Happiness| Pria Masa Lalu

Happiness| Pria Masa Lalu
Selesai


__ADS_3

Naya yang semalam bertengkar hebat dengan Jungkook, memutuskan untuk tidak pergi kekantor lagi pula dia sudah bilang berhenti waktu itu pada Taehyung.


Naya duduk termenung di sofa kecil ruang tamu sambil terus melihat pintu berharap Jungkook kembali dan mau mendengarkan penjelasan tentang semua kesalapahaman. Kejadian semalam membuatnya tidak kunjung berhenti menangis, dapat dilihat dari matanya yang sembab.


Tit...tit...tit


Cekrek..


Suara pintu terbuka


"Oppa, kau kembali." Kata Naya tersenyum dan bangkit dari duduknya.


"Aku hanya menggambil barangku." Balas Jungkook datar menuju kamar


"Oppa, tolong dengarkan dulu penjelasanku... Ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku..." Kata Naya sambil mengikuti Jungkook


"Apa yang perlu kau jelaskan? Semua sudah jelas... parfum, uang, kiss mark. Apa ada lagi?"


"Oppa, mianhe jaebal... Aku hanya mencintai mu." Ucap Naya lirih sambil mendundukkan kepala


"Tidak ada kan? Kita juga sudah tidak ada hubungan... Jadi cukup berdrama." Kata Jungkook mengemasi pakaian dan beberapa barangnya.


Setelah beberapa menit, Jungkook membawa tasnya keluar kamar namun berhasil ditahan Naya saat dia hendak pergi dengan memegang salah satu tangan Jungkook dengan kedua tangannya.


"Oppa, a-apa tidak ada satu kesampatan lagi untukku?" Tanya Naya membuat mereka terdiam sejenak sampai tertengar suara seseorang memasukkan pin pintu apartemen mereka.


Tit...tit..tit..


Cekrek...


Suara pintu terbuka



Betapa terkejutnya Naya saat melihat Taehyung berada dibalik pintu, bagaimana dia bisa tau.


"Bagaimana kau tau alamat dan sandi apartemenku?" Tanya Naya


"Selamat bersenang-senang dengan pria barumu." Ucap Jungkook sinis sambil melepas pegangan Naya, kemudian ia melangkah pergi dan sempat beberapa detik menatap Taehyung tajam.


"Oppaa, gajima..." Kata Naya ikut mengejar Jungkook namun dihalangi oleh Taehyung.


"Lepass kan..Ya! Lepaskann..." namun Taehyung tidak melepaskannya begitu saja.


"Bagaimana rasanya? Setelah dihina, dikhianati dan ditinggalkan oleh orang yang kau cintai."


"Lepaskan aku...Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku Taehyung! Lepass!"


"Aiss... Sudah Cukup! Biarkan saja dia pergi!" Ujar Taehyung memegang pundak Naya dan mereka saling menatap


"Siapa kau? Kau saja yang pergi dari sini! Lepaskan aku." Usaha Naya melepaskan diri dari Taehyung sangat mustahil, Naya malah didorong sampai terduduk di sofa.


"YA!... Kau itu bodoh atau pura-pura bodoh? Bisa-bisnya kau tutup mata akan kesalahannya."


"Kau yang salah! Karena kau aku dan Jungkook harus berpisah, semua salahmu!"


"Kau sudah gila." Taehyung melempar sebuah amplop coklat besar berisi foto-foto Jungkook bersama seorang wanita.


"Kau menafkahinya dan dia bersenang-senang dengan wanita lainnya." Lanjut Taehyung


Naya yang melihat bukti-bukti itu tidak langsung percaya.


"Jungkook bukan orang seperti itu..."


"Kau sibuk bekerja sampai kau tidak tau kelakuannya diluar sana."


"Jungkook bukan orang yang seperti itu, kau pasti memalsukannya. Kau orang kaya apapun bisa kau lakukan."


"Benar, apa pun bisa aku lakukan, akan ku tunjukkan bahwa kau tidak pantas untuk bajingan seperti dia." Kata Taehyung kemudian menarik Naya keluar apartemennya dan memasuki mobil miliknya.


"Ya lepaskan, kau mau bawa aku kemana?"


"Kau ingin menemui kekasih mu kan? Akan ku tunjukkan dimana dia berada."


Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah apartemen dan benar saja, Naya melihat Jungkook merangkul seorang wanita yang kemudian mereka masuk ke dalam. Tanpa pikir panjang Naya berusaha keluar dari mobil dan pergi menyusul mereka.


"Mau kemana kau?" Cegah Taehyung


"Lepas... Buka pintunya."

__ADS_1


"Kau ingin menghampiri mereka dan membuat kekacauan? Bukankah kalian sudah putus, kenapa kau masih mengharapkannya?"


"Bukan urusanmu, aku akan memastikan bahwa kau salah."


"Apa kau sudah gila, melihat itu kau masih tidak percaya? Wahhh..."


"Buka pintunya."


"Tidak." Kata Taehyung langsung menancap gas pergi


"Ya!"


Taehyung membawa Naya pulang ke apartemennya, selama perjalanan pulang suasana mobil hanya diiringi dengan tangisan dan isakan. Sesampainya di tempat parkir apartemen Naya Taehyung mulai membuka pembicaraan.


"Turunlah dan istirahat, jangan menangisi bajingan gila itu lagi."


"Kenapa kau lakukan ini padaku?"


"Ha?"


"Aku tanya kenapa kau lakukan ini?"


"Karena kau adalah milikku."


"Kau gila." Ucap Naya langsung turun dari mobil Taehyung dan langsung menuju apartemennya.


Hari yang sangat melelahkan bagi Naya, dia menangis karena pria dari masa lalu datang dan mengubah masa depan yang sudah ia rancang, dan disisi lain pria yang dia anggap adalah masa depannya malah menghancurkannya lebih parah.


Naya yang baru saja masuk ke apartemennya langsung menuju sofa dan merebahkan diri, dia melihat beberapa foto yang keluar dari map cokelat kemudian mengambilnya.


"Gaesaekki..." Umpat Naya melihat foto Jungkook berciuman dengan wanita lain, kemudian meremas foto tersebut.


Lalu Naya membersihkan diri dan beranjak tidur, semua sudut tempat tinggalnya mengingatkannya pada Jungkook yang membuat dia menjadi kesal dan tidur dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Malam menghilang pagi pun datang.


"Hoammm..."


"Tidur nyenyak Kim Biseonim?"


"Ya! Bagaimana...?"


"Sepertinya kau perlu ke salon karena sekertarisku tidak boleh berpenampilan buruk seperti mu."


"Tidak ada surat tidak diterima, sekalipun ada surat tetap tidak akan diterima."


"Bisakah kau menghilang dari sini, kau sangat menggangu pagiku."


"Tidak."


"Baiklah kita selesaikan saja ini disini." Kata Naya yang masih berada diatas ranjang kemudian turun dan membuka laci dekat tempat tidurnya, mengambil sebuah buku dan sebuah amplop yang sudah usang dari warnanya. Lalu pergi menghampiri Taehyung.


"Karena masih pagi aku tidak ingin bertengkar atau menangis, jadi aku ingin minta maaf dulu padamu hari ini atau kejadian 7 tahun yang lalu." Lanjut Naya memberikan amplop itu.


"Apa ini."


"Kau bisa membacanya nanti, itu surat yang aku tulis 7 tahun lalu, tapi kau sudah pindah lebih dulu sebelum aku sempat memberikan itu."


Taehyung membolak balik amplop itu memang terlihat sudah usang dan menyimpannya di saku jasnya.


"Baiklah aku terima."


"Sebenarnya aku tidak ingin mengingat ini tapi aku ingin kau tau, tepat 7 tahun yang lalu adalah tahun yang paling aku benci. Karena aku kehilangan 3 orang yang aku cintai dan setelah kejadian itu aku tidak bisa mencintai diriku sendiri, aku bahkan pernah beberapa kali mencoba bunuh diri tapi entah kenapa selalu saja gagal, oleh karena itu aku memilih pergi ke psikiater selama 3 tahun."


"Tiga orang?" Tanya Taehyung


"Iya, pertama aku kehilangan ayahku dia meninggal karena kecelakaan ditempat ia bekerja, tak lama setelah itu disusul adikku karena penyakitnya dan aku tidak mampu membiayai rumah sakitnya meski harus kerja 24 jam, selanjutnya... aku kehilanganmu." Kata Naya menatap Taehyung hingga beberapa menit.


"Ahhhh... Bukankan sudah siang, kau akan terlambt ke kantor.." ucap Naya menarik Taehyung dan mendorongnya perlahan menuju pintu keluar.


"Kau juga harus bekerja Kim Biseo."


"Hari ini aku ambil cuti, sampai jumpa besok Sajangnim." Lanjut Naya kemudian menutup pintu.


Setelah Taehyung benar-benar sudah keluar dari tempatnya, Naya masih berada dibalik pintu dan bersandar disana.


"Huft.. kenapa rasanya lega, aku bisa bercerita." Gumamnya.


Selama Naya berhubungan dengan Jungkook dia tidak pernah menceritakan tentang masa lalunya.

__ADS_1


Skip malam hari, dimana Taehyung sudah berada dirumahnya dengan pakaian santai ingin beristirahat. Tiba-tiba dia teringat akan surat yang Naya berikan tadi pagi, kemudian dia mulai membuka dan membacanya.


Ilustrasi surat:



...Isi surat...


...Annyeong keun gom a...


...Sebenarnya aku tak ingin menulis ini karena ini yang membuatku menangis, tapi aku ingin jujur padamu. Kau adalah satu-satunya teman, sahabat dan keluarga yang aku punya saat ini, aku sudah tidak punya siapa pun selain kau. Tapi bodohnya aku mematuhi perintah Ara waktu itu dan mengatakan bahwa aku tidak menyukaimu bahkan menjelekanmu didepan umum......


...Aku sungguh menyesal maafkan aku, aku bukan teman yang baik, aku tidak menepati janjiku untuk selalu ada untukmu jinja mianhe......


...Tak ada kata lain selain maaf telah membuatmu sakit hati bahkan dipermalukan karena aku, jika aku bisa kau boleh meminta apapun asal kau mau memaafkan....


...Aku berharap kau bisa memaafkan aku dan kita bisa bersama kembali,...


...aku menyukaimu keun gom a......


...Mianhe...


Setelah membaca surat itu Taehyung langsung berlari dan segera pergi mengendarai mobil menuju apartemen Naya.


Sesampainya disana Taehyung mencoba membuka pintunya namun kata sandi sudah diubah sehingga dia menekan tombol berkali-kali dan menggedor-gedor pintu tapi tidak ada jawaban.


Tanpa menunggu lama Taehyung menelepon Naya dan akhirnya diangkat.


"Kau dimana?"


"Disampingmu." Jawab Naya yang baru saja pulang dari supermarket membawa kantung plastik berisi minuman soda dan beberapa makanan ringan.


Mendengar jawaban Naya, Taehyung langsung menoleh dan spontan memeluknya. Tapi dengan kasar Naya mendorong Taehyung tak ingin dipeluk.


"Kau ini kenapa? Ada apa malam-malam kemari? Kau memintaku untuk bekerja? Ahhh jesunghamnida Sajangnim."


"jika aku bisa kau boleh meminta apapun asal kau mau memaafkan, apa kata itu masih berlaku?"


"Ha?" Tanya Naya bingung tentang apa yang Taehyung katakan.


"Ahhh... Kau sudah membaca surat itu." Lanjut Naya yang akhirnya ingat.


"Apa masih berlaku?"


"Tentu saja jika kau masih belum memaafkan ku, akan aku lakukan asal kau mau memaafkan ku."


"Menikah denganku."


"APA?!" Ucap Naya terkejut


"Ya ... Kenapa?kau tiba-tiba ... wahh ... Ya ... kau pikir menikah itu mudah, kita bahkan baru bertemu setelah 7 tahun, dan aku baru putus dengan kekasihku." Lanjut Naya


"Lalu? Itu bukan masalah besar." Ucap Taehyung


"Kau tau apa itu menikah?" Tanya Naya


"Tentu saja, agar aku punya Taehyung junior."


"Tidak, menikah bukan..."


"Kau masih belum move on dengan kekasihmu itu?"


"Naega..."


"Beri aku waktu untuk membuatmu jatuh cinta padaku."


"Coba saja." Kata Naya kemudian berjalan membuka pintu.


"Aku sudah membutmu jatuh cinta dengan permainan ku kemarin kan?"


"Permain..? Ya! Kau membuatku takut, aku tidak mau menikah denganmu." balas Naya memasuki apartemennya.


"Berarti sebelumnya mau?" Kata Taehyung mengikuti Naya masuk


"Tidak juga."


"Berarti ada sedikit rasa mau?"


"Tidak."

__ADS_1


Debat mereka didalam apartemen Naya semakin tak terdengar diiringi pintu yang perlahan tertutup.


End


__ADS_2