Happiness| Pria Masa Lalu

Happiness| Pria Masa Lalu
Masalah dan Masa lalu


__ADS_3

Taehyung melihat Naya yang menatapnya dan meneteskan airmata.


"Kenapa? Oh, apa kau sudah ingat?" Ucap Taehyung


"Mianhe..." Kata Naya lirih sambil menundukkan kepala dan menangis.


"Mianhe Taehyung a..." Lanjut Naya dalam tangisnya.


"Kenapa baru sekarang? Kemana kau 7 tahun lalu?" Balas Taehyung


"Kau terkejut bukan? Aku menjadi seperti ini karenamu, terimakasih atas luka yang pernah kau beri. Setelah sekian lama akhirnya aku bisa menemukanmu lagi, Kali ini tidak akan ku biarkan kau lari." Lanjut Taehyung


"Saya permisi Sajangnim." Kata Naya yang kemudian keluar ruangan.


Dengan keadaan berantakan Naya keluar dari gedung kantornya dan berjalan pulang, ya berjalan...


Padahal jarak apartemen dan kantor cukup jauh jika jalan kaki memerlukan waktu kurang lebih 1 jam. Naya berjalan sembari menenangkan diri sebelum bertemu Jungkook, memilah kata dan mengatur ekspresi agar dia tidak khawatir.


Dalam perjalanannya pulang Naya mengecek isi tasnya mencari benda pipih yang digunakannya untuk mengirim pesan, namun nihil ponselnya tidak ditemukan. Naya baru saja ingat dia lupa membawanya setelah sarapan, sekarang pukul 19:03 waktu Korea, perjalanan lebih lama dari dugaan.



Sampai akhirnya Naya sampai didepan pintu apartemennya, mengatur nafas dan ekspresi.


"Huft..."


Tit..tit..tit..


Ceklek..


"Aku pulang.."


"Oh, kau sudah pulang.. aku tadi memasak, apa kau sudah makan?"


"Ani genyang..."


"Hah, baguslah... Aku ingin mengabari mu tapi ponselmu tertinggal. Kau tidak sadar?"


"Eng, dikantor sangat sibuk sampai aku lupa kalau tidak membawa ponsel, heheh."


"Bagaimana proyek yang kau kerjakan?"


"Diterima."


"Wah, Daebak! Kita harus pesta malam ini. Promosi? Bagaimana dengan promosimu?"


"Aku diangkat menjadi sekertaris CEO."


"Heol, Jinca Daebak! Wahh.." ucap Jungkook kemudian memelukku erat.


"Chukahe.." bisik Jungkook


"Gumawo oppa."


"Aku mandi dulu ya, nanti kita makan bersama." Lanjut Naya


"Nae, palliwaa.." jawab Jungkook


Setelah Naya masuk kamar mandi Jungkook menuju kamar dan mencium semua parfum milik Naya maupun miliknya. Namun tak ada bau yang sama dengan bau yang menempel di pakaian Naya.


Beberapa menit kemudian mereka makan bersama



"Hemm, massita.." ucap Naya memuji makanan Jungkook.


"Benarkan, aku memang berbakat."


Saat makanan sudah hampir habis Jungkook langsung to the point menanyakan pada Naya.


"Apa kau beli parfum baru?"


"Ha? Tidak."


"Lalu kenapa bajumu yang tadi baunya berbeda dengan parfum yang kau miliki?"


"Benarkah? Mungkin tadi aku salah menggunakan parfum milikmu." Jawab Naya


"Aku tidak punya parfum yang baunya seperti itu."


"Emm ... mungkin karena tadi aku pulang berjalan jadi banyak..."


"Apa? Kau pulang berjalan? Apa kakimu baik-baik saja?" potong Jungkook.


"Anii genyang.." ucap Naya melihat tumitnya yang luka.


"Ya! Lain kali jangan coba-coba berjalan lagi, mana kulihat kakimu."


"Aigoo..." Lanjut Jungkook


Melihat Jungkook yang khawatir terhadapnya, membuat Naya mengingat kejadian tadi siang bersama Taehyung, kini Naya menangis.

__ADS_1


"Hiks... Mianhe oppaa, jinca mianhe...hiks.."


"Kenapa minta maaf? Apa sesakit itu, sudah jangan menangis."


"Mianhe...hiks.."


"Sudahlah sekarang kau istirahat saja, pasti kau lelah kan berjalan jauh. Sudah jangan menangis, kalau sampai tikus-tikus disini dengar, dia akan menghampirimu dan menggigit kakimu."


"Hahah...Oppa kira aku anak kecil ha, mana ada tikus di sini."


"Siapa tau.."


"Gumawo oppa, aku tidur dulu ya. Tolong bereskan ini semua heheh."


"Siap komandan... Heheh."


Tak berselang lama setelah Jungkook beberes, menghampiri Naya dengan membawa kotak obat berniat mengobati kakinya yang terluka.


"Oppa.. apa yang kau lakukan, sudah biarkan saja."


"Kau tadi menangis karena ini kan?" Kata Jungkook bercanda


"Anigoden..." jawab Naya sewot


"Tidurlah dulu aku akan menyusul setelah ini."


"Gumawo, saranghe." Ucap Naya yang kemudian bangun dan mencium sekilas pipi Jungkook lalu kembali tidur.


"Aigoo jangan membuatku tegang."


tak lama kemudian Jungkook pun ikut tidur dengan memeluk Naya dari belakang dan wajahnya tengelam dipunggung Naya. Semua baik-baik saja sampai Jungkook menemukan bekas kiss mark di leher dan pundak Naya. Jungkook yang merasa itu bukan tanda darinya sepontan bertanya dengan nada dingin.


"ige mwoya??..."


"Eng?" Jawab Naya belum sadar


"ige mwoyago!" Jungkook bangkit dan berbicara dengan nada yang mulai tinggi.


"Mwoya?... Oppa waegere?" Tanya Naya kembali karena masih bingung, lalu mendekati Jungkook.


"Jawab aku jujur Kim Naya, kau dapat darimana bekas kiss mark dileher dan pundakmu?"


"Oppa, a-aku bisa jelaskan...ini bukan kiss mark yang kau pikirkan... Ini.."


"Apa kau pikir aku bodoh? Kau sudah bosan denganku?"


"Aniya..."


"Oppa itu tidak benar..."


"Aku beban bukan?"


"Aniya jebal..."


"Kau selingkuh dengan rekan kerjamu yang kaya dan tampan."


"Tidak oppa, aku tidak selingkuh..." Naya yang kini mulai menangis karena tidak tau harus bilang apa


"Tidak selingkuh.. lalu ini apa.. buktinya kalian sudah berhubungan ***, bahkan pria itu mentransfer 5jt won ke rekening mu. Hah Jinca yasaengui!"


(yasaengui - wanita tuna susila)


"Apa katamu? Aku yasaengui?"


"Ya benar, tidur dengan siapapun bukankah itu yasaengui."


Plakkk...


Satu tamparan mengenai pipi Jungkook.


"Jika aku wanita seperti itu, sudah dari dulu aku lakukan berkencan dan tidur dengan pria kaya, tidak memilih hidup denganmu yang pengangguran." Kata Naya tersulut emosi


"Benarkan. Kau sudah selingkuh karena aku cuma bebanmu." Ucap Jungkook membuat Naya tersadar akan ucapannya yang terbawa emosi.


"Tidak, bukan begitu oppa, kau salah paham hiks... Aku bisa jelaskan..."


"Uri heeojija." Ucap Jungkook datar membuat Naya terdiam, kemudian Jungkook melangkah pergi meninggalkan apartemen mereka.


(Uri heeojija - kita putus saja)


"Tidak...hiks..oppa tolong dengarkan dulu penjelasanku.. hiks aku mohon. Ini semua cuma salah paham." Kata Naya sambil mencegah Jungkook pergi.


"Oppa jaebal... Jangan tinggalkan aku, oppaa.. hiks..hiks.."


Kini raga Jungkook sudah tak terlihat lagi dari balik ambang pintu, benar-benar hilang. Naya pun menangis sejadinya karena kehilangan orang yang ia cintai sekali lagi. Karena sebelumnya dia telah kehilangan 3 orang sekaligus.


Kembali ke 7 tahun yang lalu.


Selama Naya sekolah dari sd, smp, sampai sekarang sma tiada seorang pun yang ingin berteman dengannya sebab masalah ekonomi.


Naya tinggal bersama ayah dan adiknya, ayahnya bekerja disalah satu rumah siswi sekelasnya yaitu Go Ara. Sedangkan adiknya dirawat dirumah sakit akibat leukemia.

__ADS_1


Saat disekolah dia selalu sendiri, sampai suatu hari ia bertemu dengan seorang siswa terduduk disudut bangunan dengan keadaan babak belur dan berdarah.


"Astaga, apa kau baik-baik saja?"


"dowajuseyo..."


"Aku bantu berdiri..."


Namun bukannya berdiri Naya ikut jatuh ditariknya, sebab siswa itu memiliki badan yang 3x lebih besar dari Naya.


"Gwencana?" Tanya siswa itu pada Naya.


"Emmm, kau tunggu disini aku akan mengambil obat dan mengobatimu disini. Tunggu sebentar.." balas Naya.


Naya pun berlari pergi ke uks untuk mengambil beberapa perban obat merah dan plaster. Lalu kembali dan membersihkan luka serta menutupnya dengan plaster dan perban.


"Siapa namamu?" Tanya siswa itu


"Kim Naya, kau?"


"Choi Taehyung."


Dan disinilah awal dimana Taehyung dan Naya bertemu.


"Bagaimana kau bisa disini dan seperti ini?" Tanya Naya


"Emmm... Kau tidak perlu tau."


"Ceritakan saja, mungkin aku bisa membantumu."


"Tidak perlu."


"Anggap saja aku sebagai teman cerita, aku tidak akan memberitahu siapapun janji."


"Kau sudah berjanji ya ... jadi hari ini aku tidak membawa uang dan mereka memukuliku karena tidak memberinya imbalan." Ucap Taehyung


"Apa? Bukankah itu perampokan, harus dilaporkan ke guru, kenapa kau diam saja? Sejak kapan mereka memintaimu uang?"


"Tidak bukan begitu. Bagiku Uang bukan masalah, aku yang meminta mereka untuk berteman denganku dan aku selalu memberi mereka uang atau mentraktirnya sebagai imbalan."


"Jangan bohong, jangan lindungi mereka, akan aku laporkan."


"Kau sudah berjanji tidak mengatakan pada siapapun kan... Dan aku pun berkata jujur."


"Hemmm... Baiklah, aku percaya padamu. Tapi Janji padaku janganĀ  babak belur lagi." Kata Naya sambil mengajukan jari kelingkingnya.


"Eng." Ucap Taehyung membalas jari kelingking Naya.


"Ngomong-ngomong kenapa kau harus membayar mereka untuk berteman denganmu." Kata Naya membuak pembicaraan


"Apa kau tidak lihat?"


"Apa?"


"Aku."


"Kau? Kenapa?"


"Sebesar ini mana ada yang mau berteman denganku."


"Tidak masuk akal, hanya karena bentuk tubuh kau dijahui."


"Ya begitulah, Sekarang penampilan nomor satu..."


"Padahal jika dibuat bersandar sangat nyaman. Kau juga sepertinya orang baik." Ucap Naya yang kepadanya kini disandarkan dibahu Taehyung.


"Apa kau mau berteman denganku?" Tanya Taehyung


"Aku? Tidak..." jawab Naya


"Sudah kuduga." Ucap Taehyung pasrah.


"Ya! Aku belum selesai bicara, tentu saja aku tidak menolak... Hahahha.." kata Naya membuat mereka tertawa.


"Aku traktir makan dikantin." Lanjut Taehyung


"Ani... Aku tidak seperti mereka, aku tidak perlu bayaran, asal kau selalu ada untukku begitupula aku akan selalu ada untukmu, itu yang namanya teman bukan?" Kata Naya sambil tersenyum menatap wajah taehyung begitu pula sebaliknya.


"Kau bilang ingin mentraktir ku, kau kan tidak bawa uang." Lanjut Naya


"Benar juga." Balas Taehyung membuat mereka semakin tertawa terbahak


Selama berbulan-bulan mereka semakin dekat dan nyaman satu sama lain, sampai Taehyung ingin mengungkap perasaannya pada Naya namun disaksikan banyak siswa, karena rencana Taehyung ketahuan sehingga dia di ejek dan ditantang untuk mengungkapkannya didepan umum.


"Naya ya, nawa deiteuhago sip-eo?" Tanya Taehyung


"Ya! Taehyung a, apa kau tidak punya cermin dirumah, bagaimana aku mau berkencan dengan mossaenggin dwaeji seperti mu. Jangan mimpi!" Jawab Naya sambil berkaca-kaca,


Dan membuat semua siswa yang melihat mereka tertawa terbahak-bahak kecuali Naya dan Taehyung.


"Jareso Naya ya." Kata Go Ara tersenyum (jareso : kerja bagus)

__ADS_1


Naya yang sebenarnya menahan air mata, dan selalu mengatakan mianhe dengan lirih berharap Taehyung melihat gerak bibirnya.


__ADS_2