hanya sebuah kenangan

hanya sebuah kenangan
masih di berlanjutkan?


__ADS_3

"Haaa~" hari aku benar-benar tidak beruntung. sudah berlarian seharian seperti orang gila dan saat ini kakiku masih tidak bisa digerakkan karena berlarian seharian dan ditambah lagi menahan perutku yang terasa sakit.


hingga saat ini aku masih bisa merasakan sakitnya. di tambah tubuhku yang remuk setelah Bu Melati (kakakku) seenaknya melemparku kekelas tanpa rasa belas kasih.


dia bahkan lebih mirip monster dari pada seorang kakak. apa di benar-benar kakakku? bahkan dia tidak membantuku saat aku kesusahan.


(awas saja nanti. jika dia membawa pacarnya kerumah. akan ku bongkar semua rahasianya.) itu akan terjadi jika aku sudah bisa mengalah kan kakakku yang seperti monster itu.


tapi sayangnya itu tidak akan terjadi.


BUK


"aduh sakit" tiba-tiba ada yang melemparku dengan buku untung saja bukunya kecil. tapi siapa?


"Leon. jangan hanya melamun terus. perhatikan jika seorang guru sedang mengajar".


"Maaf pak".


"Baik semuanya kita lanjutkan pelajarannya!".


entah kenapa semua murid menatapku dengan bahagia saat aku di lempar buku apa mereka benar-benar membenciku.


tapi biar lah itu hak mereka jika mereka ingin membenciku aku juga tidak bisa menyalahkan mereka untuk hal ini.


"baik anak-anak sepretinya bel telah berbunyi kita akhiri dululu sampai di sini".


"BAIK PAK".


akhirnya bel telah berbunyi mensndakan hari yang melelahkan ini akan berakhir sampai di sini dan akhirnya aku bida melepaskan penderitaan ini.


karena perutku dari tadi masi terasa sakit. akhirnya aku bisa mengeluarkanya semua rasa sakitku ini nanti di rumah. aku bergegas pergi meninggalkan kelas.


♢


ditengah jalan tepatnya didepan ruang kelas aku dihadang oleh sekelompok pria yang ingin menghajarku tadi pagi. mungkin mereka ingin menghajarku lagi atau mungki mereka ingin membalahku atas apa tang terjadi tadi pagi.


langsung intinya saja mereka ingin menghajarku.


"baik lah Leon kita langsung keintinya saja" benarkan dia mengucapkannya .


"kau tau Leon. aku ingin sekali memukulmu saat ini " sudah kuduga dia pasti akan mengucapkannya.


"ayo kita lanjutkan yang tadi pagi di luar sekolah secara jantan antara kau dan aku ". sepertinya dia tipe orang yang tidak mau mengalah.


"maaf tapi aku tidak bisa hari ini jadi kita lanjutkan besok saja".


karena Ardi sudah menungguku di dekat gerbang sekolah dan aku tidak mau membuatnya menunggu terlalu lama.

__ADS_1


"oh jadi kamu ingin melarikan diri lagi". entah kenapa perasaanku tidak enak soal ini. sepertinya tanda-tandanya sudah terlihat kalau begitu saatnya aku


"LARI". aku melarikan diri dari mereka secepat yang aku bisa.


"sialan dia lari lagi kejar dia" segerombolan orang mulai mengejarku lagi.


aku berlari dengan sangat cepat hinggak aku tidak menyangka bahwa aku bisa berlari secerpat ini.


aku berlari hingga gerbang disana aku bisa melihat Ardi sedang menungguku tapi wajah Ardi tiba-tiba pucat setelah melihatku.


"kali ini apa yang telah kau lakukan?!!".


"ini masih tentang masalah yang tadi".


"kau benar-benar suka bermain kejar-kejaran ya" entah kenapa aku tau dia tidak sedang bercanda tapi sedang menghinaku.


"kita bahas iti nanti yang penting kita lari dulu mereka semakin mendekat!!".


"kali ini aku tidak ingin terseret masalahmu lagi!".


"mereka semakin mendekat. sudah tidak ada waktu lagi maaf Ardi aku harus melakukan ini".


"apa? tunggu jangan-jangan. WAAAAA........" aku menarik tangan Ardi dan membawanya ikut berlari bersamaku.


"Leon kau benar-benar tidak punya perasaan" kami berbicara sambil berlari.


"itu ada benarnya juga "


"kau pasti sudah tau kan sifat kakak perempuanku seperti apa". Ardi memang sudah tau sifat kakak perempuanku seperti apa karena dia sering main kerumahku dulu tapi setelah dia bertemu kakak perempuanku dia jadi jarang main lagi ke rumahku entah apa alasannya?.


"jangan kau membuatku mengingatnya lagi".


"kita sudahi dulu percakapan kita sekarang pikirkan bagaimana kita bisa lolos dari mereka".


jika kami tidak segera lolos dari mereka sesuatu yang buruk munkin akan terjadi.


"Leon aku melihat semah-semak yang cukup besar".


"kau berpikir seperti apa yang ku pikitkan".


"tentu saja ayo kita lakukan". aku dan Ardi langsung melompat ke semak-semak dan dan bersembunyi dari mereka yang mengejar kami.


"sial kita kehilangan mereka lagi".


"boss. mungki mereka ke arah sana".


"baiklah kalo begitu ayo kita kejar mereka sebelum jauh".

__ADS_1


dan kami berhasil lolos lagi dari mereka.


"entah bagaimana kita berhasil lolos. Ardi mau mampir ke rumahku sebentar".


aku meminta Ardi untuk berkunjung kerumah ku sebagai permintaan maaf karena telah menyeretnya dalam masalahku.


"Eh!!" mukanya mulai pucat aku tidak bisa mengatakan apapun dengan keadaan ardi saat ini.


"bagaiman kamu mau mampir ke rumahku" jujur melihat ardi yang seperti ini sungguh menyenangkan sepertinya aku harus menggodanya.


"soal itu. sebenatnya aku ada urusan saat ini. jadi sampai jumpa nanti. sampaikan salamku untuk kakakmu" dia berusaha menghindarinya.


" memang urusan apa itu? apakah penting? bagaimana kalau aku bantu". dia terkejut saat aku menanyakan tentang masalahnya sepertinya itu hanya alasannya agar bisa lari dariku.


" tidak perlu Leon aku bisa mengatasinya sendiri" dia berusaha pergi tapi sebelum itu aku berusaha menggenggam pergelangan tangannya untuk mencegahnya pergi.


"Lepaskan Leon!! harusnya kau tau menghadapinya bersama tidak akan berguna".


"hahahaha baiklah aku lepaskan" aku lepaskan tangan ardi karena ini mungkinsudah kelewatan setelah melihat wajahnya yang semakin pucat itu.


"terimakasih. Leon semoga beruntung".


dia kabur. aku juga tau sih alasanya pasti karena ada kakak perempuanku tapi saat ini dia sedang tidak ada di rumah karena sedang menghadiri rapat dan aku bebas.


oh iya perutku sedang sakit aku harus segera pergi kerumah sebelum keluar di tengah jalan


♢


sesampai dirumah aku segera membuka kunci pintu karena aku tau bahwa di rumah sedang tidak ada orang. "ehh~ kok tidak dikunci?"


aku bergegas masuk setelah tau kalo pintu rumahku tidak di kunci "halo ada orang disini".


tidak ada yang menjawab aku mulai mencari disetiap ruangan tapi tidak ada orang sama sekali dan ini membuat suasananya menjadi menakutkan.


aku coba mencari di setiap ruangan sekali lagi dan masih tidak ada siap-siap.


tapi ada satu ruangan yang belum ku periksa ya itu kamar kakak perempuanku. disini lah mentalku di uji aku harus memeriksanya sebelum hal buruk terjadi.


"hey kau yang di dalam jawab perkataan ku atau ku dobrak pintu ini".


"tunggu jangan". ternyata benar ada seseorang di dalam. tapi seperti suara seorang wanita.


walaupun dia seorang wanita aku tidak boleh membiarkannya karena ini masalah hidup dan matiku jika kakak perempuanku tau kalo salah satu barangnya hilang habislah aku.


aku pun menendang pintu itu sekuat tenaga dan pintunya terbuka.


"siapa kau. aku sarankan untuk menyerah atau kupukul kau" aku asal bicara seperti itu tanpa melihat orangnya dan dia adalah.

__ADS_1


__ADS_2