HARUS KAMU

HARUS KAMU
Bab 01


__ADS_3

...Happy Reading!!!...


***jam 05.00 am**


Ugghh... ahh,...


"Jam berapa sekarang?... haah!!!!!!! jam 05.00?!?!?!?!?" ucap Azura yang terkejut


dan langsung menuju dapur untuk memasak makanan.


Azura terkejut sesaat ia melihat alarmnya,


karena ia biasanya bangun dari tidurnya yang menunjukan pukul 04.00 am untuk menyuci, memasak,dan bersiap siap, terlebih lagi hari ini adalah hari masuk kerja pertamanya....


*Dapur


"Ayolah.... cepat.. cepat...." oceh Azura yang sedang terburu buru mengerjakan tugasnya itu yakni memasak untuk sarapan.


Setelah ia menyelesaikan urusannya di dapur, ia langsung bergegas menuju kamarnya untuk bersiap siap berangkat kerja pertamanya itu. Ibu, adik beserta ayah tiri Azura memasang sikap acuh tak acuh terhadap Azura yang sedang berlari larian akibat terburu buru.


"Azura!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak ibu Azura


"Ya, bu..." sahut Azura yang sedang berada di depan pintu.


"Mau kemana kamu?!?!" tanya Kerin berperan sebagai ibu tiri Azura.


"Hehehe... palingan cuman ingin pergi untuk bermain bersama temannya atau karena takut tidak bisa bebas di sini , lihat saja bajunya itu yang sok sokan mengenakan pakaian kantor" opor Putri adik tiri perempuannya Azura.


"Benar apa ucapan putri barusan?" tanya ibu tiri Azura ketus


"Tidak, bu.."


"Sudahlah, pergi sana"


"HUffttt... baiklah, bu, aku pergi dulu" ucap Azura dengan nada sedikit sedih.


Ya.... ia sudah terbiasa diperlakukan seperti itu, semenjak ayah dan ibu kandungnya meninggal. Dulu mereka juga termasuk keluarga yang terbilang bahagia. Tapi, semenjak tujuh belas tahun yang lalu saat ibunya terkena penyakit yang mematikan dan meninggal, ayahnya menikah lagi dan mempuyai anak perempuan yang hanya selisih lima tahun darinya dan setelah beberapa tahun kemudian ayahnya terkena penyakit jantung yang mengakibatkannya meninggal dunia, beberapa minggu kemudian disitulah ibu tirinya menikah lagi.


Semenjak saat itulah hari hari ia jalani seperti berada di neraka pun dimulai, ialah yang membiayai kebutuhan keluarganya dan mengerjakan pekerjaan rumah, ia juga selalu disiksa oleh keluarga tirinya dan akan terkena pukulan maupun sabetan jika hanya melakukan kesalahan kecil ataupun tak melakukan kesalahan sesuai kemauan mereka. Beruntunglah kalian yg masih memiliki keluarga yang damai dan bahagia.


*Saat dijalan


Tiinnnnn...... Tiinnnn...... Tiinnnnn....


"Huh?" gumam Azura yang sedari tadi melamun di samping jalan


"Kyaaa!!!!!!!!" teriak Azura yang kaget


dikarenakan ada sebuah mobil yang mendekat dengan kecepatan kencang.


Mobil itu dapat berhenti bertepatan di depannya yang nyaris saja ingin menyerempetnya, bahkan mobil itu hanya berjarak beberapa centimeter dari tubuh wanita cantik itu ke mobil tersebut.


Cklek...

__ADS_1


Terdengar suara seseorang yang keluar dari mobil itu, ia adalah seorang pria yang terkenal dengan wajahnya yang tampan dan juga sikapnya yang dingin dan jutek. Ya.. dia adalah Eshar lelaki yang memiliki kekayaan seAsia dan kekayaannya yang berlimpah. Tapi sayangnya sikap tidak mendukungnya, padahal ia mendekati kata dari 'SEMPURNA'. Walaupun banyak wanita yang masih ingin bersamanya meskipun sikapnya seperti itu.


"Hey, kalo bawa mobil itu yang benar" teriak Azura yang kesal kerena mobil itu hampir saja ingin menabraknya.


Tap... tap... tap...


"Mana handphonemu?" pinta Eshar kepada Azura.


"Hah??" Azura yang merasa bingung sembari berpikir apa maksud dari laki laki itu.


"Aku tanya mana handphonemu, jangan membuatku mengulangi kata kataku!" ketus pemuda itu.


"I.. i.. ini..." ucap azura sedikit gagap sambil memberi handphone miliknya kepada Eshar.


Ntah apa yang dilakukan pria itu dengan heandphone miliknya.


"Ini!.." ucap Eshar mengembalikan handphone milik Azura.


"Untuk apa?.." tanya Azura yang sedari tadi terheran heran.


"Mana?..." pinta Eshar ke Azura sambil mengulurkan tangannya.


"Apa?.." tanya Azura yang masih merasa  terheran heran tak mengerti maksud dari pria itu.


"Uang ganti rugi" jawab Eshar dengan santainya seakan ia tidak melakukan kesalahan apapun.


Azura yang sedari tadi terheran langsung tersadar dan merasa kesal ia pun mengambil kancing peniti yang berada dalam tasnya dan pergi ke sisi mobil yang hampir membuatnya celaka tadi, menlecetkannya dengan kancing itu karena tak tahan.


creeet


Tap... tap... tap...


Eshar juga berjalan menuju sisi mobil itu juga dan...


Dengan sekali tarikan Eshar berhasil menarik tangan Azura dan mencium Azura, Azura yang terkejut berusaha melepaskan diri dari pelukan Ersan tapi Ersan memeluk Azura dengan cukup kuat. Ya.. tentu orang orang yang sedang berlalu-lalang melihatnya dengan terkejut terutama para kaum hawa.


Mereka menatap Azura dengan sinis seakan akan ingin nencabik cabik wajah mulus Azura dan seakan ingin mencekik wanita itu sampai mati rasanya.


Uhmm... kau... eumm...


"Apa Kau gila?!?!!!!!!!!!!!!..." ucap Azura dengan marah menggunakan nada tingginya setelah lepas dari pelukan Eshar.


"Kenapa?... marah?... merasa dirugikan?..." ucap Eshar dengan begitu sombongnya.


Tentu Azura yang mendengar ucapan itu semakin membuatnya bertambah marah ditambah dengan nada bicaranya yang sangat membuatnya jengkel dan kesal.


"huufftt... kau gila!!..." Ucap Azura yang berusaha menahan amarah itu, walau  masih sedikit terdengar bentakan di ucapannya tadi.


"Menikahlah dengan ku" ucap Eshar.


"Wah!... kamu benar benar gila!"...


"Kenapa?... jangan pura pura jual mahal gitu deh..." ucap Eshar kepada Azura sambil mengangkat kedua tangan miliknya itu.

__ADS_1


"Kau!!.." ucap Azuru yg kali ini masih mencoba menahan amarahnya.


"Kenapa??...  benarkan??... lagi pula, menikah denganku kamu tidak akan merasakan apa yang namanya kata 'rugi'..." ujar Eshar kepada Azura dengan percaya diri.


"Heh!.." umpat Azura sambil memutar kedua bola matanya jengah sambil melipat tangannya di dada.


"Jadi?.. apa kamu mau?..." tanya Eshar lagi.


"Cih! GILA!!..." jawab Azura  dengan nada setengah tinggi dan ketus, sambil berlarian kecil menuju stasiun untuk pergi ke kantor tempat kerjanya itu.


Saat Azura dalam perjalanannya menuju kantor tempat ia bekerja, banyak sisa waktu yang ia miliki saat itu hanya tinggal 4 menit.


*Dikantor Azura


"Anak baru!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak seseorang kepada Azura.


Ia adalah Erik atau yang biasanya disebut Pak Erik, ia merupakan atasan Azura sekaligus yang memiliki perusahaan dimana tempat Azura saat ini bekerja.


"Iya, pak?" ucap Azura dengan nada ragu ragu.


"Kamu ini, masa hari pertama masuk kerja saja sudah terlambat?.. bagaimana hari selanjutnya jika hari pertama saja kamu sudah terlambat masuk kantor!!!.." terang pak Erik kepada Azura dengan nada tinggi.


"Ma-maaf, pak!" jawab Azura kepada pak Erik dengan nada pasrah.


"Hahh... sudahlah! cepat kamu kembali ke tempat mu!" ucap pak Eri kepada Azura dengan nada ketus.


"B-baik, pak! terimakasih.. sekali lagi saya minta maaf pak!..." ucapnya sambil berjalan keluar menuju tempat duduknya


Azura menundukkan kepalanya saat keluar dari ruangan tersebut, ketika ia membuka pintu tiba tiba salah seorang memanggil namanya dengan nada sedikit berteriak.



°



°



°



°



°


Bersambung...


Mohon dukungannya ya.. dan jangan lupa untuk komen,like dan dukungannya....

__ADS_1


^^^Terimakasih....^^^


__ADS_2