Hanzo Bayangan

Hanzo Bayangan
Hantu


__ADS_3

- happy reading -


Namaku Abdi Bayuntara biasa dipanggi Abdi, kini aku masih menginjakan bangku SMA


masih remaja kelas tiga SMA udah dipuncak menujuh dewasa iya panteskan diumurku 18 tahun.


Terkadang sesuatu yang sebenarnya sudah lama ada namun baru terasa keberadaannya sekarang.


Aku tinggal di lingkungan asrama dan kalian tau dibalik asrama yang tentram dan suci terdapat sejuta misteri yang belum diketahui orang-orang lain.


Kakekku sebelum meninggal mangatakan hal yang tabu sulit di artikan apalagi aku baru berusia 10 tahun boro-boro ngerti yang kegituan kerjaanku hanya main kelereng ngejar layang-layang ehh... dapat wasiat peringatan tentang makhluk astral iya mana Abdi tau kan.


" Abdi.... kau harus bisa mengendalikannya sepertinya waktu sudah cukup dekat saat umurmu sudah memasuki masa remaja 17 tahun saat itu juga akan menunjukan jati dirimu " Aku hanya menangis melihat kakek yang semakin melemah hingga dia menutup usianya.


Namun dengan berkembangnya era globalisasi ini hal - hal tabu seperti itu seakan menghilang dan terlupakan bukan cuma aku tapi termaksud ayah dan ibu. Semenjak kematian nenek yang tak lama menyusul kakek, hanya berselang 1 tahun nenek bersama kami dan semenjak itu juga tak ada yang memingatkan kami akan hal-hal yang astral atau pun mitos-mitos yang tak boleh dilanggar.


Mainan zaman sekarang yang pasti adalah hp, orang lebih baik ketinggalan tas atau apapun kecuali benda satu ini hp.


" Abdi gue punya isu yang mencengkramkan tentang asrama ini " malam hari sebelum kami tidur.


" apaan sih lo, pasti ini tentang horor lagi " aku kesal dengan teman satu asrama . Vemo Lendota satu srama serta satu sekolahan, anak satu angkatan tapi beda kelas.


" Abdi... gak seru banget lo, ke dengeri ini cerita, seru tau " dia menaikkan alisnya mencoba meyakinkanku.


" Vem.. udahlah cukup lebih baik kita tidur " aku pergi meninggalkannya dan kembali ke ranjangku.


Aku orang yang termaksud paranoid ketakutan gak jelas jadi aku paling takut pergi sendiri kekamar mandi kalau malam hari. Makanya aku benar-benar risih kalau Vemo menceritakan hal-hal seperti meskipun faktannya masih di ambang-ambang.


.


.


Malam itu pukul masih menunjukan pukul 02:00 dini hari. Aku sangat enggan dan takut untuk beranjak namun air urinku tak sanggup lagi tertahan ini waktunya akan dibuang. Terpaksa aku pergi ke ranjang Vemo.


" Vem.... Vem... " aku menggoyangkan lengan Vemo namun tak sedikitpun dia berkutit " gila nih anak tidur apa mati sih udah dibanguni beberapa kali tapi dia gak bangun-bangun.


aku sangatlah tak bisa menahan air kencing ini lebih lama lagi. Aku perlahan melangkah ke kamar mandi yang tak jauh kamar asrama kami.

__ADS_1


Kamar mandi kami memiliki 4 pintu dan berderet seperti tempat bedengan.


Aku masuk ke kamar mandi pertama semuanya seperti sewajarnya namun saat akhir dan berniat menyiram aku mendengar suara percikan yang berasal dari kamar mandi sebelahnya.


" biiurr.... cipt... cipt... " ( suara air seperti di gayung lalu di guyurkan kelantai )


" kenapa jam segini masih ada orang pula " batinku.


Kamar mandi kami memang mempunyai 3 pintu namun satu bak mandi jadi ada sela dibagian bak mandi dan itu cukup untuk melihat mengintip orang yang sebelah.


Jantungku berdetak cepat sekali, keringatku mulai bercucuran namun kalau aku tak periksa siapa yang ada di sampingku mungkin seumur hidupku akan penasaran.


Aku mencondongkan kepalaku ke bak agar bisa melihat siapa yang disampingku. Saat sudah sampai mataku melihat namun disana tak terlihat satu orangpun, Sesaat aku mengingat kata-kata Vemo aku langsung berlari cepat ke ranjangku lalu menutup tubuhku dengan selimut.


" astaga.... aku mohon jangan sampai ini terjadi lagi,, aku benar-benar takut " aku semakin tenggelam dalam belenggu selimut seakan mendapat tempat yang aman hingga tertidur.


.


.


.


" Vem... " aku duduk disebelahnya.


" Lo Abdi " dia hanya menolehku lalu lanjut makan dengan nikmat.


" ada yang gue mau tanya " dia melirikku lagi


" soal ulangan harian... menyerah ajah beda soalnya " dia memang sok taunya luar biasa dan bacotnya itu langsung jeplok .


" ehh lo asal jeplok ajah tuh congor mana ada aku nanya soal ulangan harian, yang mau kutanya adalah yang sering lo ceritai itu " dia menatapku dan bola matanya mengarahkan ke atas alisnya dia naikan sempurna.


" cerita yang mana iya " astaga nih orang memang terlihat berbeda malam dan pagi. Kalau malam bawakannya cerita horor terus lalu kalau pagi dia akan jadi cowok tercuek sepanjang masa.


" Vem... cerita-cerita mistik itu lohhh... "


" oh... iya.. iya sorry gue lupa. Otak gue udah masih frustasi tadi habis ujian " dia cenggisan ala Vemo hanya dia yang seperti ini.

__ADS_1


" apa yang lo mau tanya " dia mengatakan lagi setelah selesai cengingisan.


" Lo tahu apa Hantu itu dan bagaimana rupanya "


" Abdi.... Abdi... kalau hantu itu banyak pengertiannya yang pasti itu seperti roh yang sudah meninggal namun belum mendapatkan naik ke atas untuk mendapatkan peradilan, itu sih yang gue tau "


" kalau bentuk hantu gimana "


" kalau ini sangat beragam tergantung wujut asli saat dia menjadi manusia taupun sesuai wujut akibat kematiannya terkadang ada hantu yang tangannya patah atau yang berumuran darah tapi banyak juga hantu tampan dan cantik sesuai wujut manusianya dulu dan sesuai keadaannya meninggal seperti serangan jantung itu kan tak merubah wujut luarnya "


" apakah kita bisa melihat hal seperti itu "


" kalau melihat sepertinya hanya orang-orang tertentu dan hal itu biasanya yang bisa hanya seorang Endigo "


" apa itu Endigo " aku merasa perna mendengar tapi aku tak tau apa itu Endigo.


" Yang benar saja kau Abdi masa Endigo saja tak tau " sedikit menaikan suara aku tau sekarang Vemo agak kesal dengan diriku.


" Aku memang tak tau, cepat beritahu aku apa itu Endigo "


" Endigo itu orang yang bisa melihat mahluk-mahluk itu dan seorang Endigo juga bisa berkomunikasi dan biasanya dijuluki punya indera ke 6 . Endigo sangat jarang dimiliki oleh orang-orang hanya sebagian orang yang ada dan biasanya kemampuan dari lahir ".


" oh... panjang juga penjelasanmu "


" kalau tentang ini mau dibahas bagaimana pasti tak memiliki ujung. oh iya kau mau tau kisah mistik asrama kita "


" lagi-lagi kau bahas itu "


" bukannya kau barusan tertarik dengan seperti itu an "


" perlahan biarkan aku mencernanya oke, sekarang sampai sini saja "


" aku tak mau, nanti malam aku akan ceritakan, masa cuma aku yang memendannya sendiri aku ingin berbagi denganmu "


" dasar kau "


"teng... teng " bunyi bel masuk kelas.

__ADS_1


__ADS_2