Harta Tahta Misella

Harta Tahta Misella
episode 7


__ADS_3

Misel sama sekali belum menyadari berita mengenai dirinya. Ia mendekati bosnya direstoran tempat ia bekerja dan bertanya apakah ia bisa meminta gaji bulan depan di muka. Ia berjanji akan bekerja sangat keras. Tapi bosnya juga menolaknya.


"Boleh ya tuan saya meminta gaji saya terlebih dahulu? Saya sangat membutuhkan uang itu untuk bayar kuliah saya."Ujar Misel memohon


"Cih.. Enak sekali kamu minta gaji sebelum bekerja. Emang ini restoran milik nenek moyangmu apa? Saya bilang enggak ya enggak. Kerja yang bener baru saya bayar."Sahut sang pemilik restoran. Misel pun hanya bisa pasrah mendengar perkataan bosnya itu.


Sementara itu di sebuah Mansion dimana merupakan kediaman tuan Wijaya sekretaris ivan membeberkan hasil penyelidikannya mengenai Misel pada tuan Wijaya . Misel anak kuliahan jurusan kedokteran dimana ia harus menghidupi dan membiayai dirinya sendiri sebagai seorang kasir disebuah restoran siap saji dan kadang menjadi seorang driver delivery direstoran itu.


Ibunya Misel meninggal dunia saat Misel masih kecil lau ayahnya menikah lagi. Saat ini Misel tinggal bersama ibu tiri dan saudara tirinya yang sebaya dengan Misel.


Ayah Misel adalah seorang supir truk kontainer yang sering bekerja di luar kota dan hanya pulang beberapa bulan sekali. Begitulah sekretaris ivan menjelaskan tentang Misel pada tuan Wijaya.


“Pantas ia begitu dewasa pada usianya. Akan lebih baik mendapatkan seseorang yang seumuran dengan mereka agar mereka bisa belajar banyak dari Misel.” Ujar tuan Wijaya


Misel akhirnya memutuskan untuk cuti dari kuliahnya untuk sementara waktu. Ia bertekad untuk memulai lagi dari awal untuk mengumpulkan uang kuliahnya.


Ketika ia sedang berjalan, sekretaris Ivan muncul di hadapannya dan berkata ada seseorang yang ingin menemuinya. Sekretaris Ivan membawa Misel menemui Tuan wijaya


Setelah sampai dikediaman tuan Wijaya, Misel berdecak kagum ketika melihat rumah itu. Saat tuan Wijaya tiba Misel menyapanya.


"Selamat pagi menjelang siang tuan." Sapa Misel mengingat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat dua puluh menit.


"Pagi. duduklah."Sapa tuan Wijaya balik kemudian menyuruh Misel duduk. Misel pun menurutinya.


"Mau minum apa?"Tanya tuan Wijaya


"Ah tidak perlu repot-repot tuan."Ujar Misel malu


"Gapapa. Kamu adalah tamu dirumah ini.Jadi jangan menolak."


"Baiklah. Apa saja tuan."


" Ivan tolong suruh bibi dibelakang untuk membuatkan nona manis ini air minum."Titah tuan Wijaya. Sekretaris Ivan pun mengangguk lalu pergi kebelakang.


"Apa tuan memanggil saya kesini karena kejadian kemarin tuan?"Tanya Misel gugup


"Jika iya saya mohon maaf. Karena saya tidak tahu kalau tujuan tuan muda Bram meminta saya untuk berpura-pura menjadi tunangannya adalah untuk membuat kekacauan seperti kemarin." Tambah Misel lagi


"Gapapa.Saya tau kok. Saya mengundang kamu kesini karena saya punya satu permintaan."Sahut tuan Wijaya.

__ADS_1


"Permintaan apa itu Tuan?"Tanya Misel bingung. Namun baru saja Tuan Wijaya mau menjelaskan tujuan mengundang Misel ke Mansionnya itu tiba-tiba sekretaris Ivan datang bersama seorang pembantu dikediaman tuan Wijaya itu dengan membawa dua gelas air minum berisi teh hijau herbal.


"Ivan tolong jelaskan tujuan saya mengundang nona ini kenapa saya mengundang dia."ujar Tuan Wijaya. Sekretaris Ivan pun mengangguk tanda mengerti lalu mengambil alih dan mulai menjelaskan dari awal.


Dengan sebuah video ia memperlihatkan sebuah rumah yang dimana rumah itu merupakan rumah utama tuan Wijaya.Rumah itu secara arsitektur dibuat berdasarkan alam. Satu dari 100 tempat terbaik arsitektur modern di dunia. Luar biasa aman dan tak bisa dimasuki orang luar. Misel pun berdecak kagum melihat rumah itu ternyata masih ada rumah yang lebih luas dari rumah tuan Wijaya yang sekarang dia datangi.


“Rumah siapa itu tuan?” tanya Misel penasaran karena Misel tidak tahu kalau tuan Wijaya memiliki banyak rumah dan villa.


"Itu rumah utama tuan Wijaya."jawab sekretaris Ivan singkat


"Oh ya?"Tanya Misel tak percaya(sebenernya bukan gak percaya ya tapi lebih ke kaget aja).


"Iya itu rumah utama saya. Saya memang memiliki banyak rumah dan beberapa villa tapi saya masih merasa kurang. Karena saya tidak bisa berkumpul dengan cucu saya."Keluh tuan Wijaya


"Kenapa begitu tuan? Lalu cucu-cucu tuan tinggal dimana? kenapa tidak tinggal bersama tuan?"Tanya Misel bingung


“Para cucu tuan Wijaya tinggal dirumah utama tuan Wijaya. Tuan Wijaya memilih tinggal sendiri disini daripada tinggal bersama cucu-cucunya yang pembuat masalah itu.” Jawab sekretaris Ivan


"Pembuat masalah maksudnya?"Tanya Misel semakin bingung. Lalu sekretaris Ivan menceritakan kehidupan Bram dan Alex cucu tuan Wijaya itu pada Misel


Cucu tertua adalah Bram Wijaya, Dia adalah putra tunggal dari mendiang tuan Tio Wijaya putra tertua tuan Wijaya. Dia dari kecil memang hidup sendiri sehingga merasa kesepian dan akhirnya dia senang menghambur-hamburkan uang dengan berkencan bersama para wanita diluar sana .


Cucu termuda adalah tuan muda Alex Wijaya yang merupakan sepupu dari Bram.Dia adalah anak dari putra bungsu tuan Wijaya yaitu tuan Satya. Dikarenakan terpisah dengan ayahnya sejak kecil sampai sekarang dan menjalani hidup keras bersama ibunya, sehingga membuat tuan muda Alex menjadi orang yang keras Kepala dan senang menantang semua batasan sehingga tidak bisa dijinakkan oleh siapapun.


“Pantas disebut dengan Preman.”celetuk tuan Wijaya lagi


Misel tersenyum setiap kali mendengar celetukan tuan Wijaya. Sekretaris Ivan berkata kedua saudara sepupu itu sengaja dibuat tinggal bersama agar mereka bisa akur.


"Jadi permintaan saya adalah tolong jadikan cucu-cucu saya manusia yang baik.”


“Kenapa Anda meminta hal seperti itu pada saya tuan?"Tanya Misel


"Karena kamu adalah orang yang tepat untuk bisa merubah mereka."


"Tapi tuan bukannya menjadi manusia yang baik tergantung dari diri kita sendiri. Jadi apa yang harus saya lakukan?"Tanya Misel bingung Tuan Wijaya yang mendengar perkataan itupun tertawa.


"Kamu hanya perlu merubah kepribadian dan sikap mereka. untuk caranya saya sudah memiliki program untuk mengubah mereka dan kamu hanya perlu mengikuti setiap misinya selama 3 bulan."Sahut Tuan Wijaya


"Tapi bagaimana mungkin saya bisa melakukannya tuan??"Tanya Misel

__ADS_1


"Saya yakin kamu bisa."Jawab tuan Wijaya mantap


“Jika kamu mau melakukannya, saya akan membiayai kuliahmu bahkan jika kamu mau saya akan membuatkan tempat praktek dokter untukmu. saya akan memberikan apapun yang kamu mai.”


“Kuliah?” Tanya Misel berkaca-kaca mengingat kuliahnya yang terancam berhenti.


“saya bisa mengubah hidupmu,saya bisa mengeluarkan mu dari siksaan ibu dan Kakak tirimu Nona misel.”Ujar tuan Wijaya meyakinkan


"Apa tuan mengenal saya?"Tanya Misel bingung karena dia bisa tahu semua tentang dirinya.


"Tentu saja."Jawab tuan Wijaya singkat sambil tersenyum. Misel terdiam sesaat. Lalu dengan agak murung ia berkata untuk sesaat ia hampir menerima tawaran itu. Tapi ia berpendapat ia tidak pantas menerima pekerjaan itu dan meminta maaf.


"Maaf tuan. Saya tidak bisa melakukannya."Keluh Misel


"Kenapa gak bisa?Apa kurang?Apa kamu menginginkan hal lain?"Tanya tuan Wijaya


"Tidak tuan. Saya hanya merasa tidak pantas untuk melakukan hal seperti ini. Kalau sudah selesai saya boleh permisi pamit pulang tuan?"


"Baiklah. Tapi jika kamu berubah pikiran saya akan selalu menunggu keputusanmu."Jawab tuan Wijaya dengan nada kecewa. Lalu Misel pun pergi pamit pulang.


Ditempat lain Bram akhirnya menemui calon tunangan pilihan kakeknya. Ia mengeluarkan jurus rayuan mautnya tapi kali ini tidak berhasil. Wanita itu sudah mendengar berita mengenai wanita yang dibawa Bram pada pernikahan kakeknya.


"Apa ini salah satu strategimu tuan Bram Wijaya?"Tanya wanita itu


“Untuk apa aku repot-repot berstrategi hanya untuk menemui seorang wanita? Mengapa kita tidak bersenang-senang saja berdua hari ini?”Jawab Bram


“Aku diberitahu kalau aku akan bertemu dengan partner bisnis hari ini. Mari kita negosiasikan kesepakatan kita lebih dulu.”Ujar wanita itu mengalihkan pembicaraan. Bram yang merasa dirinya tidak ingin melanjutkan pertemuan ini dia mencari cara untuk pergi dari tempat itu.


Saat Bram menoleh dia melihat Ketrin berjalan melewati pintu masuk. Ketrin sedang asyik membaca buku hingga tak melihat Bram.Saat Ketrin mulai berjalan mendekati meja di mana Bram dan wanita yang tadi duduk Bram berdiri dan memeluk Ketrin.


Ketrin terkejut, apalagi ketika Bram mencium bibirnya Ketrin terbelalak kaget .Wanita yang dijodohkan dengan Bram marah dan berkata mereka tidak perlu negosiasi apapun karena dia tidak ingin bertemu dengan Bram lagi. Lalu ia pergi.


Sementara Bram masih tetap mencium Ketrin dan untuk sesaat larut di dalamnya. Tiba-tiba ia mengangkat kedua tangannya dan menjauh.


“Aku minta maaf.” Lalu Bram pergi begitu saja meninggalkan Ketrin.


Ketrin menyusulnya dan bertanya apa yang Bram lakukan. Ia tidak mau diperlakukan seperti wanita murahan. Bram dengan enteng berkata itu sebabnya ia meminta maaf.


*****

__ADS_1


(coba kalau kita diposisi Ketrin dapetin ciumannya aja udah bersyukur apalagi dapetin hatinya bener gak?😂😂😂Canda ya gengs


__ADS_2