
Tok tok tok
"sakura...sakura.."
seseorang memanggil sakura di depan kamarnya
"iya siapa?"
"aku Emilia"
sakura langsung membukakan pintunya
"apa kamu mau bekerja?cepat siap-siap"
"iya tapi.. Emilia-san"
"udah jangan khawatir,cepat ganti pakaianmu"
"baiklah tunggu sebentar"
jam menunjukan pukul 19:50
"ayo kita berangkat"ajak Emilia
dan mereka berdua meninggalkan apartemen lalu pergi menaiki taxi
"Emilia-san apakah ini pekerjaan baik untukku?"tanya sakura di dalam mobil
"sakura aku tidak bisa bilang ini baik,tapi setidaknya kamu mendapat pekerjaan di masa sulit ini,apalagi ini musim dingin tidak banyak peluang pekerjaan,selama ada aku kamu akan baik-baik saja"
sakura hanya diam dan percaya dengan perkataan Emilia, dia akan baik-baik saja. setelah menempuh perjalanan selama 20 menit akhirnya mereka sampai.
"Emilia-san apakah ini tempatnya"sakura yang menatap tulisan
#BAR MALAM #
"sakura-chan ayo masuk"
sakura langsung mengikuti Emilia
"selamat malam Emilia-san"
"Emilia-san"
"Emilia-san malam ini cantik sekali"
"Emilia-san apa kamu membawa teman baru"
beberapa orang menyapa Emilia di dalam bar,ya karna Emilia bekerja di bar ini,semua orang pasti mengenalnya.
"ayane perkenalkan ini sakura,sakura ini ayane,teman kerjamu" emilia yang mengenalkan satu sama lain.
"salam kenal aku sakura"
"salam kenal juga aku ayane"
__ADS_1
"baiklah sakura aku sudah bicara dengan atasanku kamu bekerja di sini hanya mengantarkan makanan dan minuman kepada pelanggan,aku tau kamu masih di bawah umur tapi kami akan merahasiakannya,kamu tidak perlu khawatir"
"terimakasih Emilia-san"
"baiklah sakura ganti pakaianmu,aku akan pergi ke ruangan nomor 4 kamu bisa antarkan minuman ke situ ya nanti tanya saja pada ayane,dia berumur 24 tahun dia pasti membantu kamu"dan Emilia pergi meninggalkan sakura.
"permisi ayane-san di mana ruang ganti"
"oh lurus aja,terus belok kiri"
"terimakasih"sakura
kemudian pergi mengganti pakaian
"apakah pekerjaan ini benar untukku"sakura yang melepas pakaiannya dan terlihat punggung sakura yang sangat ramping dan putih.kemudian sakura kembali
"sakura-chan ini minuman yang di pesan oleh ruangan 4, kamu lurus saja tinggal cari no 4"ayane dengan lembut
"baiklah"sakura langsung berjalan,dan mendapatkan ruangan no 4
tok tok tok sakura langsung membuka dan
"Emilia dan para laki-laki,apakah ini pekerjaan Emilia?"sakura dalam hati
sakura mendekati meja Emilia dan menaruh minuman
"terimakasih Emilia semangat"sambil berbisik
"wah sepertinya aku baru saja lihat wanita ini"celetus seorang pria yang ada di ruangan itu dengan genit
"yamazaki-san yang ini tidak boleh"kata emila
sakura hanya sedikit gugup,karna di ruangan itu terlalu banyak orang, pria dan wanita,kemudian sakura pergi,saat ingin keluar sakura bertatapan dengan seorang pria tinggi berambut pirang yang sedang duduk sambil memainkan rokok di tangannya tatapannya sangat tajam,sakura langsung mengalihkan pandangannya dan pergi keluar.
Tut Tut Tut Tut handphone berdering
(kakek)
sakura khawatir
"ah selamat malam kakek" sambil berjalan pelan di lorong ruangan itu
"selamat malam sakura,gimana kabar kamu"
"baik kakek,baru saja aku mau menghubungi kakek,kakek apakah baik-baik saja di sana?"sakura berhenti di lorong itu
"tentu saja,Kyo selalu membantu kakek di sini,dia anak yang sangat baik"
"syukurlah,dia memang sangat baik,kakek jangan terlalu merepotkan dia"
"tidak,hanya saja dia selalu memaksa untuk membantu kakek di kedai,sakura apa kamu sudah terbiasa dengan suasana tokyo?"
"iya hanya saja di sini terlalu ramai"
"bukankah itu bagus,kamu kan selalu kesepian di desa"
__ADS_1
"kata siapa aku selalu merasa ramai kalau dekat kakek"
"benarkah,sakura kalau uangmu habis beritahu kakek ya,saat itu juga kakek akan langsung mengirim"
tak di sadari tiba-tiba air mata sakura menetes
"tenang saja kakek,uang saku ku masih banyak ko,kakek tidak perlu khawatir"
"syukurlah,ya sudah sakura ada pelanggan yang datang,istirahatlah yang cukup sebelum ajaran baru di mulai,jangan terlalu giat belajar"
"iya kakek,sampai jumpa"sakura menutup telponnya, tiba-tiba
"huwaaa"sakura terkejut ada seorang pria tinggi berdiri di depan pintu no 4
"apa kamu sedang menguping"sakura yang sedikit kesal
"aku hanya ingin ke kamar mandi,bukankah ini waktunya kamu bekerja,tapi kamu malah telvonan dengan pacarmu sambil menangis,apa kamu baru saja di putusin"tembakan yang tajam
sakura kesal dan langsung pergi meninggalkan pria tinggi itu,ya pria yang sempat bertatapan dengan sakura saat di ruang no 4 tadi.
sudah beberapa jam bekerja,jam menunjukan pukul 02:05 dan sakura bersiap-siap untuk pulang.
"sakura-chan aku pulang duluan ya pacarku sudah menunggu"ayane yang meninggalkan sakura di ruang ganti
"iya hati-hati"
dan sakura sudah keluar dari bar itu untuk menunggu taxi, tiba-tiba ada sebuah mobil hitam mengkilat berhenti di depan sakura.
"apakah taxi di Tokyo ada yang sebagus ini"sakura sambil memandangi mobil yang terlihat mewah ini
"hei apa kamu baru pertama kali lihat mobil seperti ini"sambil membuka jendela kaca mobil
"kamu"sakura langsung memasang muka cemberut,karna di dalam mobil itu adalah pria pirang yang mengejeknya di lorong bar tadi
"naik lah aku akan mengantar kamu pulang,jam segini jarang ada taxi,mungkin kamu bisa menunggu sampai 1 jam lagi"kata pria pirang itu
"tidak perlu,aku bisa sampai menunggu 2 jam"kata sakura dengan tegas
"baiklah semoga kamu tidak bertemu pria gila di jalan ini"dengan meledek pria itu melajukan mobilnya meninggalkan sakura
"kamu fikir,kamu tidak gila"sakura yang merasa kesal
pria itu yang mengintip dari kaca spion mobilnya yang melihat sakura berdiri kedinginan.
beberapa menit sakura menunggu,tapi tidak ada taxi yang lewat.
"hai gadis manis apakah kamu mau pulang,mari saya antar"seorang pria tua yang sedang mabuk,sakura langsung menghindar
"apakah aku harus menghubungi Emilia,ah tidak aku akan mengganggunya nanti"sakura yang menyalakan hp nya dan mematikannya kembali.sakura berdiri menunggu taxi dengan tubuh yang menggigil,kemudian sakura menunggu sambil berjalan perlahan, tiba-tiba ada suara klakson dari arah belakang sakura, dan berhenti di depan sakura,ia pun terkejut.
"apa kamu masih mau menunggu taxi?"ya seorang pria berambut pirang itu datang kembali dengan tatapan yang khawatir kali ini,dan mereka saling bertatapan beberapa saat.
"bolehkah aku naik?"sakura dengan nada sedih
sakura langsung menaiki mobil itu,dan pria itu langsung memberikan minuman hangat ke sakura dan syal berwarna coklat tanpa kata.
__ADS_1
mobil itu kemudian melaju di jalanan Tokyo yang penuh dengan lampu warna-warni dan udara yang sangat dingin,kedua remaja itu hanya terdiam sepanjang perjalanan tanpa ada kata sapaan.
"