aku tidak bisa berkata apa-apa lagi perasaan ini sungguh menakutkan dan aku tau perasaan yang aku rasakan saat ini dari siapa. Karena aku sudah sering merasakannya.
"Eh~ kak Tiara sedang apa kakak disini?" Ternyata benar dia kakakku aku sudah menduga itu sejak awal aku tau kakakku saat sedang marah kejamnya itu seperti iblis tapi entah kenapa saat ini aura yang ia keluarkan bahkan lebih menakutkan dari pada iblis itu sendiri. Jika saat ini aku harus memilih antara masuk kelubang buaya atau menghadapi kakakku. Aku akan langsung berlari ke lubang buaya untuk menghindari kakakku.
"Leon~"
"Iya kak!!" Aku menjawab kakakku dengan sikap siap seperti seorang yang melakukan upacara bendera atau layaknya seorang tentara yang akan bertempur di medan perang.
"Leon apakah kamu tau apa kesalahanmu. Hahh~ dengan wajahmu yang seperti itu aku tebak kau tidak tau apa kesalahanmu" entah kenapa aku merasa sepeti orang bodoh yang tidak tau telah melakukan apa tetapi di tuduh seperti penjahat yang telah melakukan kesalahan yang besar dan akan menerima hukuman seberat-beratnya.
"Memangnya apa yang telah ku perbuat". aku langsung bertanya agar aku tau apa permasalahannya dan harus segera ku selesaikan sebelum monster yang ada di depanku ini mencabut pedang dari sarungnya dan terjadi pertumpahan darah disini.
"Sepertinya kamu memang tidak menyadarinya."
(Menyadari apa?) pikirku.
"Ada tiga kesalahan yang sangat besar yang telah kau lakukan " aku tekejut setelah mendengarnya.
(Ada tiga kesalahan tang telah ku perbuat. Satu kesalah kecil saja membuatku tidak bisa berdiri dari kasurku selama seharian. Sedangkan kali ini ada tiga dan itu tergolong kesalahan besar. ya tuhan ampunilah hambamu ini). itu lah yang ku pikitkan setelah mendengarnya.
"Kesalahan yang pertama"(sepertinya aku harus bersiap menggalih lubang kuburanku sendiri) itu yang kupikirkan dari tadi kenapa hidupku ini tidak bisa tenang sih.
"kamu tidak hadir saat jam pelajaranku tadi. Apa kau benar-benar takut dengan mata pelajaran yang aku ajarkan " lebih tepatnya aku takut padamu.
"Kenapa hal seperti itu tergolong kesalahan besar". itu yang kutanyakan pada kakakku karena masanah itu harusnya tidak terlalu besar.
"Hal itu tidak sebanding dari apa yang aku lakukan dulu. Seperti menyembunyikan pakaian dalammu saat kau mandi atau menaruh saus kedalam sepatu yang kau gunakan saat akan berlatih beladiri". Tentu saja aku malakukan itu dulu karena aku kesal saat kakakku memakan es krim yang telah ku simpan saat itu.
"Oh~ jadi kamu yang menaruh saus kedalam sepatuku saat itu".
PLAK! PLAK!!
__ADS_1
Dia menampar kedua pipiku secara bersamaan itu benar-benar terasa sangat panas di kedua pipiku. "Maaf aku tidak sengaja mengucapkannya".
"Baiklah untuk saat ini akan ku maafkan tapi jika kau berani melakukannya lagi".
"Tidak kak aku tidak akan berani melakukannya lagi" aku selamat sesaat jantungku hampir berhenti berdetak.
"Kesalahan yang kedua" aku hampir melupakannya Ternyata masih ada kelahan kedua dan ketiga.
"Apa kamu tau kesalahan keduamu itu apa"
(Bagaimana aku bisa tau kau bahkan belum mengatakannya)"tidak kak".
"Kau tau Tina menangis dirumah. dia mengkhawatirkanmu karena kamu belum pulang jam segini" aku merasa bersalah kepada Tina. pada saat itu hatiku terasa sakit karena membuat Tina khawatir.(sepertinya aku harus meminta maaf kepada Tina saat sampai dirumah nanti).
"Dan kesalahanmu yang ketiga" saat kesalahan ku yang ketiga disebutkan suara kakakku agak sedikit menakutkan mungkin ini kesalahan terberat yang ku perbuat.
"Kesalahan ketigamu. Kau membuat Tina memintaku mencarimu saat aku baru sampai rumah setelah bekerja seharian. Apa kau tidak tau seberapa lelahnya aku saat itu".
"Untuk hal itu. Aku tidak bisa menjawabnya" Entah mengapa aura yang di keluarkan kakakku semakin kuat. Menakutkan benar-benar menakutkan.
"Karena hari mulai gelap ayo kita pulang Leon~" dia mengatakan itu sambil tersenyum jujur hal itu membuatku takut.
" kita jalanya tidak perlu terlalu cepat kak".
"Tunggu kak. Kau tidak perlu membant-" sebelum aku selesai bicara dia menarik kerah bajuku dan menyeretku tanpa rasa belas kasihan.
"Tidak perlu takut seperti itu ini hanya permulaan hal yang lebih besar lagi telah menunggumu dirumah nanti" aku berpikir hal besar apa yang dimaksud kakakku. Saat kupikir-pikir lagi keringat dingi mulai keluar dari tubuhku (jangan-jangan yang dimaksud dia tentang hal itu).
"TIDAK~".
♢
"Halo mama. Kenapa mama menelponku jam segini".
[Mama cuma mau tanya bagaimana pendapat kamu tentang anak teman mama].
"Ma~ kan sudah aku bilang aku tidak mau dan juga sepertinya Leon membenciku".
[Mama tau pasti kamu tidak mau melakukannya tapi cobalah kamu berteman dengannya terlebih dahulu dan menenalnya lebih dekat ].
" Tapi ma~ ".
[nyonya para pemimpin sudah bekumpul sebentar lagi rapat akan di mulai] Linda mendengar suara orang lain di telpon selain suara mamanya.
__ADS_1
[sudah dulu ya Linda Mama masih ada urusan ].
"Tunggu mama jangan diputus dulu".
Piip~ piip~
"padahal Linda masih mau bicara sama mama" hal yang dirasakan Linda saat ini adalah perasaan sedih karena tidak bisa berbicara lebih lama dengan mamanya yang selalu sibuk dengan pekerjaanya dan tidak punya waktu untuk Linda.
"Apa yang harus aku lakukakan". Linda tau bahwa dia tidak bisa melawan perkataan ibunya. karena itu dia saat ini sedang binggu apa yang harus dia lakukan untuk rencana yang dibuat mamanya untuk dirinya.
(sepertinya aku harus menemui Leon dan mengakhiri ini semua). Linda berencana menemui Leon karena dia tau bahwa rencana awalnya agar leon membencinya itu belum berhasil mempengaruhi keputusan ibunya maka dari itu dia ingin menemui Leon secara langsung untuk mengatakan yang sebenarnya.
♢
aku sangat lelah setelah apa yang dilakukan kakakku saat perjalanan pulang sungguh itu hal yang menyakitkan dan juga menakutkan hal itu tidak akan pernah bisa kulupakan seumur hidupku(sepertinya aku akan bermimpi buruk malam ini).
akhirnya aku sampai didepan rumahku setelah apa yang aku lalui "aku pulang".
"selamat datang Kak Leon ,Kak Tiara".
"Oh Tina kamu menunggu kakakmu ini membawa kakak laki-lakimu ini pulangkan"
"hehehe~ iya kak" aku melihat wajah Tina yang imut itu saat kepalanya di usap oleh kakakku.
"oh Leon sepertinya kamu sudah pulang".
"Tina bisa bantu ibu di dapur".
"baik bu~".
"Ee~ kenapa ayah dan ibu ada di rumah". orang tuaku seharusnya masih bekerja diluar kota tapi kenapa mereka di sini.
"ah~ aku lelah. aku akan kekamar dulu".
"tunggi kak kenapa kakak tidak mengatakan bahwa ayah dan ibu ada dirumah" seharusnya kak Tiara tau bahwa ayah dan ibu sudah pulang tapi kenapa dia tidak memberi tau ku.
"kan sudah ku bilang ada hal yang lebih besar yang menunggumu di rumah" aku terkejut setelah apa yang dikatakan kakakku.
"apa jadi hal besar yang kakak katakan tadi ini".
"tentu saja tentang ini memeangnya apa lagi" aku tidak menyangka akan jadi seperti ini sebelumnya.
"Leon kesini sebentar ada sesuatu yang ini ayah sampaikan padamu". ayah memanggilku dan sebenarnya apa yang ini ayah katakan
__ADS_1