
Ketrin yang merasa dirinya dipermainkan perasaannya itu bertanya kepada Bram apa artinya dia sebenarnya dalam hidupnya.
"Bram kenapa kamu melakukan semua ini padaku? Sebenarnya kamu ini anggap aku apa?Apa artinya aku dalam hidupmu Bram?"Tanya Ketrin berkaca-kaca
“Entahlah....Seseorang yang dulu pernah menjadi temanku mungkin?”
"Mungkin?"Tanya Ketrin mengernyitkan dahinya
"Iya. Dan juga adik dari teman masa kecilku."
“Hanya itu?”
"Lalu apalagi?Apa kamu akan mengungkit masalalu?"
"Kenapa kamu berubah tidak seperti dulu lagi Bram."Ujar Ketrin meneteskan air mata
"Sudah wajar bukan jika seseorang sifatnya berubah? Apalagi sudah lama sekali. Sudah Sepuluh tahun lamanya bukan?"Tanya Bram. Ketrin hanya terdiam dengan tatapan berkaca-kaca
“Tapi ini perubahan yang paling buruk yang kulihat darimu. Aku percaya masih ada sedikit kenangan indah dari dirimu sepuluh tahun lalu yang terkubur didalam hatimu.” Ujar Ketrin lalu beranjak pergi meninggalkan Bram.
Saat Bram hendak mengejar Ketrin tiba-tiba Manager hotel menelpon Bram dan berkata ada barang yang tertinggal. Itu adalah tas dan buku milik Misel yang tertinggal pada malam itu. Bram pun bergegas berangkat ke hotel itu melakukan mobilnya mengambil barang milik Misel Itu. Ia tidak menyadari kalau seorang paparazzi memotretnya dari jauh.
Setelah Bram mengambil barang milik Misel,ternyata Misel datang kehotel itu untuk mengambil barangnya yang sudah diambil oleh Bram tadi. Ia meminta pada manajer agar diijinkan memeriksa kamar malam itu untuk mencari tas dan bukunya yang tertinggal. Tapi Manajer itu meremehkan Misel karena penampilannya. Ia tidak bisa membiarkan orang sembarangan masuk ke kamar suite.
Tepat saat itu Alex lewat dan mendengarnya.Saking kesalnya karena tidak diizinkan masuk Misel pun protes waktu itu ia boleh masuk kenapa sekarang tidak. Manajer itu berkata waktu itu Misel pasti datang dengan tamu, dan sekarang sepertinya tidak ada yang akan membayarkan kamar untuk Misel. Ia menyuruh Misel pergi.
Namun Misel tak menyerah dan memohon ia hanya perlu waktu sebentar saja. Akhirnya Alex yang merasa iba itu memanggil Misel. Manajer hotel yang mengenal Alex pun langsung menyapanya. Lalu Alex mengajak Misel pergi kekamar itu. Kali ini manajer itu tak berkutik lalu meminta maaf pada Misel.
Alex menemani Misel bertanya pada petugas kebersihan kamar. Tapi petugas itu tidak melihat ada tas dan buku yang dimaksud oleh Misel. Misel bertanya apa mungkin petugas itu membuang tas dan bukunya karena jelek. Petugas itu menggeleng dengan yakin. Misel pun pasrah.
"Terima kasih atas bantuannya."Ujar Misel pada Bram setelah mereka keluar dari hotel itu.
“Sama-sama.Aku membantumu karena kamu seorang gadis. Aku tidak bisa melihat seorang gadis memohon seperti kamu tadi. Jadi Jangan pernah muncul di hadapanku lagi.”Sahut Alex dengan nada cuek.
"Baiklah tapi jika memang kita bertemu kembali maka itu bukan salahku.Permisi."Ujar Misel lalu pergi meninggalkan Bram. Bram mendengus kesal lalu pergi meninggalkan hotel itu.
Sementara ditempat lain dirumah ibu dan kakak tirinya, Stefani sang kakak tiri Misel sangat senang karena bisa tampil di TV, begitu juga ibunya yang nampak bangga. Tapi mereka tidak tahu kalau reporter yang datang ke rumahnya bukan mencari dirinya melainkan mencari Gadis Jackpot Nasional. Karena itu begitu Misel datang, reporter tersebut langsung meninggalkannya dan menghampiri Misel.
Misel kebingungan. Ibu tirinya langsung berkata kalau reporter itu mencari gadis yang salah. Stefani bertanya kenapa reporter itu merekam Misel bukan dirinya.
__ADS_1
"Tunggu.. Sepertinya kalian salah orang."Ujar Stefani
"Tidak. Kami memang sedang mencari nona Misel.'Sahut salah satu reporter itu
"Kenapa kalian mencari Dia?"Tanya Stefani sambil menunjuk pada Misel
“Karen dia adalah tunangan Bram Wijaya cucu dari Tuan Wijaya,” kata si reporter. “Jadi bagaimana rasanya menjadi Gadis Jackpot Nasional?”Tambahnya lagi. Misel diam tak karena bingung untuk menjelaskannya seperti apa. Lalu Ibu tiri Misel mengusir reporter tersebut. Ia kira mereka datang untuk putrinya Stefani tapi ternyata Misel.
Stefani marah dan bertanya kebenarannya. Namun Misel tidak bisa menjelaskannya.
"Jadi apa benar kamu si gadis jackpot Nasional itu? Tanya Stefani. Misel diam tak menjawab
"Cih... Bagaimana bisa kamu menjadi tunangannya Bram dan pergi ke pesta pernikahan itu?"Tanya Stefani lagi. Misel masih diam tak menjawab.
"Kenapa diam?Jawab!"bentak Stefani
"Ini hanya kesalah pahaman kak."Sahut Misel
"Bohong. Kesalah pahaman gimana kalau nyatanya memang kamu datang kesana dan menjadi tunangannya."Sergah Stefani marah
“Aku jujur, Kak!!!Percayalah ini hanya kesalah pahaman” Ujar Misel meyakinkan
“Berhentilah bersikap sok hebat, dan sok polos!! Bilang aja kalau kamu ingin meninggalkan hidupmu yang menjijikkan ini dengan merayu pria kaya kan?”Tanya Stefani sinis
"Oh ya??Kamu bilang kamu tidak akan menggantungkan hidupmu pada orang lain, tapi kamu menumpang pada keluarga kami dan menjadi beban bagi kami!”
“Tapi...kita...adalah keluarga bukan,”ujar Misel lirih
“Aku tidak pernah menganggapmu sebagai keluarga.Jadi pergi dari sini aku sudah muak tinggal bersamamu."Sahut Stefani mendorong Misel hingga keluar dari rumah lalu menutup pintunya mengusir Misel.
"Kamu yakin mau mengusir dia dari rumah ini??Ayahnya besok pulang. Kita harus jawab apa jika kamu mengusirnya."Ujar bu Sonia ibu tirinya Misel
"Ibu pikir saja sendiri. Aku muak lihat muka dia disini."Sahut Stefani merajuk lalu masuk ke kamarnya
Dengan langkah lesu Misel berjalan menyusuri jalanan raya tanpa arah tujuan. Misel diusir dari rumahnya sendiri tanpa membawa apapun.Hanya baju yang melekat ditubuhnya dan tas ransel miliknya yang berisi handphone dan alat kecantikan miliknya. Misel pun duduk di sebuah bangku dipinggir jalan itu dan memikirkan tujuannya saat ini. Tiba-tiba handphonenya berbunyi dan ternyata itu teman kampusnya. Dia mengajak Misel untuk menonton bioskop. Misel pun menyetujuinya lalu pergi ke bioskop untuk menemui temannya itu.
Dilain tempat Bram yang tengah duduk termenung masih terngiang di benak Bram apa yang dikatakan oleh Ketrin tadi. Bahwa ia percaya masih ada kenangan indah dalam diri Bram 10 tahun lalu yang terkubur di dalam dirinya. Bram mengambil sebuah foto di sebuah laci. Dalam foto itu terdapat 3 orang anak, 1 anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Salah satunya adalah Bram kecil,yang perempuan adalah Ketrin dan yang laki-laki satunya lagi adalah Wisnu mendiang kakaknya Ketrin. Dipandangnya foto tersebut dengan tatapan penuh arti. Lalu Bram menaruhnya kembali foto tersebut.
Sementara itu Alex yang selama ini memilih untuk menyewa apartemen dari pada tinggal bersama Bram akhirnya diketahui oleh tuan Wijaya. sehingga tuan Wijaya marah besar dan mengambil semua fasilitas yang diberikan oleh tuan Wijaya pada Alex. Alex yang merasa jenuh dan kesal karena sudah tidak memiliki tempat tinggal akhirnya ia memutuskan menonton bioskop untuk menenangkan pikirannya.
__ADS_1
Di bioskop Misel yang telah bertemu dengan temannya yang mengajak nonton bersama itu kini telah berada dalam ruangan bioskop itu dan membawakan popcorn untuknya.
"Wah lihat sebentar lagi akan dimulai Sel."Ujar Nita temannya Misel riang. Misel pun tersenyum sambil menikmati popcornnya. Tak lama ternyata Alex juga ada dibioskop yang sama dan ruangan yang sama bersama Misel.Namun mereka tak sampai film tersebut habis dan para pengunjung bioskop mulai meninggalkan ruangan itu begitupun dengan Misel dan Nita.
Saat hendak melangkah menuju pintu keluar,Misel menoleh dan melihat Alex. Misel kaget melihat ada Alex disana dan sangat malu lalu berjongkok melewati para pengunjung yang lainnya yang hendak keluar untuk mengendap-endap pergi. Nita yang melihat sikap Misel itu kebingungan.
"Misel kamu kenapa ngendap-ngendap gitu udah kaya cicak mau nangkep nyamuk aja."Celetuk Nita yang ikut berjongkok seperti
"Sssuuuuttt... Jangan berisik.Kita harus melarikan diri."Ujar Misel
"Kenapa?ada apa?kenapa kita harus melarikan diri?Apa ada yang salah?"Tanya Nita bingung. Misel pun terdiam sejenak.
“Benar juga ya?Kenapa aku harus melarikan diri? Aku kan gak salah ,” gumam Misel lalu ia pun berdiri diikuti oleh Nita.
"Sebenarnya ada apa sih Sel?"Ujar Nita
"Gapapa kok. Oh iya habis ini kamu mau kemana Nit?"Tanya Misel
"Kayanya aku langsung pulang deh takut dicariin ibu pulang telat.Kamu?."Tanya Nita
"Aku langsung ke restoran aja Nit.Sebentar lagi waktunya pergantian shift."Sahut Misel
"Ooh oke kalau gitu aku duluan ya."Ujar Nita
"Iya makasih ya Nita traktirannya."
"Iya sama-sama. Bye!"pamit Nita. Misel dan Nita pun berpisah.Misel sangat terkejut saat dia membalikan badannya ternyata ada Alex yang tengah berdiri tepat dibelakangnya.
"Hyaaaak!!Kamu ngapain dibelakang saya?"Geram Misel
"Apa kamu punya uang?"Tanya Alex
"Untuk apa?"Tanya Misel balik
"Aku lapar sedangkan uangku sudah habis untuk membayar tiket bioskop."
"Cihh...Kamu ini orang kaya tapi anehnya tidak punya uang sama sekali."Ledek Misel
“Apa kamu sedang meledekku?Aku punya uang.Tapi aku belum dikasih uang sama kaksk ,” ujar Alex berbohong
__ADS_1
"Ish alasan."Gerutu Misel
"Apa kamu bilang?"Tanya Alex