Happiness| Pria Masa Lalu

Happiness| Pria Masa Lalu
Tamu Season 2


__ADS_3

Cekrek...


"Selamat dat..." Ucapan Naya belum terleseasikan karena bukan Taehyung yang datang melainkan orang lain. Ekspresi Naya yang awalnya bahagia kini menjadi tegang sebab kedatangan Ibu mertuanya.


"Jadi di sini kalian tinggal." ujar Ibu Taehyung yang entah darimana dia bisa tau alamat dan kata sandi apartemen Naya.


"Eommonim ... silahk..." ucapan Naya terpotong oleh seorang wanita dibelakang ibu Taehyung, siapa lagi kalau bukan Ara.


"Ihh, Bagaimana bisa Taehyung betah tinggal di tempat sekecil ini." mereka masuk sebelum Naya mempersilahkan.


Naya berjalan sembari melepas handuknya yang berada diatas kepala dan memunguti pakaian Taehyung yang masih berserakan di atas sofa. sedangkan Ibu Taehyung dan Ara melihat sekeliling ruangan.


"Eommonim silahkan duduk ..."


"Jangan panggil aku Eomma, aku bukan ibumu!" ucapan itu membuat Naya langsung tertegun dan merasa hatinya sangat hancur.


"Kalau begitu akan saya buatkan teh untuk anda." ujar Naya tetap sopan.


"Tidak perlu. Dimana Anakku?" Tanya Ibu Taehyung ketus.

__ADS_1


"Eemm, Taehyung baru saja keluar dia.."


"Baguslah langsung saja ke intinya, karena aku tidak ingin berlama-lama di kandang seperti ini." potong Ibu Taehyung kemudian mengeluarkan segepok uang dari dalam tasnya dan melemparkannya tepat di wajah Naya sehingga uang itu berhamburan, berserakan dilantai.


"Gunakan uang itu dan pergi jauh dari kehidupan anakku."


Awalnya Naya hanya tertunduk diam beberapa menit, sampai akhirnya dia berani mengangkat wajahnya dan mulai bicara.


"Maaf tapi saya tidak butu uang Anda." ucap Naya membuat Ibu Taehyung semakin kesal.


"Kau pikir kau siapa? anak orang kaya juga bukan, sok-sokan tidak butuh uang."


"Bukan begitu maksud saya, saya dan Taehyung sudah resmi menikah, kami bahagia bahkan saya juga sedang ha..."


Satu tamparan dari Ara mendarat tepat di pipi Naya.


"Berani-beraninya kau bicara tidak sopan di depan Eomma!" kata Ara, sekaligus memotong ucapan Naya yang akan mengatakan bahwa dirinya sedang mengandung cucunya.


Naya mulai kesal denagn keberadaan Go Ara yang hanya menjadi pemanas emosi ibu mertuanya.

__ADS_1


"Siapa yang tidak sopan di sini, masuk ke rumah orang sembarang dan selalu memoting pembicaraan orang lain, bahkan menamparnya." balas Naya dengan penekanan menatap Ara.


"Oh, kau sudah mulai berani denganku."


"Aku tidak pernah takut denganmu."


"Kau..." mengangkat tangannya kembali namun berhasil dihentikan.


"Ara sudah cukup, kita disini tidak ingin mencari ribut." ucap Ibu Taehyung pada Ara kemudian kembali menatap Naya.


"Kau! kalau kau tidak ingin meninggalkan Taehyung, maka Taehyung yang akan meninggalkanmu. Camkan itu baik-baik!" ancam Ibu Taehyung kemudian pergi di ikuti Ara dibelakangnya. Sampai pintu kembali tertutup dan mereka sudah tak terlihat lagi.


Naya menghela nafas panjang kemudian terduduk ditempatnya berdiri, sambil melihat uang yang berserakan di lantai rumahnya.


"Taehyung tidak akan meninggalkanku lagi kan? Tidak, dia tidak akan meninggalkanku dia sudah janji itu." Naya bertanya dalam benaknya sambil mencoba meyakinkan dirinya.


beberapa jam kemudian, Apartemen Naya kini sudah bersih, uang yang berserakan kini sudah tertata rapi diatas meja di dalam amplop berwarna coklat. Niatnya Naya akan mengembalikan uang itu tanpa memberitaukan kejadian yang telah terjadi, namun dia menunggu Taehyung pulang.


Ditunggu tunggu namun Taehyung tidak kunjung pulang, membuat Naya khawatir dan bergelut dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa dia lama sekali." ujar Naya melihat ambang pintu belum juga terbuka.


Naya pun berjalan menuju pintu, membukanya kemudian menutup lagi. begitu berulang-ulang, "Bagaimana jika Taehyung benar-benar tidak kembali." khawatir Naya.


__ADS_2