
Beberapa bulan kemudian, Naya kembali bekerja menjadi Sekertaris CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Naya berlari menuju lift dengan tergesah-gesah.
"Kau terlambat 2 menit Kim Biseo." ucap Taehyung yang kini berada didepan lift. Sebenarnya dia sudah berdiri di sana sejak tadi menunggu kedatangan Naya.
"Ha ... ha ... ha ... maaf Sajagnim." balas Naya dengan nafas terengah.
Kemudian Naya menatap Taehyung jijik dengan menutup hidungnya.
"Kenapa?"
"ah, tidak."
"Tekan liftnya."
"Baik."
Pintu lift pun terbuka dan mereka masuk hanya berdua. Naya yang sedari tadi mencium bau tak sedap pun mulai angkat bicara.
"Taehyung a, apa kau menggunakan parfum baru hari ini?"
"Tidak, ini parfum biasanya. memangnya kenapa?"
"Tidak ... hanya saja, parfummu hari ini sangat menyengat membuatku pusing dan mual."
Taehyung yang mendengar itu mencium bau tubuhnya sendiri namun dia tidak mencium bau yang Naya katakan. Kemudian Taehyung tersadar dan melihat Naya lalu mendekat.
"Kau menipu untuk menghindar dariku? apa karena hari ini kau harus memberikan jawaban dari lamaranku dua minggu yang lalu."
semakin Taehyung mendekat semakin Naya mencium bau yang membuatnya ingin muntah.
"Stop, berhenti ... beri jarak 5 meter."
"Mana bisa 5 meter."
"Kalau begitu 1 meter saja, kau membuatku ingin muntah." Naya yang kini terpojok di dalam lift menunjukkan ekspresi enek, ingin muntah dan kepala yang mulai berputar akibat bau parfum yang Taehyung gunakan.
"Aku tidak mau memberi jarak." kata Taehyung yang semakin dekat dengan Naya, hanya berjarak lima centi saja.
Karena bau yang menyengat membuat Naya akhirnya pingsan di dekapan Taehyung.
"Ya ... kau kenapa? hei? Nay?"Taehyung yang terkejut melihat Naya jatuh pingsan sambil menepuk-nepuk pipinya. Kemudian menelpon dokter pribadinya untuk segera ke ruangannya.
__ADS_1
"Dokter Park, bisa tolong ke kantorku sekarang. ini keadaan darurat!"
Setelah menelpon dan lift akhirnya sampai di lantai tujuan, Taehyung membopong Naya menuju ruangannya dan membaringkannya di sofa dengan posisi terlentang kemudian naikkan kakinya lebih tinggi sekitar 30 cm dari dada, hal itu guna mengembalikan aliran darah kembali ke otak.
"Hey, bangun ... kau kenapa?" ucap Taehyung sambil melonggarkan pakaian Naya, agar dia dapat lebih mudah dan nyaman untuk bernapas, serta memijati telapak tangannya.
beberapa menit kemudian Dokter Park akhirnya sampai di ruangan Taehyung dan langsung memeriksa keadaan Naya.
"Bagaimana konsisi pasien sebelum pingsan?" tanya Dokter Park.
"Dia tadi bilang ingin muntah saat mencium bau ku, aku kira bergurau, jadi aku dekati dia tapi dia malah pingsan?"
"Bau?"
"Iya, padahal aku wangi!" perites Taehyung.
"Hehe ... kalau boleh tau, Sajagnim memiliki hubungan apa dengan pasien?" kekeh Dokter Park mendengar protes Taehyung, dilanjutkan dengan bertanya.
"Ah ... Sebenarnya ... aku calon suaminya, hihi." jawab Taehyung malu-malu.
"Benarkah? kalau begitu saya ucapkan selamat Sajagnim, karena anda tidak hanya akan menjadi calon suami, tapi juga menjadi calon ayah." ujar Dokter Park memberikan selamat.
"Ayah! ... wah ... Hahaha... Benarkah aku akan menjadi ayah?" Bahagia Taehyung saat mendengar bahwa akan ada Taehyung Junior di dalam rahim Naya.
"Terima kasih, Dokter Park. Akhirnya aku akan menjadi seorang Ayah."
"Saran saya, sebelum Nona bangun, lebih baik anda mengganti pakaian Anda."
"Tentu saja, saya akan segera ganti pakaian. Terima kasih sekali lagi sudah memberikan kabar bahagia ini."
"Sama-sama Sajagnim, kalau begitu saya permisi dulu." kata Dokter Park kemudian meninggalkan ruangan.
Taehyung bergegas menuju suatu kamar yang berada di dalam ruang kerjanya, dimana di sana terdapat berbagai jenis pakaian dari yang santai hingga formal, aksesoris dan parfum. Taehyung menyiapkan ruangan tersebut karena dia terkadang suka lembur dan tidur di kantor serta untuk hal yang mendadak lainnya.
tak selang beberapa lama Naya akhirnya sadar dari pingsannya, Taehyung langsung memberikan teh manis untuk meningkatkan gula darah dan mengembalikan energi.
"Kau ganti pakaian?" tanya Naya pada Taehyung.
"Eng, karena kau sudah bangun sekarang pilihkan aku parfum yang kau suka." balas Taehyung kemudian menyajikan 10 parfum mahal dihadapan Naya untuk memilih.
"Ha? kenapa tiba-tiba?"
__ADS_1
"Sudah pilihkan saja, pilih yang benar-benar kau suka." ujar Taehyung, lalu Naya mencium satu persatu parfum yang di sajikan.
"Hemm, ini enak ... baunya manis, aku suka." kata Naya memilih parfum baris nomor 7.
"Yang ini." Taehyung kemudian mengambil parfum tersebut dari tangan Naya dan menyemprotkannya ke seluruh badannya.
"Bukankah itu berlebihan?"
"Kalau kau suka wangiku, maka aku bisa sangat dekat denganmu dan Taehyung Junior."
"Ha? Taehyung Junior? bukankah itu selalu bersamamu?"
"Bukan Junior yang itu, tapi yang sekarang ada di perutmu."
"Apa?! ... apa maksudmu yang ada di perutku?"
"Kita akan menjadi orang tua, kau menjadi ibu dan aku menjadi ayah."
"Apa?! ... ba ... bagaimana bisa...?" ucap Naya dengan nada rendah sekakan putus asa.
"Kenapa? kau tidak bahagia?" balas Taehyung yang awalnya bicara dengan nada bahagia kini menjadi ikut rendah.
"Tidak, bukan begitu ... hanya saja aku tidak pantas."
"Apanya? kau sangat pantas dan layak, karena aku mencintaimu, kau pantas mendampingiku dan menjadi ibu dari anak-anakku. Jadi kita harus segera menikah." ujar Taehyung sambil menggenggam kedua tangan Naya.
"Tapi menikah bukan hanya karena dua orang yang saling mencintai, tapi menikah juga untuk mempersatukan keluarga. Kau adalah anak keluarga kaya terhormat, sedangkan aku, hanya seorang yatim piatu yang tidak punya apapun." balas Naya dan mereka saling menatap.
"Aku tidak mempermasalahkan hal itu, aku mencintaimu apapun kondisimu bagaimanapun keadaanmu, kau adalah cinta pertama dan terakhirku."
mendengar kalimat Taehyung, Naya hanya menundukkan kepala dan meneteskan air mata, dia terharu dengan apa yang Taehyung katakan namun juga ada rasa takut dalam hatinya.
"Malam ini aku mau mengajakmu pulang ke rumahku bertemu dengan kedua orangtuaku, aku yakin mereka akan menerimamu."
"Tapi aku masih belum siap untuk itu."
"Tenang saja aku akan selalu ada di sampingmu."
***
Taehyung turun dari mobil mewahnya dan melangkah masuk bersama Naya menuju rumah besar dengan aksen Eropa yang sangat elegan. Taehyung berjanan beriringan bersama Naya menuju ruang tamu dengan tangan yang saling menggengam. sesampainya diruang tamu ternyata kedua orang tua Taehyung juga kedatangan tamu.
__ADS_1
"Eomma aku pulang bersama ..."
"Taehyung a, kebetulan sekali kau pulang, sapa lah Go Ara calon istrimu."