
Setelah dihubungi oleh Misel, Bram pun menemui Misel disuatu tempat yang telah mereka janjikan.
"Ayo ikut aku."Ujar Bram menyuruh Misel naik ke mobilnya
"Kemana!?"Tanya Misel ragu
"Jangan banyak pertanyaan. Bukannya kamu sudah setuju untuk bekerja denganku!!?"Sahut Bram. Tanpa penolakan Misel pun menuruti perintah Bram menitipkan motornya kepada tukang parkir kenalannya karena kebetulan dia sering ketempat itu.
Di dalam mobil, Bram berusaha mendekati Misel. Karena toh mereka “bertunangan”. Tapi Misel bukan tipe gadis seperti itu. Ketika Bram mengingatkannya kalau mereka harus benar-benar terlihat seperti pasangan dan memberi kecupan jauh, Misel hanya bisa pasrah.
Yaaa hari ini adalah hari pernikahan ketiga tuan Wijaya.Para tamu mulai berdatangan ke tempat pesta. Hampir semua media meliput acara tersebut. Dan orang-orang bertanya-tanya apakah cucu dari tuan Wijaya akan hadir. Dan pada saat Bram datang dengan mobil sportnya bersama Misel para fans dan media yang meliput terkejut melihat ia datang bersama seorang gadis.Bram merangkul Misel dengan penuh percaya diri dan masuk ke dalam.
Bram membawa Misel ke kamar suite di mana ia sudah mempersiapkan segala perlengkapan dan bantuan untuk menjadikan Misel tunangannya. Diluar Bram mendengar suara ketukan pintu. Bram pun membukanya dan ternyata yang datang adalah Ketrin. Ketrin melihat Bram masuk kekamar tersebut lalu berniat ingin menghampirinya. Bram keluar dengan muka dingin. Ntah kenapa Bram selalu bersikap dingin dan terkesan jahat pada Ketrin padahal dia sangat mencintai Ketrin.
"Mau apa kamu kesini?"Tanya Bram dingin
"Gapapa aku tadi gak sengaja lihat kamu masuk kekamar ini. Apakah kamu datang bersama wanita kedalam kamar ini?"Tanya Ketrin balik.
"Kalau iya kenapa? Masalah?"Sahut Bram dengan nada tinggi
“Oh ya.. Siapa dia?” Tanya Ketrin penasaran.
“Apa kau tidak lelah terobsesi padaku? Ini tidak ada hubungannya denganmu jadi urus saja urusanmu sendiri,” ujar Bram dingin. Lalu ia kembali masuk ke dalam. Ketrin yang diperlakukan seperti itu merasa sakit hati mendengar kata-kata Bram.
Misel yang telah berganti pakaian dan selesai di makeup pun kini tampil lebih cantik dan anggun. Ternyata dipesta tersebut kakak tirinya Misel yaitu Stefani hadir namun bukan menjadi tamu melainkan pengiring latar dalam pesta.
Kini sang pengantin wanita nyonya Morena telah bersiap sambil memegang buket bunganya. Dalam hatinya ia berkata,” Rencana sudah mulai berjalan sesuai harapan...” Sementara Tuan Wijaya lebih dari siap untuk pernikahan ini.
__ADS_1
Tuan wijaya dan nyonya Morena mulai menyapa para undangan dari balkon. Mereka berjalan menyusuri balkon itu menuju panggung diiringi tepuk tangan pada hadirin. Di balkon sisi lain, Bram muncul bersama Misel yang mengenakan gaun putih. Akibatnya perhatian para undangan teralih pada mereka. Mereka mulai berbisik-bisik dan bertanya-tanya apa yang terjadi.
“Apa yang sedang kita lakukan?” Tanya Misel bingung.
“Kita akan menikah.”Jawab Bram singkat
“Apa? Apa kau gila? bukannya kamu bilang kita akan bertunangan?berbeda dengan apa yang kau katakan padaku,” protes Ha Won.
“Hanya sedikit berbeda,” Bram menenangkan.
"Lalu bukankah itu Tuan Wijaya?Apa kamu berbohong padaku?"Tanya Misel. Namun Bram tak memperdulikan pertanyaan Misel
Misel yang merasa dirinya dibohongi itupun tidak mau melanjutkan sandiwara ini. Karena ini tidak benar. Namun Bram malah menggendong Misel menuruni balkon dan berjalan menuju panggung. Mereka tiba bersamaan dengan Tuan Wijaya dan nyonya Morena diatas panggung itu.
“Kakekku sayang, aku memberikan hadiah dihari pernikahan Kakek. Kenalin ini tunanganku,” Ujar Bram.
“Hei, sapalah. Ini adalah istri ketiga Kakekku,” kata Bram
Tuan Wijaya terlihat sangat marah karena Bram benar-benar membuatnya malu atas perbuatannya yang tidak sopan. Misel pun berlutut meminta maaf. Ia tidak bermaksud merusak hari bahagia mereka.
"Kamu sedang apa berlutut seperti itu?”Tanya Bram menarik tubuh Misel
“Harusnya aku yang bertanya,” ujar Misel galak. “Kata mu kakekmu sedang sakit lalu apa ini?Kamu membuat kekacauan dengan memberontak pada kakekmu di acara yang sakral seperti ini??Kamu hampir saja menghancurkan hari bahagia mereka.Ayo minta maaf!”Gerutu Misel
“Untuk apa?”Tanya Bram sambil mengerutkan dahinya
“Pake nanya lagi Cepat minta maaf!”Titah Misel
__ADS_1
“Gak mau.”Jawab Bram singkat
Saking kesalnya Misel pada Bram akhirnya Misel mendorong tubuh Bram kebawah dan membuatnya berlutut di depan Tuan Wijaya. Alex yang baru saja datang diacara itu terlihat tidak senang melihat apa yang terjadi. Apalagi yang dia lihat wanita itu adalah wanita dipenjaga restoran waktu itu.
Misel ikut berlutut dan meminta maaf lalu mendorong kepala Hyun Min agar menunduk pada Kakeknya tuan Wijaya. Namun tuan Wijaya bukannya marah tapi nampak tertarik pada sosok Misel. Justru yang merasa marah disini adalah Bram. Dimana Bram yang ingin memberikan kejutan namun dirinya lah yang dikejutkan dengan perlakuan Misel padanya. Bram menoleh dengan kesal tapi Misel menatap Bram dengan sangar membuat Bram menciut ketakutan.
Setelah meminta maaf dan berlutut, kemudian Misel pergi dengan kesal diikuti oleh Bram. Ternyata disana ada Ketrin dengan seorang teman yang menghiburnya.
"Apa benar dia adalah tunanganmu?"Tanya temennya Ketrin
“Tentu saja, “Sahut Bram . Ketrin yang mendengar itu nampak terpukul.
"Apa cara mu Ini tidak berlebihan?"Tanya temennya Ketrin lagi
"Berlebihan bagaimana? Aku dan Ketrin itu gak ada hubungan apa-apa."Jawabnya singkat
“Jadi jangan bersikap berlebihan di depan tunanganku,”Tambah Bram sambil merangkul Misel.
Misel bangkit dari tempat duduknya lalu berdiri menghampiri mereka.
“Jadi kamu adalah tunangan Bram?” Tanyanya pada Misel. Misel terpaksa mengiyakan.
Ketrin berkata ia sudah berteman dengan Bram sejak mereka masih anak-anak. Ia mengulurkan tangan untuk bersalaman. Misel pun menyalaminya.
Alex pun datang dan menarik tangan Ketrin yang tengah bersalaman dengan Misel. Alex kemudian menegurnya karena sudah menyalami Misel.
“Apa kau begitu dendam padaku karena waktu itu aku sempat tidak membayar sebuah pesanan makanan direstoranmu sehingga kamu mengikuti ku dan mendekati keluarga ku? Sebenarnya maumu apa?Apa kamu tertarik padaku setelah tahu siapa aku?” Tanya Alex pada Misel dengan nada marah. Ia mengeluarkan segepok uang lalu menjatuhkannya di hadapan Misel. Misel pun kaget dan kesal dengan perkataan dan perlakuan Alex padanya.
__ADS_1
"Ambil itu. Dan enyahlah dari hadapanku."Ujar Alex dengan nada tinggi