Hanzo Bayangan

Hanzo Bayangan
Aku Bisa melihat mereka


__ADS_3

Faisal nampak melihat sekitarnya dan dia melihat atas lalu dia melihatku pekat.


" Abdi lihatlah diatas, perlahan saja, ingat jangan teriak "


Perlahan aku melihat ke atas, saat aku melihat ada terlihat sosok yang duduk di kayu besar penyangga atap. Sosok seperti manusia dengan jubah putih panjang yang melayang-layang dan rambut panjang tetapi aku tak dapat melihat wajahnya karena jarak kami jauh.


Aku mulai mengerti hal-hal aneh itu mulai terlihat nyata, aku bisa melihat mereka, iya mereka bukan manusia.


Diriku bergetar melihat penampakan yang tak ku sadari adalah hantu yang sangat aku takuti.


" Jangan taku Abdi, mereka akan tau aura takutmu dan itu yang mengundang mereka " Faisal memegang pundakku hingga sekarang mataku tak lagi tertujuh keatas tapi sekarang kearah mata Faisal.


" Apa itu semua benar "


"iya "


Nafasku tak beraturan aku memandang Faisal dengan pandangan tak percaya.


" apa sih yang kalian bicarakan, kami tak mengerti " sahut Bima yang menatap kami berdua.


" sudahlah jangan berdebat, ayo kita mulai mainkan jalangkung ini " Vemo seakan tak sabar.


" gak... aku gak mau " langsung mata Bima dan Vemo mengarah padaku dengan tatapan membunuh.


" gak usah pengecutlah, lo Abdi " Bima terlihat sangat emosi.


" Fack you " Bima lagi-lagi mengumpat padaku lalu ditariknya kera bajuku.


" ini asrama, jangan sampai yang lain terganggu dan melaporkan kita pada ibu Asrama dan melaporkan ke kepala sekolah " Faisal melerai aku dan Bima.


Jujur rasa jengkelku pada Bima semakin besar tapi karena dia adalah teman Vemo dan Faisal aku harus bersifat lapang hati.


" baiklah, ayo lakukan. Jangan buat keributan "


" oke, coba dari tadi. "


Persiapan sudah selesai kini kami tinggal memainkannya.


" ingat jangan ada yang lari sebelum permainan ini benar-benar kita selesaikan "


" baiklah " jawab kami bertiga


*Jalangkung...


Jalngser...


Disini ada pesta kecil-kecilan


Datang tak di undang


Pulang tak diantar


Jalangkung...


Jalngser...


Disini ada pesta kecil-kecilan

__ADS_1


Datang tak di undang


Pulang tak diantar*


Kami diam sesaat kami melihat tak ada reaksi, jadi kami mengulang mantranya sekali lagi


Jalangkung...


Jalngser...


Disini ada pesta kecil-kecilan


Datang tak di undang


Pulang tak diantar


Beberapa saat boneka bergerak tak karuan.


"Tanyakan apa pertanyaan lo " sahut Faisal yang memandang kami.


"aku ingin tahu bagaimana dunia kalian, aku ingin kesana " Kami sangat terkejut dengan permintaan tidak masuk akan Bima.


Sesaat setelah itu kami melihat boneka itu menuliskan " baiklah " dan setelah itu kami seakan tertidur dengan posisi duduk melingkar dengan masih memegang boneka itu.


Namun kalian tau jiwa kami sudah berada diruangan yang gelap.


" kita harus tetap bersama jangan sampai ada yang berpencar " aku saja terkejut, aku tau Faisal sangat khawatir dengan keadaan kita.


Terlihat sekali bayangan roh-roh yang melayang-layang, Tak banyak juga yang menyerupai manusia.


" roh-roh itu hanya mempunyai batas waktu sebentar sebelum naik, sedangkan roh yang berwujud itu tergantung kekuatan. Semakin kuat maka wujudnya semakin terlihat jelas "


Berbicara dengan putus asa.


" Dari mana kau tau? " Vemo menatap Faisal sayup aku tak perna melihat Cowok cuek ini menatap temannya dengan tatapan itu


" aku mempelajarinya sejak aku mulai paham apa yang aku lihat " membalas tatapan Vemo seakan mengatakan aku malas berbicara tentang ini.


" sejak kecil kau bisa melihat ini " tambah Vemo seakan tak mau berhenti.


" Iya, sejak aku lahir aku bisa melihat seperti itu " tatapan teralih ke samping.


" pasti sulit " memegang pundak Faisal.


Tiba-tiba ada yang menerjang Abdi hingga dia terlempar dalam kegelapan.


" Abdi.... " Seru Faisal


" Abdi... " Seru Vemo


Kami melihat roh tinggi, besar berbentuk bayangan hitam dan aura hitamnya seakan membunuh mulai mendekat.


" Ayo kita cari Abdi " sahut Vemo yang khawatir serta taku dengan makhluk yang mulai mendekat.


" jangan dulu, jangan sampai kita berpencar.


Aku akan coba berkomunikasih dengan dia "

__ADS_1


Aku tau Faisal mengataka.n untuk menenangkan kami.


" kenapa kau melakukan itu pada teman kami " sekarang mengarah pada makhluk itu sedangkan kami dibelakangnya.


" Karena dia kuat, aku ingin bertartung padanya " suara beratdan menggema. Dia semakin dekat dengan Faisal


" Dia hanya manusia lemah, lepaskan dia dan biarkan kami pergi "


" dia sama sepertiku. Kuat aurahnya saja sudah tersebar.Dia pernah mengobrak-abrik tempat ini sebelumnya dan kau katakan kalau dia mahkluk lemah. Dasar manusia pembohong " Faisal di hempas kesamping hingga kami berpisah kini tinggal Bima dan Vemo terduduk karena takut.


Tapi makhluk itu hanya melewati mereka.


" Vem gimana dengan kita " Bisa bergetar ketakutan.


" Aku tak tau Bim, tapi sepertinya lebih baik kita mencari Faisal karena bagaimana pun dia lebih tau dari pada kita "


Kami berdua berjalan kearah dimana Faisal dilempar, disini sangat sulit yang terlihat gelap dan roh-roh yang berkeliaran.


" Bim itu Faisal, ayo kita lihat dia "


Setelah kami ada didekat Faisal yang masih tak sadarkan diri.


" Faisal... Faisal bangun " aku menepuk mukanya pelan untuk membangunkannya


" jangan-jangan dia mati Vem " muka takutnya semakin terlihat.


" Jangan sembarangan ngomong Bim. Faisal... " aku coba membangunkannya sampai dia terlihat sadar.


" eeehhhhhmmmmm " erangnya yang sepertinya kesakitan.


" your oke " tanya Vemo bahasa sok kerennya muncul yang gak tau benar apa gak.


" aku gak papa, ayo kita cari Abdi. Kita hurus keluar dari sini " bangkit berdiri.


" Gimana kita pergi saja " sahut Bima yang membuat Emosi Vemo dan marah yang tertahan terlihat jelas Dimukanya.


" Percuma bim, Frontal dunia kita tidak akan terbuka jika kita tak menyelesaikan hal ini "


" bukannya ini semua permintaan konyolmu Bima semua ini karenamu " Vemo melontarkan kata-kata itu karena dia tak bisa menahan emosinya lebih lama lagi.


Kami pun berjalan seakan meraba-raba karena gelapnya tempat ini menujuh Abdi tadi dilempar.


" Hei Hanzo jangan kau bersembunyi dalam tubuh lemah ini... keluar " mencekek Abdi melayang tak menginjak tanah sedangkan Abdi masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.


" Hanzo kalau kau tak keluar, aku akan menghancurkan tubuh manusia "


" jangan.... jangan... "


Saat kami lihat Abdi dicekek melayang seperti itu sontak kami mengatakan jangan...


" kau anak itu tadi, sangat mengganggu "


Aku merasa suaraku tak bisa dia dengar yang bisa didengar hanyalah suara Faisal hingga kini tangan satunya mencekek Faisal dan mengangkat Faisal. Kini posisi mereka sama bedanya Faisal sadar sedangkan Abdi tidak.


" lepaskan.... le.. pas... kan... " kata-kata Faisal semakin lama semakin terbata - bata, namun terlihat dia masih memberontak dengan mengayunkan kaki tak beraturan dan memegang tangan makhluk itu untuk mencegah cekekan semakin erat.


" apa yang harus kita lakukan Bima " aku menangis dan ketakutan melihat dua sahabatku mati didepanku.

__ADS_1


__ADS_2