
Bila kau tak bisa menggegamnya maka kau yang akan digenggam dibawah kebelenggu malam.
Malam di asrama
Vemo datang ke ranjangku
" Abdi.... ayo kita teruskan. biar kamu tau lebih banyak dunia tak terlihat " menatapku tajam penuh akal muslihat dan akhirnya di ikuti senyum sumringa yang picik.
" lanjuti apaan sih... pasti lo mau bahas tentang hantu asrama ini kan " memalingkan wajah dan pandangan mata kesamping.
" ayolah Abdi, gak seru banget.Kita nih sebagai cowok harus berani " gayanya yang belagak itu.
" apanya yang mau diberanikan kita ini lagi bahas hantu yang tak berwujut bukan melawan sesama manusia " agak kesal dia menganggapku seakan aku ini cemen.
" samalah itu hitungannya "
" udahlah kita tidur ajah " setelah aku katakan begitu langsung ada dua orang datang iya termaksud anggota asrama namun aku tak mengenalnya.
" perkenalkan Abdi ini Bima temen sekelas gue, dan ini Faisal adik tingkat kita. Faisal juga termaksud orang indigo loh ".
Aku mulai tertarik karena yang dikatakan Vemo tentang indigo sudah ada bentuk nyatanya .
" benarkah kau seorang Indigo " seruku pelan dan tatapan masih tajam menatapnya dan memperhatikan seluruh badannya.
" iya aku bisa melihat yang seperti ituan " membalas tatapanku dengan pekat.
" aku melihatmu tak ada yang berbeda dengan yang lain, bagaimana aku bisa tau kau benar-benar indigo "
" baru kali ini aku diragukan seperti ini. baiklah sekarang apa yang ingin kau tau dariku seorang indigo "
Aku melirik seluruh ruangan kamar asrama ini lalu mendekat ke Faisal memelankan suara.
" apakah ada makhluk seperti itu disini " aku memeluk bantal yang ada dipangkuanku terus menatap Faisal.
" bukan cuma di ruangan ini ada juga dalam dirimu " dengan nada pelan mengarah ke telinga Abdi
" shittt.... Anjing lo, jangan nakut-nakuti gue " nada tinggi serta kaget yang amat sangat.
" woyyu... Abdi suara lo, gue mau tidur " suara dari anak lain yang merasa terganggu dengan suara tinggi gue tadi.
" woy Faisal, udahlah jangan kelewatan bercandanya. Udah tau Abdi orangnya paranoid " tambah Vemo yang merasa ini sudah berlebihan.
" aku gak bercanda, itu benar walaupun aku gak tau wujudnya yang kulihat aura hitammu semakin pekat. Sepertinya itu adalah bawahanmu "
" Bawahan apa sih. Aku gak perna bawah apa-apa, terlebih masalah yang seprti itu "
" sudahlah bila aku jelaskan semakin mendalam di jam segini bukannya itu akan mengundang mereka " Faisal memperlihatkan jam yang ada di tangan menunjukan pukul 11:37 malam ".
" Faisal benar lebih baik kita tidur " tambah Bima teman Faisal.
" iya ". Kami akhirnya bubar dan kembali ke ranjang masing-masing.
Malam itu
Ditempat yang gelap
__ADS_1
" kau ini tidak bisa diam iya " suara berat terdengar namun tak ada seorangpun terlihat.
" siapa lo... " menoleh ke sekitar
" lo tanya due siapa? bukannya lo tau siapa gue " aku semakin bingung apa yang dikatakan suara tak berwujud ini.
" jangan main-main. siapa lo.... "
" hahahaa.... gue adalah lo dan lo adalalh gue " apa nih kok makin bingung gue.
" apa maksud lo "
" ahhh... wujud gue yang sebenarnya benar-benar lemah, bodoh dan penakut. Iya ini gue yang ada dalam diri lo "
Tiba - tiba ada bayangan gelap menerpah wajahku dan memperlihatkan wujud seperti diriku sendiri.
Aku melangkah mundur saat dia ada didepan gue.
" siapa lo... ? kok lo mirip banget sama gue? "
" gue adalah lo dan lo adalah gue "
" gak.... gak... gue iya gue "
" Abdi.... abdi.... bangun.... bangun.... " Agung teman yang ranjangnya disampingku.
" Agung... "
" lo tadi teriak-terik gak jelas kayaknya lo mimpi "
" benarkah... sorry gue udah ganggu lo " posisiku terduduk yang tadinya tidur.
" sekali maafkan aku Agung sudah mengganggumu " aku beranjak dari ranjang menujuh meja yang tak jauh dari kamar kami yang dikhususkan untuk tempat meletakan minum kami agar kami tidak jauh-jauh ke dapur umum.
Saat aku ingin minum, aku melihat sosok perempuan berambut panjang dan memakai gaun putih selutut dia membelakangiku. Aku merasa heran kenapa ada perempuan di asrama laki-laki, dengan memberanikan diri aku bertanya padanya.
" se... sedang apa kau? " dengan sedikit terbata-bata.
Namun dia tak menjawab aku perlahan melangkah mendekat dengannya dan memegang pundaknya.
" siapa kau...? "
" aku tak mau di ganggu Hanzo " suaranya bergetar menggema sesaat aku sangat takut.
Dia perlahan menoleh, aku sangat terkejut mukanya penuh bercak darah sayatan.
" haa.... nnn.... tu... " aku langsung melangkah mundur dengan cepat lalu lari ke ranjangku. Ku tutup seluruh badanku dengan selimut, ku benamkan kepalaku ke bantalku.
Dengan rasa takutku aku berusaha menengkan diri dengan terus mulutku melantunkan doa.
" apa ini... apa aku sedang bermimpi lagi. Aku sangat takut " setelah ketakutanku itu beberapa saat kemudian aku tertidur lagi hingga pagi.
.
.
__ADS_1
Di kamar mandi sedang antri mandi
" Vem... aku melihat sesuatu yang aneh " Vemo menaikan alisnya merasa bingung tidak mengerti arah pembicaraanku.
" melihat apa sih Abdi "
" hantu".
" ehhh.... ini sudah pagi, sesi horornya telah berlalu kawan " cenggisannya muncul di pagi yang cerah ini
" aku serius "
" beneran lo, atau lo halusinasi akibat kata-kata Faisal yang buat lo paranoid banget " mencoba berpikir positif.
" enggak Vem... itu nyata. Sumpah itu nyata banget " aku menatap tajam ke arah Vemo.
" Gini ajah. Nanti disekolah kita bahas, sama Faisal juga soalnya kata-kata dia masih banyak membingungkan "
" iya Vem... aku juga satu pemikiran sama lo. Apa lagi setelah kejadian tadi malam "
.
.
Aku teringat-ingat dengan hantu perempuan itu sebelum dia menoleh dia mengatakan
" aku tak mau diganggu Hanzo " kenapa hantu itu mengatakan aku hanzo atau hantu itu salah mengenali orang. eehh..... gak masuk akal.
.
.
Di kantin
Sudah berkumpul
Aku, Vemo, Bima juga Faisal
" Faisal ada yang mau aku tanyakkan padamu " menatap Faisal dengan resah
" tanyakan saja Abdi "
" Faisal kenapa gue bisa ngelihat hantu " mata Faisal membelalak terlihat sekali dia sangat terkejut dengan kata-kataku.
" Abdi kau lihat jalan menujuh belakang gudang itu, ada yang kau lihat "
Aku melihat apa jala. menujuh belakang gudang, tak ada apa-apa disana iya hanya jalan biasa.
" jalan biasa " Faisal membuang nafas pelan
" kapan kau melihat hantu "
" tadi malam "
"sejauh ini lo gak bisa lihat hantu, kenapa gue ngomng ke gitu. Jalan Menujuh belakang gudang itu ada roh paman yang berdiri menghadap dinding makanya aku ngomong kamu gak bisa lihat hantu karena kamu gak bisa lihat itu "
__ADS_1
" tapi serius gue bisa ngelihat hantu, dan gue yakin itu hantu bukan manusia. Gue gak bohong sama kalian, percaya sama gue "
" Abdi... tenang dulu jangan emosian gitu " Vemo mencoba menenangkanku.