
Jam istirahat sudah berlangsung 10 menit, sakura yang berjalan menuju kantin mengikuti langkah kaki ryota yang panjang.
"sakura-chan ini kantinnya,ayo masuk"
"iya" dan mereka masuk bersama,namun ada sesuatu yang aneh di dalam kantin itu
"ryota-kun ada apa dengan siswi-siswi itu"
"ah mereka seperti lalat yang mendekati sampah,abaikan saja"
sakura tidak mengerti apa yang di maksud ryota tapi yang di lihat sakura adalah sekumpulan siswi yang sedang menggoda seorang siswa.
"sakura ambil makananmu"
"ryota-kuuuuuunnnnn"
"ah pangeran kedua kita ada disini"teriak sekumpulan siswi-siswi yang akhirnya mendekati ryota
"siapa yang kalian maksud pangeran kedua heh"ryota yang bicara kesal dengan nada pelan
"ryota mereka sepertinya ingin menghampiri kamu"kata sakura
"biarkan saja,sakura cepat ambil makananmu"
"iya"
tiba-tiba sakura terkejut bukan main ia langsung meletakkan tempat makanannya
"ada apa sakura"kata ryota
"maaf ryota-kun aku mau ke kamar mandi dulu"sakura langsung berlari meninggalkan ryota yang sudah di dekati para siswi
"ryota-kun apa kamu kenal dengan gadis desa itu,kenapa kamu pergi makan dengannya"kata salah satu siswi
"emm hanya kebetulan saja,kenapa kalian kesini,bukankah kalian harus menemani pangeran pertama kalian"
"ryota-kun jangan berbicara seperti itu,dia tidak ingin berbicara dengan kita,entah lah apa mulutnya terkunci,tapi jika kamu ingin pergi denganku setelah pulang sekolah kamu akan jadi pangeran pertama"
"maaf aku sudah punya tuan putri"ryota langsung pergi mencari tempat duduk untuk makan.
sakura yang sudah 5 menit masih di kamar mandi,terdiam.
__ADS_1
"siapa tadi,apa aku salah liat,tidak-tidak pasti itu bukan dia,mungkin hanya mirip,tapi kenapa mirip sekali,oh mungkin kembarannya,ahhhh"sakura terkejut karena saat di kantin tadi sakura melihat sosok pria yang pernah ia temui
"baiklah ini belum pasti, aku harus hati-hati,semoga penglihatan ku salah"
dan beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi,sakura kembali ke kelasnya
"sakura kamu dari mana saja,apa kamu tidak papa?" ryota yang berbicara pelan
"ah aku dari kamar mandi,aku tidak tau jadi agak lama mencarinya"
"em baik lah"
"baik anak-anak,mari kita masuk ke ruang seni"seorang guru seni
dan para siswa keluar kelas menuju ruang seni,dan harus melewati kelas 2B
"sakura-chan kamu kenapa"ryota yang melihat sakura berjalan agak bungkuk
"ah tidak-tidak papa"
"ryota-kun apa kamu tau siapa pria yang di dekati para siswa tadi?"
"pangeran pertama?"kata ryota cuek
"ya para siswa memanggilnya pangeran pertama"
"dan kamu pangeran kedua?"kata sakura
"aku bahkan tidak mengakuinya"ryota dengan sedikit kesal
"ah apa kamu cemburu tidak menjadi pangeran pertama"sakura yang sedikit menggoda,ryota langsung terhenti langkahnya
"sakura-chan menurutmu apa aku pantas?"
"eh eh eum ya tentu saja"sakura yang sedikit gugup.
"kalau gitu kamu tuan putrinya"ryota yang menggoda sakura
"eh ah eum anu seperti aku tidak cocok"
"aku hanya bercanda"sambil tertawa kecil begitupun sakura
__ADS_1
"kenapa kamu menanyakan dia?"
"tidak papa"dan mereka memasuki ruang seni.
setelah beberapa jam pelajaran berlangsung,bel pulang berbunyi,seluruh siswa siswi meninggalkan sekolah kecuali mereka yang mengikuti ekstrakulikuler.
saat sakura keluar kelas ia melihat sosok pria tinggi bermata tajam keluar dari kelas 2B tepat di sebelah kelasnya.
"heeee apakah itu benar dia"sakura langsung belok arah agar tidak berpapasan dengan pria itu,karna sakura belum kenal dengan lingkungan sekolahnya sakura malah masuk ke ruang perpustakaan.
"gimana ini,itu benar dia kenapa aku bisa satu sekolah dengan dia,jika di sekolah ini tau apa yang terjadi dengan ku dan pria itu, bisa-bisa aku keluar dari sekolah ini sebelum lulus,baik-baik aku harus menghindarinya sebisa mungkin"sakura yang takut dan khawatir
tak tak tak tak,suara langkah sepatu
sakura berjalan perlahan sambil melihat-lihat buku di perpustakaan itu,dan tiba-tiba
"ohayaou"seorang tinggi berambut pirang bermata tajam tiba-tiba menengok dari balik lemari buku-buku,dan sakura langsung terkejut.
"aaaaahhhhh"sakura menjatuhkan buku yang ia pegang
"apa kamu sedang melihat hantu,sampai terkejut"dengan senyum jahatnya
"ada apa kamu di sini"sakura yang mulai menjauh
"ah aku tidak tahu harus bilang apa pada tuhan,apakah ini kebetulan,takdir,atau.... keberuntungan,sepertinya pergi sekolah saat ini akan menyenangkan"
"maaf aku harus pulang"sakura langsung di tahan di sudutkan di lemari buku-buku itu dengan tangan yang panjang dan kekar
"sakura apa kamu lupa dengan wajah tampan ini"yang mendekati wajah sakura
"maaf sepertinya kamu salah orang"
"oh tidak-tidak aku tidak pernah melupakan wajah ini tahi lalat di leher dan di punggung"sambil membelai rambut sakura
"lepaskan"sakura yang mendorong pria itu,ya pria yang pernah tidur dengannya
"sakura-chan panggil aku haru"
"tadinya aku fikir aku salah liat,saat di kantin aku melihat sosok angsa berlari sangat cepat meninggalkan makan siangnya,dan tadi pun dia berlari yang seharusnya arah pulang tapi dia pergi ke ruangan ini,aku kira aku hanya berhayal ternyata ini nyata"haru yang terus menahan tangan sakura sambil memperhatikan wajah sakura yang matanya sedikit memerah
"lepasin,aku mau pulang"sakura yang gemetar dan nadanya lebih pelan,pria itu yang bernama haru langsung sedikit menjauh dari sakura.
__ADS_1
"maaf"kata haru
sakura langsung berlari meninggalkan haru di perpustakaan,sakura sedikit meneteskan air matanya entah apa yang ia rasakan ia hanya sedikit khawatir,karna seseorang yang pernah tidur dengannya sekarang berada di satu sekolah yang sama.