
...Happy Reading!!!...
"Jaga anakmu dengan benar!"
"Huaaa.... hiks hiks ibu... hiks ada om jahat!!!" teriak anak kecil itu menangis sesegukan.
"Cup cup cup, sudah ya sayang" Tasya mencoba menenangkan anak kecil yang berada di gendongannya dengan menepuk nepuk bokong bocah itu.
"Hey! kecilkan suaramu, kau membuatnya takut" timpalnya lagi menatap sinis pria yang saat ini berada di depannya.
"Apa apaan kau! bukannya meminta maaf malah mengomeliku?!" ucap pria itu dengan tatapan sinis ya dan semakin membuat anak kecil itu takut.
Tasya yang melihat ketakutan anak itu semakin membuatnya bingung, ia langsung meninggalkan pria yang sedang bertengkar dengannya sebelumnya.
Ia melangkahkan kakinya cepat menuju toko tempat ibu anak yang berusia lima tahun itu berada saat ini. Terlihat sesosok wanita cantik yang tengah terlihat sangat khawatir sedang mencari cari sesuatu ntah apa itu.
"Mamah!!!" teriak bocah itu masih dengan sesegukan.
"Andri, dari man aja kamu?" wanita itu ternyata sedang mencari anaknya yang hilang dari pandangannya.
Terdengar getaran dari suara wanita itu lalu mengambil alih bocah lelaki itu dan mendekapnya dalam pelukannya. Terdapat cairan bening di ujung mata wanita itu, sepertinya ia begitu mengkhawatirkan anak itu.
"Terimakasih ya bu telah menemukan anak saya" ucap wanita itu berterimakasih.
"Ibu? saya masih muda lho ini" batin Tasya merasa miris terhadap dirinya.
"Oh, iya bu sama-sama... lain kali jaga anaknya yang benar ya bu, jangan sampai hilang lagi" ucap Tasya yang menyunggingkan senyumannya kepada wanita itu.
"Iya, maaf ya bu jika sudah merepotkan ibu" sepertinya wanita yang tak lain ibu dari bocah itu merasa bersalah karena telah teledor dalam menjaga anaknya, terlihat jelas di wajahnya.
"Gak apa-apa kok bu, jika tidak ada hal lainnya saya pamit ya bu, buru buru soalnya" ucap Tasya berpamitan yang hanya diangguki oleh wanita itu.
Tasya melangkahkan kakinya menuju tempat dimana ia dan Azura janjian sebelumnya namun seorang pria menarik kerah bajunya dari arah belakang yang sontak membuat Tasya terkejut dan menghentikan langkahnya, ia melihat ke arah pria itu dan membelalakkan matanya.
"Ah... sial, kenapa aku bisa lupa?" batin Tasya merutuki dirinya.
"Mau kemana kau? mau kabur, heh?!" tanya lelaki itu sinis.
"Hehehe maaf aku lupa" ujar Tasya tertawa sumbang.
"Jadi?"
Tasya mengerutkan keningnya lalu mendapatkan sebuah ide di kepalanya.
"Itu! di atas ada Superman berkolor biru terbang sama Barbie lagi!" serunya menunjuk langit di atas.
Ntah itu sebuah refleks atau memang percaya pria itu melepaskan tarikannya yang sebelumnya menarik kerah belakang baju Tasya dan melihat ke atas langit guna mencari yang dimaksud oleh gadis itu.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan itu Tasya langsung berlari secepat mungkin menjauh dari lelaki itu. Saat pria itu kembali mengarahkan pandangannya untuk melihat gadis yang telah menipunya ia sudah tidak mendapati sosok gadis itu berada di sekitarnya.
"Awas saja kau!" bentak pria itu dalam hati, wajahnya terlihat seperti sedang menahan amarah.
Flashback End~
Azura kembali menyeruput minuman yang telah ia pesan sebelumnya sambil mengangguk anggukkan kepalanya tanda mengerti seusai mendengar cerita sahabatnya itu.
"Jadi?" tanyanya setelah meneguk minumannya.
"Jadi apanya?" Tasya mengerutkan dahinya.
"Ya.. kamu, cara kamu bertanggung jawabnya gimana?"
"Kenapa harus tanggung jawab kan bukan aku yang ngelakuin? lagi pula kita juga gak akan ketemu lagi."
__ADS_1
"Kalau misalnya ketemu lagi gimana?"
"Pura-pura aja gak kenal atau menyakinkan dia kalau dia salah orang." Tasya menyeruput sisa terakhir minumannya kemudian bangkit dari duduknya.
"Ayuk pulang" ajaknya yang diangguki oleh Azura.
Setelah mereka membayar pesanan mereka masing-masing, mereka melangkahkan kakinya meninggalkan Cafe tersebut kemudian saling mengucapkan salam perpisahan sambil melambaikan tangan satu sama lain saat sudah berada di depan mall dimana tempat saat mereka janjian sebelumnya.
"Byee..." ucap mereka berbarengan.
...*****...
* Di Mansion
Azura sampai pada pukul 16.24 pm, ia merebahkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruang tengah tempat dimana ia bersama dengan Eshar duduk kemarin, ia duduk dengan mendongakkan kepalanya dan melebarkan kedua kakinya. Eshar yang sedari tadi menunggu kepulangan gadis itu langsung mendatanginya.
"Darimana saja kau?" tanyanya sinis
"Dari mall" jawab Azura singkat.
"Sama siapa?"
"Teman"
"Cewek, cowok?"
"Ce- eh tunggu, kenapa emangnya?" tanya Azura balik.
"Enggak, aku cuman penasaran apakah kamu menggoda pria disana atau tidak" elaknya kemudian melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Azura yang masih terheran.
"Anda sudah sudah makan?" memandang Eshar yang hendak menaiki anak tangga.
"Akhirnya ditanyain juga" gerutu Eshar dalam hati. "Belum" ucapnya yang diiringi gelengan kepalanya.
Eshar hanya menatap tak percaya pada gadis itu.
"Yang benar saja?" ucapnya kesal kemudian melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi karena pertanyaan yang dilontarkan Azura kepadanya, menuju ke kamarnya.
...*****...
Pukul menunjukkan jam 19.00 Pm, Azura keluar dari kamarnya berbarengan dengan keluarnya Eshar yang juga dari kamarnya hingga mereka saat ini saling bertukar pandang.
Azura mengenakan pakaian kaos yang sedikit kebesaran di tubuhnya berpadu dengan celana yang panjang namun juga sedikit kebesaran di kakinya yang jenjang ditambah dengan rambutnya yang ia sanggul sembarangan.
Eshar yang melihatnya ingin sekali tertawa sekeras kerasnya namun tidak ia lakukan, pasalnya saat ini Azura terlihat sangat aneh dengan berpenampilan seperti itu di sudut pandangnya.
"Ada apa? mengapa menatapku begitu?" tanya Azura dengan tatapan sinisnya, ia melihat ada tatapan mengejek dari mata pria yang saat ini ada dihadapannya.
Pria itu tidak menjawab, ia meninggalkan Azura dan menuju meja makan. Azura yang melihatnya tidak menjawab pertanyaannya hanya mendengus kesal kemudian mengikuti Eshar dari belakang.
Sesampainya di meja makan, Azura mengambil makan malam yang sudah ia buat sebelumnya. Azura meletakkan nasi di piring Eshar beserta lauk pauknya layaknya seorang istri sungguhan yang melayani suaminya saat makan, memang itu tugasnya, tugas yang tertulis diantara perjanjian pranikah kontraknya lainnya.
Saat Azura bertanya 'mengapa?' Eshar hanya menjawab agar mereka terbiasa dan tidak melakukan kesalahan saat berada di lingkungan keluarganya dan Azura hanya menganggukkan kepalanya dan ber 'oh' ria.
Setelah selesai menaruh makanan di piring Eshar, kini saatnya ia menaruh bagiannya di piring. Suasana saat itu hanya canggung yang menguasai, hanya terdengar dentingan piring dan garpu yang mereka gunakan untuk menyantap makanan.
Saat makan malam mereka berakhir pun, tidak ada yang memulai percakapan. Azura mengambil piring kotor miliknya beserta piring kotor milik suami kontraknya itu hendak mencucinya.
"Biarkan saja itu, biarkan pelayan yang melakukannya, Kau pergilah tidur. Selamat malam" Eshar mengelus lembut kepala Azura kemudian melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Azura hanya tersenyum kecil diiringi anggukkan kepalanya.
Bersambung...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
......................
...Hai semua..... mohon dukungannya ya... agar aku semangat untuk membuat novel ini, dengan cara;...
...-like...
...-Komen...
...-dan suport tentunya...
^^^Terimakasih...^^^
...SAMPAI JUMPA SEMUANYA DI EPISODE BERIKUTNYA..........
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
^^^Byeeeee.....^^^
__ADS_1