
"jadi?" Azura menaikan salah satu alisnya guna menanyakan apa yang direncanakan pria yang kini berada di sebelahnya.
Eshar hanya mengangguk, kemudian kembali mengacuhkan Azura. Ia melirik gadis itu melalui ekor matanya diam diam memperhatikan segala tingkah lakunya, ia sedikit tersenyum kecil kala melihat raut wajah Azura yang masam.
Mereka kini tengah berada di dalam sebuah mobil dengan disupiri salah satu orang kepercayaan ayah Eshar hingga membuat mereka tidak bisa leluasa untuk berdiskusi.
__ADS_1
Azura dengan pelan dan sedikit ragu menarik lengan kemeja pria disampingnya ini untuk memuaskan rasa keingintahuannya, ia terus berusaha hingga sang empunya merasa sedikit jengkel atas tinghkah laku gadis itu. Ia kemudian mendekati Azura dengan tiba-tiba, membuat gadis itu membelalakan matanya dan secara refleks ia memundurkan tubuhnya hingga menyudutkannya menempel pada pintu mobil.
Brakk
Kini kedua tangan kekar itu menghimpit seorang gadis yang membuat sekujur tubuh gadis itu gemetar ketakutan, Azura menutup kedua bola matanya dengan begitu kuat hingga menampilkan beberapa kerutan tanda ia menutup matanya begitu kuat.
__ADS_1
Eshar mendekatkan bibirnya kearah telinga Azura, kemudian membisikkan sesuatu. "Ck, semua sudah diurus oleh skretarisku dan kamu, hanya tinggal menunggu untuk nanti malam... bersiaplah..." ucapnya asalnya yang justru membuat jantung Azura tak karuan dibuatnya.
Eshar menjauhkan bibirnya dari telinga Azura namun sebelum itu ia mencium lembut kuoing gadis itu yang membuat tubuh sang empunya meremang seketika. Eshar hanya tersenyum mengejek kemudian kembali ke tempatnya dan berposisi seperti semula, kembali mengacuhkan Azura.
'''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
__ADS_1
Sesampainya mereka di kediaman keluarga