
dia adalah seseorang yang sangat kukenal "Oh Leon kau sudah pulang". iya dia adalah kakak perempuanku.
"tentu saja aku sudah pulang. tunggu kenapa kau ada disini Kak Tiara " kalian pesti bingung kenapa aku memanggil Bu Melati dengan sebutan Kak Tiara bukanya Kak melati.
itu karena kakakku ingin di panggil dengan nama Melati saat dia menjadi seorang guru dan juga nama kakakku adalah Melati Nur Tiara.
begitulah sifat kakakku seenaknya mengganti namanya hanya untuk terlihat lebih dewasa saat dia menjadi seorang guru.
"apa maksudmu dengan bertanya kenapa?"
"kan kakak hari ini ada rapat untuk para guru bukan tapi kenapa jam segini kakak sudah pulang".
"memangnya kenapa?. apa mungkin Leon tidak suka kakak tersayangnya ini pulang lebih awal ya". tentu saja itu tidak benar karena waktu bebasku sendirian dirumah hilang seketika.
"bukan.. bukan seperti itu" tentu saja begitu tapi aku tidak bisa mengatakannya karena sesuatu yang buruk akan terjadi jika aku mengatakannya.
"ngomong-ngomong kenapa kakak tidak menggunakan baju hanya menggunakan handuk ?". aku bertanya seperti itu untuk mengalihkan pembicaraan karena aku takut saat di berperilaku sok manis seperti tadi
dan saat ini aku sedang melihat kakakku yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya.
"memangnya kenapa kakakkan baru selesai mandi tentu saja saat ini hanya mengunakan handuk dan juga kau yang asal masuk ke kamar kakak" itu juga salahku sih
tapi harusnya aku tidak terkeju ini kan sudah biasa. bagaimana aku bisa lupa kakakku itu sangat ceroboh.
"ada apa Leon. apa kamu terpesona akan keindahan tubuh kakakmu ini". aku jadi merinding saat dia bicara seperti itu.
"tentu saja tidak. bagaimana aku terpesona dengan tubuh wanita tua se..". sial aku salah bicara aku langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku.
agar mulutku tidak melanjutkan mengeluarkan kata-kata yang bisa berakibat fatal tadi
"maaf kak aku tidak sengaja mengatakannya" tapi itu semua sudah terlambat aku bisa merasakan bahwa sebentar lagi akan ada jatuhnya korban di rumah ini.
BUK.. BUK..
KREK..
aku bisa mendengar salah satu tulangku ada yang patah akhirnya dia menunjukan wajahnya yang sebenarnya.
"baiklah Leon apa kamu menyesali perbuatanmu".
aku saat ini sangat sulit untuk bergerak bahkan untuk bicara pun susah "iya kak".
"janji kau tidak akan mengulanginya?".
__ADS_1
"aku berjanji".
"bagus kalo begitu kalo begitu sekarang keluar"
BRUK..
begitulah kakak perempuanku itu walau dia cantik tapi sifatnya seperti itu.
"Aku pulang~".
"Oh. selamat datang tina" biar ku perkenalkan pada kalian dia adalah tina kania adik perempuanku yang termanis dan terimut yang aku miliki. umur kami selisih 5 tahun
"ada apa denganmu kak Leon?" tentu saja dia bertanya seperti itu saat melihat ku terbaring kaku di atas lantai seperti ini.
"tidak perlu cemas kak baik-baik saja kok".
"tidak boleh seperti itu kak. tunggu sebentar biar ku ambil kotak obat" dia sungguh berhati seperti malaikat.
tidak seperti kakakku yang memukulku tanpa perasaan dia seperti monster.
"sini kak biar tina obati" tian berlati ke arahku dengan kotak obat setelah itu tina mengobatiku dengan obat yang tersedia di kotak obat.
"Tina. kenapa kamu mengobati kakak bodohmu itu".
"apa yang kau katakan dasar wanita tua" aku lah yang mengatakannya.
"Leon sepertinya kau sudah berani dengan kakakmu ini ya". bagaimana ini sebagai kakak aku tidak boleh memperlihatkan kekerasan kepada tina.
"Tidak. jangan ganggu kak Leon lagi.." tina kamu memang adik tersayangku.
" Oh iya. tina tadi kak tiara beliin es krim untuk tina".
"sungguh dimana kak tiara?" apa jangan-jangan dia ingin mengalihkan perhatian tina agar tidak melindungiku lagi.
"Es krimnya ada di atas meja makanlah sebelum mencair".
"baik kak" dia benar-benar mengalihkan perhatiannya (tina jangan pergi lindungi kakakmu ini).
"dan Leon kita lanjutkan yang tadi" habihlah riwayatku.
"ini soal kejadian disekolah tadi pagi apa kamu memiliki suatu masalah dengan seseorang Leon".
"Eh"
__ADS_1
"ya.. sebaiknya kamu menyelesaikan masalahmu secepatnya jika tidak aku yang akan kena masalah". ternyata ini alasanya dia pulang cepat sepertinya dia masih khawatir padaku.
apa dia selalu mengkhawatirkanku jika iya berarti aku salah tentang dia selama ini. aku harus minta maaf.
"Aku bersungguh-sungguh Loen jika aku dapat masalah kerenamu kau tau apa akibatnya kan". dan aku salah dia tidak mengkhawatirkanku sama sekali.
"Baik lah aku akan menyelesaikan mesalahku dengan segera".
♢
keesokan harinya aku berangkat sekolah seperti biasa saat sampai di gerbang sekolah tiba-tiba ada yang mengejarku.
saat aku di kantin banyak yang memandangiku dengan tajam dan itu membuat ku merasa tak nyaman saat sedang makan.
saat pulang pun juga sama aku tiba-tiba dikejar lagi. hal itu terus ter ulah hingga tiga hari.
aku benar merasa kesal dikejar-kejar seperti ini aku menghentikan langkahku "sudah cukup aku tidak tahan lagi". lalu aku berjalan menghadapi mereka yang mengejarku.
"kalian memang menyebalkan aku sudah muak dengan semua ini. dimana Linda biar aku yang menemuinya sendiri aku harus segera menyelesaikan masalah ini segera".
mereka yang mengejarku terdiam mungkin karena mereka tidak pernah melihatku marah hingga seperti ini"kami tidak bisa membiarka dewi kami terluka lagi karenamu"mereka memang menyebalkan.
"kalian ini. aku sudah lama bersabar tetapi kalian" aku sudah mencapai batasku hal ini harus segera di akhiri.
"kalian minggir" aku langsung berlari mencari Linda disetiap ruangan, disetiap tempat.
bruk!!
kyaa~
ha! aku tau ini. ini seperti adegan yang ada di anim dan manga itu kan dimana tokoh utamanya bertabrakan dengan tokoh wanitanya. tunggu dulu apa yang aku pikirkan aku harus menyelesaikan masalahku dulu.
"kamu tidak apa-apa" sambil mengulurkan tanganku saat aku melihat wanita ini entah mengapa aku seperti mengenalnya.
"ah~ terimakasih aku tidak apa-apa kok. bagaimana denganmu!! apakah ada yang sakit? " saat kulihat baik-baik ternyata dia sangat lah cantik walau penampilanya standar dengan kacamata dan gaya rambut yang normal.
tapi aku tau bahwa dia adalah wanita yang cantik dan berhati lembut. "maaf sebelumnya bisakah kamu melepaskan tanganku".
tanpa sadar ternyata aku masih memegang tanganya "maaf aku tidak sengaja kalo boleh tau nama kamu si".
"ha!! sudah waktunya. maaf aku harus pergi ke ruang guru sesegera mungkin." dia langsung berlari pergi meninggalkan ku. padalah aku belumsempat menanyakan namanya.
(untuk saat ini aku harus menyelesaikan masalahku dulu) aku lanjut berlari mencari keberadaan linda yang belum kutemukan hingga saat ini
__ADS_1
(apakah dia tau bahwa aku sedang mencarinya).