
Saarr...
Tes...tes..
Suara shower kamar mandi yang perlahan dimatikan.
"Oppaaa...! Apa kau lupa beli sabun lagi hari ini?" Teriak seorang wanita dalam kamar mandi.
"Aku sudah beli tadi siang.." Balas seorang pria yang asik dengan game di ponselnya.
"Kau taruh dimana? Tidak ada disini!" Ucap wanita itu lagi
"Disitu, diatas meja!" Jawab pria itu.
"Meja mana? Aku sudah didalam kamar mandi sekarang! Oppa cepat ambilkan atau aku bisa mati kedinginan disini."
Kata wanita itu membuat pria yang mendengarnya langsung menaruh ponselnya dan berlari menuju meja mengambil sabun dan mengetuk pintu kamar mandi.
Tok..tok..tok
Wanita itu hanya membuka pintu sedikit dan menjulurkan tangannya.
"Mana?" Tanyanya
"Apa aku tidak diajak masuk? Ayo kita mandi bersama." Ucap pria itu excited.
"Apa katamu? Cepat kemarikan sabunnya." Balas wanita itu yang kini memunculkan wajahnya yang basah dari balik pintu.
"Ayolah aku ingin ikut.." rengeknya
"Tidak..! Kemarikan sabunnya, atau aku bisa mati kedinginan disini oppa."
"Kalau aku ikut, kau tidak akan mati kedinginan."
"Anii... mungkin lain kali, tidak hari ini eng..." Jawab wanita itu sudah sedikit malu.
"Ahh palliwaa.." rengeknya sambil mendorong pintu tanpa tenaga, berniat menggoda.
"Aniyaa." Ucap wanita itu sambil mendorong balik pintu dan berhasil merebut sabun dari pria didepannya, kemudian mengunci pintu kamar mandi.
Tingkah wanita itu membuat pria yang dipanggilnya oppa menjadi tertawa geli.
Beberapa menit kemudian wanita itu keluar dari kamar mandi dengan piama oversize dan tentu saja tanpa menggunakan pakaian dalam, karena setelah mandi ia akan langsung tidur.
"Ya Jungkook sii! jika kau lakukan seperti itu lagi akan ku tendang kau dari tempat ini." Kata wanita itu pada pria yang ia panggil oppa tadi.
"Bukankah kau terlalu kejam pada kekasihmu Kim Naya sii?" Balas Jungkook.
Kim Naya dan Jo Jung Kook adalah sepasang kekasih sejak mereka diperguruan tinggi Jika dihitung mereka menjadi sepasang kekasih sudah 3 tahun lamanya, namun mereka baru memutuskan untuk tinggal bersama setelah lulus 2 tahun yang lalu. Mereka menyewa apartemen sederhana yang berisi 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, mini kitchen, ruang tamu ukuran sedang, balkon dan tempat jemur.
Saat pertama baru lulus Naya masih bekerja paruh waktu menjadi pelayan restoran sedangkan Jungkook diterima di perusahaan yang cukup besar membuat mereka tercukupi, namun tak bertahan lama Jungkook memilih resign dengan alasan tidak mau dalam tekanan, saat itu pula Naya dan Jungkook sempat bertengkar hebat sebab pemasukan mereka waktu itu sangat sedikit gaji Naya yang tak seberapa harus dibagi untuk biaya sewa dan biaya kehidupan mereka berdua.
Tapi Naya memilih mengalah dan tak memperdebatkannya lagi, kemudian dia ikut tes perekrutan karyawan baru disalah satu perusahaan besar di Korea dan akhirnya diterima dengan gaji yang lebih besar daripada sebelumnya.
Saat ini dia masih bekerja di perusahaan yang sama, sedangkan Jungkook masih belum mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya.
Hari ini Naya pulang sedikit larut karena haus lembur, sampainya dirumah ia langsung mandi dan selesai mandi dia membaringkan tubuhnya diatas ranjang yang empuk sambil memejamkan mata.
"Kau sudah mau tidur?" Ucap Jungkook yang kini ikut berbaring setelah tadi sedikit berdebat tentang sabun.
"Eng..." Jawab Naya bergumam
"Kenapa tadi aku tidak boleh masuk?"
"Sudah ku bilang tidak hari ini."
"Ah waeee... Kalau begitu sekarang disini." Kata Jungkook yang kini sudah memeluk Naya erat dan wajahnya sudah tengelam di leher Naya.
"Oppa! Jangan lakukan. Aku lelah hari ini."
"Aku yang akan bermain kau diam saja."
"Oppa jaebal, aku sedang tidak ingin." Kata Naya yang kini berubah serius.
Jungkook yang mendengar itu kini merubah posisi Naya menjadi berhadapan dengannya.
"Kenapa? Apa ada masalah di kantor?" Tanya Jungkook
"Genyang..." Naya berhenti dan menatap Jungkook
"Kenapa?"
"Kau harus janji tidak akan marah padaku."
"Ada apa?"
"Janji dulu."
"Ok, janji."
"Jadi, ada sebuah proyek besar yang sekarang aku kerjakan dan jika aku berhasil, aku akan dipromosikan."
__ADS_1
"Lalu kenapa aku harus marah? Bukankah itu bagus."
"Jika aku dipromosikan dan berhasil pasti jabatanku juga lebih tinggi begitu pula gajiku." Ucap Naya ragu-ragu karena dia tidak pernah membahas tentag gaji atau pekerjaan jika bersama Jungkook.
"Apa aku berhenti saja?" Lanjut Naya
"Kenapa berhenti? Lanjutkan saja, Itu bagus untuk karirmu, kau juga pantas mendapatkannya. Asal tidak membuatmu lelah dan melupakanku maka akan aku doakan semoga proyek yang sedang kau jalankan berhasil." Kata Jungkook sambil mengelus rambut Naya.
"Oppa..."
"Jangan memandangku seperti itu, aku akan mendapat pekerjaan yang gajinya nanti akan lebih besar dari gajimu." Ucap Jungkook percaya diri namun sambil bercanda.
"Bukan begitu maksudku.."
"Maksudmu aku tidak bisa mendapat pekerjaan yang seperti itu?"
"Anii.."
"Kalau begitu berhentilah bicara dan tidurlah." Suruh Jungkook
dan sekarang tangan Jungkook mulai meraba perut Naya menuju bagian atas, namun berhasil dihentikan.
"Oppa! Aku ingin tidur.."
"Tidurlah.."
"Tapi apa yang kau lakukan membuatku tidak bisa tidur."
"Baiklah, begini saja... Eottoke?" Jungkook yang kini merangkul Naya dalam pelukannya, membuat Naya tertidur di dada lapangnya.
"Eng.." gumam Naya setuju.
Keesokan paginya Naya meninggalkan Jungkook yang masih tertidur pulas di atas ranjang, mencium kilas bibirnya dan meletakkan note diatas ponselnya.
Sebelum melangkah keluar pintu Naya berdoa semoga hari ini dia beruntung. Kemudian melangkah pergi.
***
Sesampainya di gedung perusahaan Naya menaiki lift menuju lantai 5 tempat ia bekerja. Saat lift hampir tertutup seseorang mencegah sehingga pintu lift kembali terbuka.
Terlihat sesosok pria tampan menggunakan stelan jas hitam rapi, namun ia tidak menggunakan nametag yang menandakan bahwa ia karyawan disini.
Naya membungkukkan sedikit badan untuk memberi salam, namun salam tak dibalas oleh pria itu.
"56." Ucap pria itu
"Nae?" Tanya Naya
"Oh, nae." Balas Naya menekan tombol lift lantai 56
Ting...
Sampai dilantai 5 dan saat pintu terbuka Naya langsung melangkah keluar sambil bergumam.
"Au.. nappeun nom..."
(Nappeun nom - pria buruk)
Naya pun membuka pintu ruangan dan dikejutkan oleh beberapa karyawan.
"Chukahe..."
"Selamat Naya ssi."
"Selamat atas keberhasilan proyek mu, dan promosimu."
Mendengar itu membuat Naya terkejut gembira.
"Jinca! Astaga benarkah?" Ucap Naya tak percaya.
"Aku iri padamu Nay. Selamat ya" Kata salah satu seniornya
"Anii eonni, gumawo.."
"Lee Bujangnim ingin bertemu denganmu, kau sudah ditunggu."
"Nae, aku pergi dulu."
Naya pun berjalan menuju ruangan kepala devisi.
"Selamat pagi Bujangnim, anda ingin bertemu dengan saya?"
"Oh Naya ssi, Selamat atas keberhasilan proyek mu."
"Nae, Gamsahamnida."
"Untuk promosimu, kau dipromosikan sementara untuk menjadi sekertaris Choi Sajangnim. Selamat..."
"Promosi sementara?"
"Iya, sementara kau akan menjadi sekertaris CEO Choi sampai tempatnya terisi, namun jika kinerjamu bagus, itu akan menjadi promosi tetap."
"Bujangnim, apak..."
"Tidak perlu khawatir, gaji sekertaris CEO bisa 3x lipat dari gajimu yang sekarang."
__ADS_1
"Tidak, bukan itu maksudku. Tapi.."
"Sudahlah kemasi barang-barang mu dan pergi ketempat barumu lantai 56."
"Ah, baiklah terimakasih."
Naya pun pergi mengemasi barang-barangnya dan menuju lantai 56. Dalam lift Naya berfikir, tugas sekertaris lebih berat dari tugasnya biasanya. Apa dia masih bisa pulang tepat waktu? Bagaimana kalau Jungkook bosan dirumah saat dia tidak ada? Apa weekand masih ada waktu libur?
Apa dia siap? Tepat saat dia melamun pintu lift terbuka, siap tidak siap harus siap.
Naya melangkahkan kaki menuju mejanya didepan pintu ruangan CEO yang sangat besar dan lebar.
Setelah meletakkan barangnya Naya kini mengetuk pintu dan membuka pintu berniat memberi salam kepada atasan barunya. Choi Sajangnim.
Naya melihat ruangan yang begitu besar dan indah semua tertata rapi warna senada sangat elegan.
Seseorang duduk disana memunggungi Naya, papan nama bertulisan 사장 최태헹 (Direktur utama Choi Taehyung)
"Selamat pagi Choi Sajangnim." Sapa Naya sambil membungkuk 90 derajat. Saat Naya bangkit betapa terkejutnya dia melihat bahwa Choi Sajangnim adalah pria yang ia temui di lift tadi dan dia baru ingat lantai 56, ternyata Choi Sajangnim yang ia katai tidak punya sopan santun.
"Hari pertamamu, tapi kau sudah terlambat." Ucap Taehyung, membuat Naya tertunduk
"Jesunghamnida Sajangnim. Saya baru saja mengetahui bahwa saya dipromosikan sebagai sekertaris anda, jadi.."
"Kim Biseo, kenapa kau bicara pada lantai?" Katanya yang tidak diduga sekarang berada tepat di depan Naya.
"Nae?" Menatap Taehyung sebantar kemudian menurunkan kembali pandangannya.
"Kau takut menatapku? Bagaimana bisa kau jadi sekertaris ku kalau menatapku saja tidak berani. Lalu jika ada klien apa kau juga seperti ini?"
Mendengar hal itu Naya menatap Taehyung dengan berani dan mengulangi kalimat minta maafnya.
"Jesunghamnida Sajangnim. Saya baru saja mengetahui bahwa saya dipromosikan sebagai sekertaris anda. Maaf jika saya terlambat." Dan terakhir dia membungkuk kembali.
"Gadis pintar." Ucap Taehyung sambil mengelus pucuk kepala Naya membuatnya terkrjut heran.
"Mulai sekarang kau adalah milikku." Lanjutnya
"Apa maksud anda "miliku" Sajangnim?" Tanya Naya
"Aku sudah lama menantikanmu Kim Biseo dan ternyata aku baru sadar kalau kau sudah didekatku selama ini. neon naekkeoya." Taehyung melingkarkan tangannya ke pinggang Naya yang membuat mereka menjadi sangat dekat.
"Jesunghamnida Sajangnim, apa yang kau lakukan." Ucap Naya mencoba menjauh dengan mendorong Taehyung tapi malah pelukannya semakin erat.
"Kenapa? Kau sudah lupa denganku Kim Biseo? Coba tatap aku."
"Sajangnim, jeonen.." ucap Naya mulai takut
"Wae!! Apa ini adil?! Kau bisa melupakan apa yang pernah kau padaku. Tapi aku tidak bisa melupakan itu. Wae!!"
"S-sajangnim..."
"Kenapa? Kau takut? Ini hanya gertakan Kim Biseo, aku bahkan belum bermain." Ucap Taehyung yang kemudian mencium Naya kasar.
Naya mendorong Taehyung sekuat tenaga sehingga melepas ciumannya.
"jesunghamnida Sajangnim." Ucap Naya sedikit membungkuk dambil menutup mulutnya dan berbalik ingin pergi meninggalkan ruangan. Namun Taehyung berhasil menahannya.
"Jesunghamnida! Jesunghamnida! Kau terlalu banyak minta maaf Kim Biseo. Aku tidak butuh itu sekarang." Ucap Taehyung menggapai tangan Naya
"Apakah sopan pergi begitu saja saat atasanmu belum selesai..." Lanjutnya yang sekarang berhasil memeluk Naya kembali
"Tolong lepaskan aku Sajangnim, ini sudah melewati batas."
"Tapi ini adalah ruanganku tiada batas untukku dan kau adalah milikku." Ucap Taehyung yang kemudian mendorong Naya keatas sofa dan menaikkan kedua tanggannya dan bermain dengan bibirnya, memberi banyak tanda di lehernya.
Selanjutnya Taehyung bermain dengan juniornya bersama Naya yang sebenarnya sudah banyak penolakan darinya, namun Taehyung pria yang tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan.
Dalam permainannya, Naya sempat memanggil Jungkook dalam desahannya.
"Bukan Jungkook sayang, Taehyung... Sebut namaku dengan benar, Taehyung ahh." Kata Taehyung saat mendengar Naya memanggil Jungkook.
Beberapa jam kemudian, setelah aktivitas itu selesai Naya hanya bisa menangis dan minta maaf.
"Hiks.. Jungkook a, mianhe.. hiks..mianhe Jungkook a.."
Merasa sudah kuat kembali Naya bangkit dan merapikan pakaian serta rambutnya yang berantakan.
"Sajangnim, anda tau apa yang anda lakukan ini salah... saya bahkan sudah memiliki kekasih, jika anda memiliki masalah pribadi dengan saya, bukankah kau cukup bijak Menyelesaikan masalah daripada melakukan hal keji seperti tadi?"
"Baru kekasihkan bukan suami." Balas Taehyung menatap Naya
"Dan ya, hal keji yang kau bicarakan, kau juga menikmatinyakan. Pasti aku lebih hebat darinya." Lanjut Taehyung
"Sajangnim!... Hari ini dan Detik ini juga saya menggundurkan diri!"
"Kenapa terburu-buru kau baru saja masuk, dan bukankah kekasihmu masih pengangguran, bagaimana kau bisa hidup tanpa uang? Ingat kau tidak bisa lari dariku, neon naekkeoya."
"Anda tidak perlu ikut campur masalah saya. Lalu apa bisa saya tau, apa salah saya pada anda?"
"Kau masih belum paham juga." Kata Taehyung kemudian menarik Naya menghadapkannya ke cermin besar sehingga memantulkan bayangan mereka berdua.
"Sekarang lihat didepanmu, siapa yang mossaenggin dwaeji." Ucap Taehyung membuat Naya terkejut dan menatap Taehyung terdiam.
(mossaenggin dwaeji - babi jelek)
__ADS_1