Hanzo Bayangan

Hanzo Bayangan
Sang Indigo


__ADS_3

Aku bukan pembohon ataupun juga itu bukan imajinasi.


" tapi ada yang aneh tentang lo Abdi " Faisal manatap pekat diriku dan perlahan mendekat hingga tepat di hadapanku


" aneh gimana " aku merasa risi Faisal yang terus mendekat dan menatapku begitu.


" bayangan hitam lo yang gue lihat tadi malam gak ada " mukanya yang bingung membuat aku juga merasa bingung namun aku tak tau apa yang aku bingungkan.


" bayangan gimana sih Faisal " tambah Vemo yang memang dari tadi malam sangat penasaran dengan kata-kata sang indigo yang terpotong karena sudah larut malam.


" aku melihat ada bayangan hitam pekat dalam diri lo Abdi, bayangan itu tersegel dalam diri lo dan sepertinya bayangan itu gak bisa keluar " menatap tubuh Abdi dengan serius.


" lo kira gue naruto yegel-yegel rubah gitu dalam diri gue " sedikit tersenyum karena semua seakan permainan drama kartu kesayangan gue.


( naruto adalah serial kartu jepang kesukaan gue) .


" bisa ajah seperti itu, yang pasti gue belum paham dan baru ini gue bertemu kasusnya seperti lo"


" tapi Faisal gimana dengan orang yang melihara makhluk halus seperti kata orang endang... endang gitu. Kayaknya hampir mirip juga gitu " tambah Bima yang sepertinya pengetahuannya tentang hal itu lebih baik dari gue.


" Beda Bim kalau yang seperti itu harus ada perantaraannya seperti benda untuk makhluk itu bersemayam. Gak bisa langsung menetap dalam tubuh manusia. Jika makhluk itu terus bersemayam ditubuh manusia terkadang dia akan mencoba mengambil alih tubuh itu dan terjadilah yang disebut kesurupan "


" kenapa sangat banyak pembahasan tentang ini sih, semuanya aku gak mengerti " gertakku kesal.


" bagaimana kita main jalangkung, kata orang itu bisa membawah kita ke alam mereka dan itu bisa membuat jelas " jelas Bima


" jangan... jangan... iti sangat berbahaya, bila kita tidak melakukan dengan benar maka kita tak dapat kembali " aku sesaat merasa ragu dengan rencana Bima yang semula sebagai cahaya terang atas rasa keingin tahuan kami.


" kita akan lakukan yang benar. Apalagi kan ada lo Faisal yang bisa berkomunikasi dengan makhluk seperti itu " seru Bima yang tak mau kalah berpendapat.


" iya benar kata Bima.. Faisal " tambah Vemo iya dia memang sangat semangat kalau tentang ini.


" apa kita tak terlalu ceroboh, Faisal telah mengatakan itu bahaya " aku tak mau melangkah terlalu jauh.


" ayolah kawan, ini lah yang membuat hal seperti itu menarik " Bima melingkarkan tangannya ke leherku.


" lepaskan, berat dirimu. baiklah " Setelah Bima melepaskan tangannya.


" oke nanti kita kumpul setelah absen malam gimana? " ide Vemo.


" iya " kami bertiga menjawab.


.

__ADS_1


.


Dikelas


Aku terus berpikir tentang hal itu, terkadang aku melamun.


" hey... " suara mengejutkan dengan tiba-tiba membuat ku terkejut.


" sial lo Ca, ngageti gue ajah. Gimana tadi kalau gue ngumpat, isi kebun binatang bisa keluar semua dan ratu durga didepan bisa nelan gue hidup-hidup " kesal dengan kelakuan teman satu bangku gue. Namanya Caca Vacota , cewek imut berbadan munyil namun mulutnya emmmhhh gak bisa diam sedikitpun.


" lo kok di, melamun terus "


" Ca panggilan lo tu buat gue naik darah. emang susah iya manggil gue Abdi " gue makin kesal sama nih anak, hampir ajah dia mau gue tonjok tapi gue ingat dia nih cewek.


" iya kan singkat kalau gue panggil di, panggilan sayang " sambil tersenyum manja.


" siapa yang mau dapat panggilan sayang lo, cewek cerewet dan pendek " menekankan kata itu.


" Yang dibelakang,,, apa yang kalian obrolkan " seru Dewi durga melerai perdebatan tak penting kami.


Dewi durga yang aku sebut sebenarnya namanya Ibu Hana guru Bahasa Inggris namun dia sangat menjengkelkan gimana enggak selalu yuruh kami nyatat lalu diberi tugas sebanyak enggak yang lebih nyebeli kami disuruh maju ke depan jawab soal plus bacai pake Bahasa Inggris.


Karena hal itu dia dapat predikat Dewi Durga dari gue.


Kami langsung duduk dengan posisi tepat, menghadap depan arah papan tulis dengan mulut diam.


.


.


" iya udalah Ca. Lupai ajah, kan udah berlalu "


" thanks "


" sok inggris lo. mentang-mentang habis ditergur dewi durga " kami tertawa bersama lalu Caca berlalu pergi.


" cie... cie... siapa tu " seru Vemo yang melangkah mendekat dari dalam bersama Faisal.


" apaan sih cie.. cie... " kamipun pulang bersama.


.


.

__ADS_1


Jam menujukan 9:30 saatnya absen malam. Aku terakhir semuanya sudah ke depan untuk absen, ehhh tapi enggak ada anak seumuran ku berjalan membelakangiku mengarah tempat jemuran yang cukup gelap.


" hey... ayo absen " seruku padanya namun dia menghiraukanku terus maju kedepan kearah jemuran, semakin gelap hingga dia tertelan gelamnya malam dan tak terlihat lagi oleh mataku .


" sudahlah, mungkin ada yang mau diambilnya. lebih baik aku duluan " batinku


Saat aku sampai, absen langsung dimulai.


Kami semua berjumlah 53 siswa dan semuanya akhirnya telah di absen.


" tunggu... kalau semuanya ada disini. siapa cowok yang aku lihat ? yang menghilang dibelunggu malam " membuat aku semakin takutt sendiri.


" kenapa muka lo Abdi " saat aku dan Vemo jalan menujuh kamar asrama.


" nanti gue ceritai "


.


.


Berkumpulah kami di ranjang Vemo karena ranjang Vemo cocok soalnya bagian paling ujung.


" gue gak dapat boneka jalangkungnya, jadi gue ganti dengan karya gue ini " menunjukan lilitan lidi yang cukup banyak berbentuk salib namun ditempel muka pake kertas serta di ikatkan pensil dibagian bawahnya.


" cukup kreatif... " seru Vemo lalu menganguk-anguk menatap maha karya Bima.


" udalah lebih baik kita mulai " tambah Faisal.


" tunggu Faisal, Abdi mau cerita sebelum kita mulai " mereka bertiga menatapku


" cerita apa " tanya Bima.


" baiklah akan aku ceritakan. Tadi pas aku mau absen aku melihat cowok satu umuran, pokoknya sebaya dengan kita. Dia pergi kearah jemuran sana menghilang masuk dalam daerah gelap. iya aku pikir itu salah satu anggota Asrama namun saat selesai absen aku sadar dia bukan manusia "


" serius lo Abdi " tambah Bima yang tak percaya


" Tunggu Abdi. kalau gue perhatii bayangan lo itu kelihatan lagi "


" bayangan lagi yang lo bahas Faisal. kemarin siang katanya gak ada " aku merasa kesal dengan jawaban Indigo yang berubah-rubah.


" gue tau semua yang gue omongi pasti kalian agap gak logis tapi memang semua kalau tentang dunia lain itu pasti gak logis " menatap kami dengan pekat


" Benar kata Faisal semua yang ingin kita ketahui semuanya dari kata logis. Jadi kita harus coba percaya apa yang dikatakan Faisal soalnya cuma dia yang mengerti lebih banyak tentang hal itu " Vemo mencoba meyakinkan kita.

__ADS_1


" Coba kita tes mata lo " kata ini membuat aku ternganga. astaga gue mau di tes. Gimana gue kalau benar-benar bisa lihat hantu.


jangan lupa like, comen and vote.


__ADS_2