Happiness| Pria Masa Lalu

Happiness| Pria Masa Lalu
Menikah Season 2


__ADS_3

"Kau mencoba menggoda ku?" kata Naya tak terangsang oleh ciumannya atau suara rendahnya.


"Dady hanya ingin, melakukannya malam ini."


"Tidak, kau sendirikan yang bilang kalau aku sedang hamil."


"Aku akan sangat pelan-pelan dan berhati-hati agar Babynya tidak terluka."


Naya terus mencari alasan agar bisa menolak Taehyung malam ini.


"Tidak bisa, a-aku akan melakukannya hanya dengan suamiku."


"Suamimu? maksudnya, kau akan melakukannya sampai suamimu puas? bahkan jika dia ingin sampai pagi?"


"Ha?! Ke-kenapa dia harus minta begitu?t-tapi kalau dia ingin tentu saja." jawab Naya gugup dan malu. Namun mendengar ucapan Naya, Taehyung melepaskan pelukannya.


Dalam batin Naya dia akhirnya terbenaskan.


"Kalau begitu besok kita menikah."


"Apa?! Besok?! Apa kau gila? Kau kira menikah itu mudah? kita perlu waktu untuk mendaftarkan pernikahan ke Negara."

__ADS_1


"Kalau begitu malam ini aku akan mendaftarkan nama kita secara online, akan aku cek berkas apa saja yang diperlukan." ujar Taehyung antusias mengambil leptopnya yang berada didalam ransel miliknya.


"Kau serius? tidak akan bisa secepat itu, perlu waktu."


"Setelah mendaftar bukankah kita hanya perlu menuju altar dan mengikat janji pernikahan, tidak perlu resepsi yang mewah, yang penting sah." balas Taehyung yang kini sibuk dengan laptopnya.


"Bagaimana aku bisa bertemu pria gila seperti mu?"


"Ya, aku gila karena mu, ingin segera bermain sampai pagi bersamamu."


"Terserah kau saja, aku ingin tidur. Ingat jangan naik ke atas ranjangku sebelum itu turun." ujar Naya membuat Taehyung melihat ke bawah dan pantas saja bagian vitalnya masih menegang.


"Hufttt ... clam down baby." Setelah menarik nafas panjang Taehyung kembali fokus pada laptopnya dan mendaftarkan pernikahan secara online.


Keesokan paginya Naya membuka mata tanpa melihat kehadiran Taehyung disampingnya atau pun di dalam Apartemennya.


Naya bangun dari tidurnya dan mencari keberadaan pria itu, namun yang dia lihat hanya sebuah surat yang berisi surat nikah resmi dari negara.


"Apa ini? hah ... dia benar-benar serius."


"Kau sudah bangun? aku sudah menyiapkan gaun di lemari, dan aku baru saja pergi ke pendeta setempat, kita akan melangsungkan resepsi di panti asuan tertekat. Aku sudah menyiapkan semuanya jadi kau tenang saja." ujar Taehyung yang baru saja masuk ruangan, dan datang menghampiri Naya kemudian mencium keningnya.

__ADS_1


"Cepat mandi, aku tunggu." lanjutnya.


"Tunggu, kau serius? bagaimana bisa kau menyapkan semuanya hanya dalam semalam." Tanya Naya.


"Tentu saja bisa, aku gitu loh."


Naya heran tapi dia sadar bahwa pria itu ada Taehyung, meski tanpa uang dan kekuasaan dari orang tuanya dia masih bisa melakukan apapun keinginannya.


"Lalu darimana kau mendapatkan uang?" tanya Naya lagi.


"Uang adalah urusanku kau tidak perlu tau."


"Urusanmu adalah urusanku, jadi aku wajib tau."


"Baiklah, aku punya tabungan sendiri untuk ini, jadi kapan pun aku ingin pasti bisa langsung cair."


"Kalau begitu separuhnya gunakan tabungan ku."


"Tabunganmu gunakan nati saja kalau butuh. Jadi sekarang kau pergi mandi dan gunakan gaun yang sudah aku siapkan." ucap Taehyung membuat Naya diam dan Langsung menurutinya.


Pemberkatan pun dilaksanakan dengan hikmat dan selanjutnya mereka menggelar pesta sederhana dengan menyantuni anak yatim piatu, yang menambah sakral rangkaian prosesi nikah mereka.

__ADS_1


Disisi lain Go Ara yang tau lokasi mereka tinggal dan apa yang mereka lakukan sekarang membuat Ara geram. Dia memikirkan rencana bagaimana agar dia bisa merebut Taehyung dan membuat Tae berada dipelukannya, bukan karena cinta namun harta warisan keluarga Tae yang harus menjadi milik Go Ara.


__ADS_2