Harta Tahta Misella

Harta Tahta Misella
Episode 1


__ADS_3

Seperti biasa Misel setelah pulang dari kampus langsung pergi ketempat kerjanya dengan mengendarai motor beatnya. Misel adalah anak Mahasiswi universitas kedokteran diuniversitas Harapan Bangsa.


Diperjalanan ia melihat seorang pengendara motor dengan wajah tertutup helm berkelahi dan merebut sebuah tas dari sekelompok orang. Lalu pria itu pergi begitu saja.


Misel mengejarnya karena mengira pria itu orang jahat. Namun ternyata ia menemukan kalau si pengendara motor itu hanya merebut kembali tas seorang wanita dari kawanan begal dan mengembalikannya.


Karena ia melihat dari belakang, ia tidak melihat wajah pria itu. Pastinya cukup tampan karena si wanita pemilik tas terpesona setelah melihatnya. Lalu Misel pun melanjutkan perjalanannya menuju kampus


Sementara itu disebuah mall terlihat wanita cantik menunggu seseorang dengan penuh harap. Ketrin namanya. Ketrin adalah seorang desainer muda dan berbakat ditengah menyelesaikan kuliahnya dia menjadi seorang desainer. Ia terkejut saat melihat sepasang pria dan wanita lewat di depannya dengan bergandengan tangan.


"Bram?"panggilnya


"apakah kamu mengenal dia sayang?"tanya Bram. perempuan yang tengah menggandeng Bram itupun gelagapan pura-pura tidak mengenalinya.Tapi jelas itu bohong karena jelas-jelas dia adalah temannya sendiri. ketrin kesal karena Bram mengencani teman kampusnya.


Yaaaa.. Ketrin adalah teman Bram dari kecil sampai sekarang dan mereka sempat mengkupkan cintanya namun karena masalalu Bram dengan mendiang kakaknya Ketrin sehingga Bram harus menghindari ketrin. Dan dari situlah Bram mulai berkelana memacari para wanita mencari pengganti Ketrin dihatinya yang memang dari dulu sampai sekarang Bram tak menampik bahwa dirinya masih sangat mencintai Ketrin


"Apakah tidak ada wanita lain selain teman kampusku?"tanya Rindu


"Apa hakmu untuk melarangku berkencan dengan wanitaku? mau dia temanmu atau bukan terserah aku. itu hakku bukan hakmu." Sahut Bram dengan engan nada marah. Ketrin diam terpaku sungguh perkataan Bram benar-benar menusuk hatinya. Bram yang dulu dia kenal telah berubah.


"Jangan berkata kasar dengan wanita bodoh” kata Alex yang baru saja tiba dan mendengar percakapan mereka.


"Oh ternyata kamu juga sedang berkencan di sini. Dan coba lihat ternyata kamu lebih parah dariku. Jika aku hanya mengencani temanmu, lalu bagaimana denganmu yang telah berkencan dengan adik sepupuku disini."ujar Bram


"Hyaak!!!jaga omonganmu."sahut Alex kesal karena Dia tahu semua tentang Bram dan Ketrin.


"Kenapa?tidak terima?cih dasar perebut milik orang. Dulu kau rebut kakekku dengan datang tiba-tiba sebagai sepupuku anak dari omku. Lalu sekarang kau ingin merebut wanitaku begitu? Kau benar-benar sudah mengacaukan hidupku." hardik Bram. Alex yang sudah kesal dari tadi itu mulai mendekati Bram. Kini wajah mereka sudah saling berhadapan


"Kau kira aku mengacau? Bagaimana jika aku mengacau wajahmu?”Ujar Alex geram sambil menarik kerah baju Bram

__ADS_1


“Bagaimana bisa kau menarik kerah kakakmu sendiri? Ingat aku adalah kakak sepupu mu. Kau harus bersikap hormat sebagaimana mestinya.”sahut Bram


“Kakak siapa? Aku tidak punya anggota keluarga sepertimu,” Alex melepas kerah Bram dan menyuruhnya pergi.


Bram melirik Ketrin lalu pergi bersama temannya Ketrin itu. Ketrin menegur Alex karena selalu bertengkar dengan Bram setiap kali mereka bertemu. Alex berkata ia juga tidak senang bertemu dengan Bram.


“Kalau begitu jangan bertemu dengannya.”ujar Ketrin


“Kenapa kau tidak mengikuti nasihatmu sendiri? Seleramu benar-benar payah soal pria. Pastikan kau mendapat persetujuanku untuk pria yang akan kaunikahi.”seru Alex


"Kalau harus menunggu persetujuanmu yang ada aku jadi perawan tua."ujar Ketrin dengan senyum meledek. Alex pun ikut tersenyum. Lalu mereka pun pergi untuk berbelanja kebutuhan menjahit Ketrin.


Setelah puas berbelanja dan mendapatkan apa yang dibutuhkan oleh Ketrin, Alex pun mengantarkan Ketrin pulang ke apartemennya.


barula setelah itu Alex kembali kerumah utama kakeknya dimana dia tinggal. Namun diperjalanan pulang, ada pesan masuk dihanpdponenya. Pedan itu menyuruhnya untuk berkumpul secepatnya di rumah kediaman kakeknya. karena kakeknya tinggal terpisah di Mansion bukan dirumah utama.


"Datanglah ke Mansion. Jika kau tidak datang maka aku tidak akan pernah menceritakan bagaimana kamu bisa terlahir ke dunia ini."


Ternyata Bram juga mendapatkan pesan yang sama untuk datang kekediaman kakeknya itu. Bram yang tengah asik mengemudikan mobil sport setelah berkencan dan menghabiskan uang bersama wanita yang tak lain temannya Ketrin tadi.


"Datanglah ke Mansion. Jika kau tidak datang maka aku akan memblokir semua kartu kreditmu."itulah Isi pesan kepada Bram. Bram yang tak ingin kartu kreditnya diblokir pun melajukan mobilnya menuju Mansion kakeknya.


beberapa menit kemudian mobil sport milik Alex dan Bram datang bersamaan.Meski begitu, tidak ada tegur sapa di antara mereka.


Mereka pun masuk kedalam Mansion itu.Mansion yang mewah bak istana. Keduanya masuk bagai model di catwalk, Begitu melihat Sekretaris kakeknya yaitu Ivan, mereka langsung menanyakan keadaan kakek mereka.


“Dimana kakek?”tanya Alex


“Apa Kakek bangkrut?”tanya Bram yang diotaknya hanya uang dan wanita itu. Sementara sekretaris Ivan memberikan sebuah undangan.

__ADS_1


Alex dan Bram pun menatap sebuah kartu undangan di tangan mereka masing-masing. Dan keduanya kesal karena mereka diminta datang hanya untuk hal seperti ini.


Dengan sekretaris ivan berkata hanya dengan cara ini ia bisa mengumpulkan mereka sekaligus dan tidak ada pertengkaran. Bram membuka undangan tersebut dan melihat foto kakeknya bersama seorang wanita.


“Ini undangan pernikahan kakek?!” ujarnya tak percaya.


Dengan dingin Alex berkata ia tidak akan datang begitupun dengan Bram yang juga tidak ingin datang. Tapi sekretaris ivan berkata mereka harus hadir karena mereka bersaudara yang merupakan cucu dan juga pewaris tuan Wijaya.


Bram dan Alex langsung protes ketika disebut bersaudara. Bram tak habis pikir dengan kakenya sebelumnya muncul seorang sepupu secara tiba-tiba (Alex), dan sekarang ia mendapat seorang nenek yang seusia dengan ibunya?.


"benar-benar kurang kerjaan.Lebih baik tidur dirumah daripada harus menghadiri pernikahan Kakek yang sudah menikah berkali-kali itu."ujar Alex dingin lalu pergi meninggalkan Bram dan sekretaris ivan.


“Alex!! Alex Wijaya” panggil Ivan namun Alex tak menghiraukannya


Tinggal Bram yang masih ada disitu. Sekretaris ivan berkata bahwa Bram harus datang tanpa terkecuali.


"Kamu harus datang. Jika tidak maka tuan akan memblokir semua kartu kredit mu dan semua fasilitas akan dicabut."ancam sekretaris Ivan


“Tentu saja. Ini kan pernikahan ke-3 Kakek. Aku bahkan akan membawa hadiah,” ujar Bram sambil tersenyum lalu ia pun pergi.


Sekretaris Ivan teringat ketika ia pertama kali membawa Alex ke rumah utama tuan Wijaya. Saat itu Bram mengira Alex adalah penjaga yang baru dirumah itu. Justru hal ini membuat Alex tersinggung dan marah.


"Apakah kamu penjaga baru yang disuruh Kakek untuk menjaga dan mengawasiku dirumah ini?" Tanya Bram dengan nada merendahkan yang melihat Alex duduk di sofa. Alex terkejut dan merasa tersinggung lalu bangkit dari duduknya dan mendekati Bram. Dengan tangan yang mengepal namun untunglah sekretaris Ivan datang dan menjelaskan kalau mereka berdua adalah saudara sepupu. Ia berkata bahwa Alex adalah putera dari Tuan Muda Rayn Wijaya yang merupakan putra bungsu tuan Wijaya.


Jelas saja Bram tak percaya. Pamannya itu tidak menikah jadi bagaimana bisa punya anak? batinnya.


"Benarkah jika dia anak Paman Rayn lalu dimana ibunya?? dan berasal dari keluarga mana? Apa selama ini tinggal di luar negeri?dan sekolah dimana"Tanya Bram penuh mengintimidasi


“Aku tinggal di panti asuhan setelah ibuku meninggal dunia 10 tahun lalu. Dan aku dikeluarkan dari Sekolah karena tak mampu bayar biaya sekolah . Memangnya kenapa?”tanya Alex balik

__ADS_1


“Ah, gapapa. Padahal aku sudah khawatir,” Sahut Bram. Maksudnya Alex bukan saingan sepadan untuknya. lalu Bram pun berlalu pergi menuju kamarnya


Benar-benar ini pertemuan pertama yang meninggalkan kesan buruk. Sekretaris Ivan menghibur Alex kalau ia akan terbiasa dengan sikap dan keadaan dirumah ini. Tapi jelas bagi Alex tidak berminat untuk menjadi “terbiasa” dirumah itu. Karena tujuannya kerumah ini adalah untuk mengetahui asal-usul ayah dan ibunya dan bagaimana dia bisa terlahir dengan tanpa sosok ayah disampingnya.


__ADS_2