
Misel terbelalak dengan perkataan Bram yang mengatakan jika Misel harus berpura-pura menjadi tunangan Bram.
"Apa kamu sudah tidak waras tuan?"Tanya Misel
"Hyak!!apa kamu menganggap aku gila?Aku serius. Aku akan membayarmu berapapun.Gak lama kok cuma malam ini saja."
"Maaf ya tuan, jika Anda hanya ingin mengatakan hal bodoh seperti ini saya permisi. saya harus bekerja."
"Baiklah jika memang kamu tidak mau menerima pekerjaan ini, gak papa. Ini kartu nama saya nanti kalau kamu berubah pikiran hubungi saya saja."Ujar Bram menyerahkan kartu namanya lalu pergi meninggalkan Misel.
"Ck... Dasar orang gila. Buang-buang waktu aja."Gerutu Misel.Lalu Misel pun kembali bekerja
Seperti biasa Alex yang sehari-hari berada di bengkel temannya ia berkata akan menraktir mereka makan. Ia pergi ke restoran terdekat yang kebetulan restoran itu adalah tempat Misel bekerja. Ia membeli beberapa makanan namun sayangnya ia lupa membawa dompet, akhirnya ia pamit kembali ke bengkel sebentar.
Tapi di luar bengkel ia mendengar para montir membicarakannya. Mengingat Alex sekarang kaya kenapa harus tetap bekerja di bengkel itu. Sedangkan kondisi bengkel sedang sepi.
Pemilik bengkel yang merupakan temannya itu menegur montir tersebut. Ia mengingatkan kalau sebenarnya Alex selalu membantu keuangan dibengkel itu. Tapi Alex meminta mereka agar tidak berubah dalam memperlakukannya. Itu artinya Alex tidak ingin membicarakan uang dan kekayaan keluarganya dengan mereka.
“Tapi dulu kita semua memiliki hutang bersama (yang dimaksud Alex yang dulu sebelum tahu kalau dia cucu tuan Wijaya),” kata montir
“Betul sekali.Jadi kenapa harus ada yang ditutup-tutupi? Kita sudah saling mengenal selama bertahun-tahun!sudah seperti keluarga.”Tambahnya lagi
“Ada alasan tertentu kenapa Alex menutupi ini dari kalian. Sudah jangan bahas ini lagi. Kalau Alex dengar bahaya takut dia tersinggung,” tegur pemilik bengkel. Alex yang mendengar percakapan mereka pun pergi dengan sedih karena ternyata selama ini dia bekerja disitu membuat temannya dan para montir lainnya jadi tidak nyaman bersamanya.
Alex pun kembali ke restoran tempat Misel bekerja dimana dia memesan makanan tadi. Dan meminta maaf kalau dia akan membayarnya besok sehingga dia menyerahkan KTP nya sebagai jaminannya. Untungnya yang sedang berjaga kasir hanya ada Misel karena sedang bergantian. Setidaknya Alex bisa menahan malunya, karena tidak mungkin dia kembali kebengkel setelah mendengar percakapan itu membuat Alex sungkan.
__ADS_1
"Maaf tuan apa kau yakin akan membayarnya besok?Anda tidak sedang menipu saya bukan?”
“Aku memiliki terlalu banyak uang untuk menipumu,jadi untuk membayar semua ini saya pakai KTP dulu. Besok saya kemari lagi”Ujar Alex tersenyum getir.
Misel jadi kesal dan berkeras meminta Alex untuk membayar makanan yang dipesan oleh Alex. Alex pun membuka jam tangannya dan mengulurkannya pada Misel.
"Ini sebagai jaminan tambahan saya pakai jam ini. Jika kamu tau barang branded mungkin jam ini bisa membayar semua makanan itu malah bisa membeli motor dengan jam ini."Sahut Alex kesal
“Baiklah. Tapi janji besok Anda harus datang kembali dan bayar pesanan anda. Untuk jam tangan ini Anda bawa saja karena kami bukan agen Pegadaian. Terimakasih." Ujar Misel lalu pergi kedalam ruangan karyawan karena saking kesalnya pada Alex. Begitupun dengan Alex yang pergi meninggalkan restoran itu kemudian pergi kerumah Ketrin. Karena hanya Ketrin yang mengerti perasaan Alex disaat Alex merasa sedih dan terpuruk begitu juga sebaliknya perasaan Ketrin pada Alex.
Ditempat lain Ketrin yang mendapat telepon dari temannya membawa kabar kalau Bram akan membawa seorang gadis pada pernikahan kakeknya. Ketrin yang tengah merancang sebuah gaun itu tiba-tiba jarinya tertusuk jarum Karena konsentrasinya teralih.
"Awhk.."Ujar Ketrin mengaduh
Alex yang baru datang itu langsung masuk begitu mendengar suara Ketrin. Ia khawatir melihat jari Ketrin mengeluarkan bercak darah. Tanpa sadar Alex pun menjilat jari Ketrin alih-alih meredakan darah yang keluar dari jari Ketrin.
"Gapapa kok cuma luka bekas jarum sudah biasa bagi seorang desainer kaya aku."Ujar Ketrin. Alex pun mengangguk lalu mereka pun berbincang bersama sampai tak terasa waktu menjelang sore.
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. Sudah waktunya Misel pulang dari tempat kerjanya. Misel pun pulang ke rumah. Ia membuka kotak berisi kenangan ibunya dan uang yang ia tabung untuk membayar biaya kuliahnya. Namun sayang uang tersebut ternyata raib. Ia hampir menangis karena sudah pasti ini kerjaan ibu tirinya. Misel melihat foto ibunya dengan sendu karena ia sungguh merindukan ibunya itu.
Ia mengirim pesan pada ayahnya, menanyakan apakah ayahnya sedang sibuk. Mereka sudah tidak bertemu selama satu bulan. Ia bertanya kapan ayahnya pulang karena ia sudah sangat merindukannya.
Keesokan harinya sebelum berangkat ke kampus Misel menyempatkan waktunya untuk pergi ke pemakaman ibunya. Dan tanpa disangka saat Misel akan pulang dari pemakaman ibunya,dia bertemu kembali dengan Alex.
"Kamu?"Tanya Alex dan Misel bersamaan
__ADS_1
"Kamu ngapain kesini? ngikutin aku ya?"Tanya Alex
"Dih geer banget sih jadi orang. Ngapain saya ngikutin situ kaya gak ada kerjaan aja." Gerutu Misel
"Ya terus kamu ngapain kesini?"
"Suka-suka saya dong. Tapi yang jelas saya gak ngikutin kamu ya."Ujar Misel
"Yaaa siapa tau kamu ngikutin saya karena gak percaya sama saya. Tenang hutang saya yang kemarin udah saya bayar oke."Sahut Alex
"Oke. Terimakasih." Ujar Misel lalu pergi meninggalkan Alex menuju kampusnya. sementara Alex pergi ziarah ke makam ibunya.
Sesampainya di kampus, dengan berat hati Misel memberitahukan pada pihak kampus untuk meminta keringanan biaya kuliahnya. Namun sayangnya pihak kampus tidak memberikan keringanan itu.
Misel yang bingung harus mencari uang kemana untuk membayar biaya kuliahnya itu akhirnya teringat kepada Bram. Ia pun menghubungi Bram. Ia bertanya apakah tawaran itu masih berlaku. Ia membutuhkan uang tunai dan tidak bisa memberi kuintansi.
Bram setuju, Ia meminta Misel untuk berpura-pura menjadi tunangannya selama satu jam. Misel tentu saja terkejut. Bram berkata Misel tidak akan pernah lagi mendapat kesempatan untuk memperoleh uang dengan jumlah banyak dalam waktu satu hari.
“Kenapa kau membutuhkan tunangan untuk satu hari.?" Tanya Misel
“Oh, itu karena kakekku. Ia sakit dan sangat ingin melihatku menikah sebelum ia meninggal. Salah satu kerabatku menikah hari ini. Dan hari ini adalah hari terakhir kakekku diperbolehkan keluar dari rumah sakit,”Ujar Bram dengan nada pura-pura sedih.
Misel pun jadi bersimpati. Ia sebenarnya tidak ingin ikut dalam kebohongan Bram memiliki tunangan tapi untuk sekarang ia setuju demi uang yang dijanjikan oleh Bram.
"Oke baiklah.Aku setuju.Temui aku dijalan xx."Ujar Misel
__ADS_1
"Oke tunggu."Sahut Bram