
Ayah tadi kamu berkata namanya adalah Linda?" Aku terkejut setelah mendengar nama orang yang akan dijodohkan denganku adalah Linda.
(Tenanglah Leon tenangkan dirimu mungkin itu orang yang berbeda. Ya Pasti hanya namanya saja yang kebetulan sama) aku mencoba menenangkan diriku sendiri dengan berpikir positif karena tidak mungkin seorang wanita yang ingin dijodohkan denganku memaksaku untuk menjadi pelayannya pasti itu bukan orang yang sama aku yakin itu.
Tapi takdir tidak memihakku saat ini. Ayahku menjelaskan bahwa Linda telah sampai disini beberapa hari yang lalu dia bahkan pindak ke sekolah yang sama denganku dan katanya Linda pernah bertemu denganku. Yang kutau hanya ada satu orang yang bernama Linda di sekolahku dan dia juga merupakan murit pindahan dari sekolah lain.
Aku sudah tidak bisa menyangkalnya lagi semua ini sudah terjadi. Kenapa hidupku sungguh tidak beruntung.
"Kalian sudah selesai membicarakannya?. Kalo sudah mari kita makan ibu sudah membuat makan malam yang enak malam ini. Tina juga ikut membantu membuatnya ". Baiklah aku sudahi dulu masalah pertunangan ini dan menjernihkan pikiranku sambil makan malam bersama keluargaku.
Sudah ku duga masakan ibu adalah yang terbaik apa lagi dibantu oleh Tina nafsu makanku jadi ikut bertambah.
"Gimana masakan Tina enakkan~~". melihat Tina yang selalu ceria seperti ini sungguh menyejukkan hati yang sedang merana karena dilema yang telah datang terus-menerus tanpa membiarkanku istirahat sedikitpu itu benar-benar melelahkan tapi setelah melihat senyum Tina semua lelah yang yang telah kurasakan hilang seketika itu juga.
"Iya. Anak perempuan ibu yang satu ini memang pintar".
"Hehehe~".
"Oh iya. Tiara bagaimana kabarmu setelah menjadi guru". Ibuku bertanya keadaan kakakku setelah menjadi seorang guru. Aku tau ibuku khawatir dengan kakakku yang telah menjadi seorang guru tapi ibu seharusnya tau sifat kakakku itu seperti apa.
"Biasa saja bu. jika Leon tidak menambah masalahku disana. Ku rasa aku baik-baik saja" kenapa kau malah mengatakanya seperti itu apa kau tidak kasihan pada adikmu ini yang akan di hujani oleh berbagai pertanyaan.
"Leon? Memang kamu punya masalah apa leon?" Sudah ku duga pasti ibuku akan bertanya kepadaku aku harus membuat alasan yang jelas dan secepatnya mengakhiri pembicaraan ini.
"Begini sebenar-"
"Dia memiliki masalah dengan seorang murid perempuan yang membuatnya selalu berlarian dikejar murid lainya seperti pencuri ayam pak RT yang dikejar para warga kurang lebih seperti itu lah dan aku harus menangani masalahnya itu lah yang membuatku lelah".
"....." kenapa dia malah menambahkan garam di atas luka sekarang aku tidak bisa membuat alasan lagi. Sepertinya aku harus segera lari dari pembicaraan ini.
__ADS_1
"Maaf bu aku sudah kenyang aku mau ke kamar dulu aku ingin mengerjakan tugas dari sekolah". Aku berlari secepat mungkin menuju ke kamarku.
"Aku sepertinya harus menelpon Ardi aku ingin meminta saran darinya. Karena dialah orang yang aku percaya". Aku mengambil HP ku yang ada di atas meja dan berusaha menghubungi Ardi.
◇
KRIIING~ KRIIING~ KRIIING~ KRIIING~
"Ardi HP kamu bunyi" Ardi yang sedang mandi mendengar suara ibunya yang sedang membersihkan rumah.
"Iya bu nanti ku jawab". Ardi selesai mandi dan mulai mengeringkan tubuhnya dia berpikir tentang Leon sahabatnya sejak kecil.
"Sepertinya aku harus membantunya menyelesaikan masalah ini dan aku juga masih berhutang budi padanya karena telah menyelamatkanku dulu walaupun dia melupakanya tapi aku tidak akan pernah melupakan kejadian itu" saat Ardi sedang mengingat hutang budinya kepada Leon di teringat sesuat. Ada seorang gadis yang juga saat itu telah di tolong oleh Leon tetapi Ardi lupa siapa gadis itu.
"Oh iya aku harus menjawab telpon tadi". Ardi bergegas masuk kekamarnya dan mejawab panggilan dari HPnya.
[Halo Ardi kenapa kamu menjawabnya sangat lama!] Setelah mendengar suaranya Ardi langsung tau kalo Tenyata yang menelpon adalah Leon.
[Kau memikirkan tentangku !!. Kau tidak berpikir macam-macam tentangku kan ?] Saat itu suara Leon seperti terkejut dan ada rasa takut didalamnya karena itu Ardi segera sadar tentang kata yang telah dia ucapkan.
"TENTU SAJA TIDAK !!" Ardi berteriak sambil menyangkalnya.
"Memangnya aku cowok apaan"
[Hahahaha. Bercanda jangan di anggap serius]
"Baiklah sekarang kamu ada masalah apa sampai harus menelponku"
[Aku ingin meminta nasihat darimu kamu ada waktu luangkan besok].
__ADS_1
"Kayaknya ada sih" Ardi menjawabnya dengan ragu-ragu karena dia sudah memiliki janji dengan seseorang besok tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan sahabatnya Leon.
[Kenapa bicaramu seperti ragu-ragu seperti itu apa kamu sudah memiliki janji dengan seseoran ?] Ardi sadar bahwa Leon menyadari kalo ia sudah punya janji deengan orang lain tapi Ardi tidak ingin membuat Leon kecewa.
"Tidak apa aku bisa atur waktu untuk itu".
[Oh oke. Ngomong-ngomong kamu pinya janji dengan siap pasti cewek ya].
"Sudah ya Leon akan aku kabari besok bye". Ardi segera menutup Telpon itu karena takut kalo tau dengan siap dia akan bertemu besok.
[Tunggu aku belum sele-] biiib~ biiib~.
"Sepertinya aku harus mengatur ulang rencana ketemuan besok". Ardi mencari nomer seseorang di HPnya dan menghubunginya
"Halo Kinar bisa kita tunda pertemuan besok".
[Iya nggak apa-apa jadi masalah besok?].
"Tenang saja masalah besok sudahku pikirkan".
◇
"Haah~ banyak yang telah terjadi dalam beberapa hari ini" aku berbaring di kasurku sambil menatap langit-langit kamarku. Dan aku sudah berusaha tidur dari tadi tapi tidak bisa terlalu banyak hal didalam pikiranku sepertinya aaku akan terjaga semalaman.
Besok hari minggu sekolah libur bagaimana aku mencari dan menemukan Linda. Aku bahkan tidak tau rumahnya. aku ingin minta penjelasan darinya. Apa mungkin besok saat masuk sekolah saja ya aku bicara dangannya masalah besoh aku pikirkan besok saja sekarang aku harus berpikir apa yang harus ku katakan kepasa Linda saat aku bertemu dengannya nanti.
"Baik lah nanti aku akan minta saran dari Ardi saja. *** kenapa tadi Ardi tiba-tiba menutup telponnya saat aku bertanya siapa orang yang yang ingin dia temui. aku jadi penasaran siapa sebenarnya orang yang ingin di temui oleh Ardi itu aku yakin orang yang ingin bertemu deengan Ardi pasti seorang gadis".
Aku memikirkannya sepanjang malam kenapa dalam beberapa hari ini masalah tanpa henti datang padaku mungkin memang benar nasipku dalam beberapa hari ini memang kurang beruntung.
__ADS_1
"Sebaiknya aku leka tidur sebelu ayam berkokok kerna jika hal itu terjadi semua sudah terlambat" aku berusaha menurup mataku dan mengistirahatkan pikiranku yang penuh dengan masalah ini.