
Sementara itu Tuan Wijaya yang tengah berada diruang kerjanya dikediaman Mansionnya itu menatap sinis laptop yang berisi berita pernikahannya. Tapi bukan tuan Wijaya namanya yang merupakan seorang pengusaha terkenal yang handal. Ia bahkan menangani sendiri rumor yang beredar mengenai pernikahannya. Tapi ia tak berdaya menangani para cucunya itu. Saat sekretaris Ivan melapor Bram dan Alex sepertinya tidak akan datang dalam pernikahan tuan Wijaya.
“Jadi tidak ada satupun dari mereka yang mengerti perasaanku. Aku tidak bisa melakukan semua ini sendirian lebih lama lagi. Aku memerlukan penerus untuk meneruskan perusahaan Ivan,” Ujar tuan Wijaya kecewa.
Sekretaris Ivan berkata bahwa Bram dan Alex masih muda. Butuh waktu untuk mereka menjadi penerusnya dengan mengamati bagaimana mereka hidup bersama.
“Pastikan mereka setidaknya memperlihatkan wajah mereka pada acara pernikahanku. Akan ada banyak orang melihat kita hari itu. Jika aku membiarkan mereka untuk kesalahan mereka hanya karena mereka masih muda, mereka akan memiliki kepribadian yang buruk dan pada akhirnya akan menghancurkan nama perusahaan sekaligus mencoreng namaku.”Ujar tua Wijaya
“Baik saya mengerti tuan.” Sahut sekretaris Ivan
Ketakutan tuan Ivan terhadap kedua cucunya itu nampak jelas terlihat. Bagaimana tidak, kedua cucunya itu selalu saja membuat masalah. Bram yang selalu menghabiskan uang dan bermain wanita yang mengikuti sifat sang Kakek, sedangkan Bram selalu membuat tuan Wijaya marah karena tidak pernah mendengarkan perkataan dan permintaan tuan Wijaya. Tuan Wijaya selalu mendapatkan laporan dari sekretaris Ivan tentang keseharian Bram dan Alex yang membuat tuan Wijaya bernafas kasar dan dibuat pusing oleh cucunya itu.
Alex yang lebih baik bekerja di sebuah bengkel temannya daripada bekerja diperusahaan tuan Wijaya membuat tuan Wijaya marah besar dan merasa malu.
__ADS_1
sedangkan Bram....tiada hari tanpa masalah wanita. Saat seorang wanita marah karena Bram memutuskannya melalui sms, dengan enteng ia berkata ia sudah mengirim emoticon sedih bersama pesan putus itu. Baginya semua wanita di dunia adalah wanitanya. Dan itu membuatnya cukup sibuk.
Tapi ternyata para wanita itu bukan hanya mengejar Bram, melainkan menginginkan apa yang diberikan Bram setelah putus. Menurut rumor, Bram akan mengabulkan satu permintaan pada wanita yang berhubungan dengan Bram l kemudian putus. Dan begitulah...entah sudah berapa mobil dan banyak uang yang ia berikan pada para wanita itu.
Sepertinya Bram memang mengikuti jejak kakeknya. Tuan Wijaya yang sedang mabuk kepayang karena calon istri ketiganya, nyonya Morena. Dan ia benar-benar ahli memikat wanita. Tapi tuan Wijaya tidak tahu kalau nyonya Morena ini memiliki niat lain di balik pernikahan mereka. Karena nyonya Morena bersekongkol dengan orang lain untuk sebuah rencana.
"Tunggulah sebentar lagi. Kita akan mulai semuanya sesuai rencana."Ujar nyonya Morena saat menerima telepon dari seseorang dibelakang tuan Wijaya tanpa sepengetahuan tuan Wijaya.
Seperti biasa Bram yang suka nongkrong di sebuah club bersama teman-temannya itupun mengeluh dan menceritakan kalau nenek barunya dan ibunya sebaya.
"cih.. Siapa bilang?"Bram mendelik kesal
"kalau begini Bisa-bisa gue punya paman bayi."Tambah Bram lagi. Temannya tertawa dan berkata itu akan menjadi pohon keluarga yang rumit. Bram merasa kakeknya tidak peduli pada apa yang ia pikirkan. Ia tidak bisa duduk diam tanpa melakukan apapun mengenai hal itu.
__ADS_1
"Lalu Lo maunya gimana sekarang Bram?"tanya Nino teman Bram yang lainnya.
"Gue bakal ngancurin acara pernikahan Kakek gue itu. Caranya dengan gue bawa gadis kepernikahan Kakek gue dan berpura-pura gue mau tunangan sama dia."
"Hahaha..yakin Lo?"Tanya Wisnu. Bram pun mengangguk dengan senyum jahil dibibirnya
"Terus Lo mau bawa cewek Lo yang mana? cewek Lo kan banyak?"Tanya Nino
"Gimana kalau kita nungguin cewek yang lewat pintu club itu untuk dibawa ke acara pernikahan kakek gue."Ujar Bram yang emang dasar gila wanita sampai teman-teman Bram menggelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya itu.
Dan siapa sangka ternyata yang datang adalah Misel. Karena malam itu Misel mendapat giliran untuk mengantarkan ke club itu.
Bram dan teman-temannya berdecak kagum melihat kecantikan Misel. Meskipun Misel hanya menggunakan Baju khas karyawan makanan siap saji delivery.
__ADS_1
Bram berniat menghampiri Misel namun baru saja akan melangkah, Misel langsung kembali ke tokonya karena tugas Misel mengantarkan makanan sudah selesai. Bram pun bergegas mengikuti Misel dengan menancapkan gas mobil sportnya mengejar Misel yang telah berlalu menggunakan motor beatnya itu. Dan sampailah Misel ditokonya begitupun dengan Bram yang mengikuti Misel dari belakang. Bram tersenyum menyeringai melihat Misel masuk kedalam toko tempat dia bekerja. Bram tengah berpikir untuk merencanakan sesuatu.