
...Happy Reading!!!...
"Lihat aku" ucap Eshar tiba tiba yang memandangi wajah Azura lekat.
"Eh.." Azura tak kuasa menatap wajah tampan Eshar yang memandangnya seperti itu, ia pun menjadi salah tingkat dibuatnya.
"Tanganmu letakkan disini dan lakukan seperti ini" ucap Eshar sembari melakukan hal yang ia maksud dengan menggerakkan tangan Azura.
"Ha? dia minta dielus?" batin Azura heran.
"I-iya"ucapnya sembari mempraktekkan apa yang dilakukan Eshar sebelumnya.
"Belakangan ini aku tidak bisa tidur... tubuhku lelah." adu Eshar layaknya seperti seorang anak kecil.
"Heh! lihat dia... " batin Azura menahan tawanya.
Azura masih mengelus kepala Eshar dengan lembut sambil melanjutkan menonton televisi itu.
Lagi lagi Eshar membuka matanya dan melihat Azura menonton televisi yang sedang menyala itu, lalu ia membalikkan tubuhnya menghadap ke arah tubuh Azura dan memeluknya erat seperti anak kecil yang sangat menggemaskan.Azura membelalakan matanya mendapat perlakuan seperti itu.
"Ehmm... anu, maaf." panggil Azura yang mencoba menyadarkan Eshar.
"Ahhh sudah tidur rupanya." ucapnya dan mengecilkan volume Tv Itu, takut takut mengusik Eshar yang sedang tertidur. 'kasian juga dia, karena tak bisa tidur akhir akhir ini pasti membuatnya merasa lelah dan stres' pikirnya dan masih melanjutkan aktivitasnya mengelusi kepala Eshar dengan lembut.
Sementara Eshar tersenyum kecil dan mengeratkan pelukannya lalu tak berselang lama dirinya terlelap tidur dengan keadaan yang masih sama.
*pagi harinya di Mansion Eshar
"Pagi semua.... oh, maaf maaf mamah ganggu ya?" ucap wanita paruh baya itu yang baru saja memasuki ruangan.
Azura dan Eshar tertidur di ruang tengah dengan posisi yang masih sama, Eshar yang masih memeluk Azura dan Azura yang tertidur dengan tertunduk.
Mata keduanya berkedip mencoba menyesuaikan cahaya sekitarnya, lalu saling memandang satu sama lain dan berkata...
"Selamat pagi" ucap Eshar diiringi seyuman manisnya.
"Selamat pagi" jawab Azura yang tak kalah manis.
"Uhhhhh dasar pengantin baru, baru beberapa hari sudah menikah sudah tak malu malu... biasalah 'pengantin baru'." goda Kinanti.
Fyi, merek sudah melangsungkan pernikahan namun secara privat yang hanya didatangi oleh keluarga Eshar, sekretarisnya, sahabatnya dan jika ada yang bertanya 'kenapa keluarga Azura tak datang?' maka jawabannya Eshar memang sengaja tak mengundang mereka karena mengetahui bagaimana sikap mereka selama ini terhadap Azura dan 'sahabat Azura?' itu Azura sendiri yang melarang karena takut sahabatnya berpikir yang tidak tidak.
Azura dan Eshar hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Kinanti.
"Kita ke kamar dulu y mah, mau mandi dulu." ucap Eshar yang diangguki Azura.
"Oke, sana... mamah mau ke dapur dulu." ucap Kinanti melangkahkan kakinya menuju dapur.
Sesampainya di dalam kamar Esha, Azura kebingungan bagaimana caranya mengambil bajunya, jika ia ke kamar sebelah bukankah akan terlihat oleh ibu mertuanya? pikirnya.
"Itu... gimana ya cara ngambil bajuku?" tanya Azura yang menggigiti kuku jarinya.
"Ambil tinggal ambil, repot sekali kau ini!" ketus Eshar yang langsung berlalu meninggalkan Azura ke kamar mandinya.
"Astagah, baru beberapa menit yang lalu dia bersikap manis, ini kenapa berubah lagi?" dengus Azura kesal yang hanya mendapati jawaban ketus dari Eshar.
"Sudahlah biarkan saja jika terlihat oleh ibunya" Azura melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Eshar menuju kamarnya.
Sebelumnya ia melihat sekeliling memastikan agar tidak terlihat oleh ibu mertuanya. Saat Azura sudah selesai bersiap, ia terkejut mendapati Eshar yang berada di kamarnya sedang memainkan ponsel di atas kasur miliknya.
__ADS_1
"Hey, sedang apa kau?"
"Panggil aku 'sayang' jika kita sedang berdua maupun di depan orang tuaku" ucap Eshar tiba tiba.
"Kenapa?" tanya Azura heran sambil memiringkan kepalanya.
"Kau mau kita tertangkap basah jika sedang memainkan drama rumah rumahan?!" Ucap Eshar ketus yang hendak meninggalkan kamar Azura.
"Ayo" ajaknya sambil mengulurkan tangannya.
*Di dapur
Kinanti sedang menyiapkan bahan bahan untuk membuat kue di dapur, ia mendongakkan kepalanya dan mendapati putra satu satunya tengah menggandeng menantunya menuruni anak tangga.
"Ekhem, aduhhh gimana nih... mamah baper liat kalian berdua" goda Kinanti.
Azura hanya tersenyum kecil mendengar godaan dari ibu mertuanya, jika ibu mertuanya tau bahwa ini pernikahan palsu bagaimana reaksinya nanti? pikirnya.
"Ayah dimana mah?" tanya Eshar yang tidak menanggapi godaan ibunya.
"Biasa ngambek" ucap Kinanti dengan ekspresi malasnya.
"Kenapa?" Eshar mendudukkan dirinya di meja makan yang berdekatan dengan dapur, tak lupa sebelumnya ia sudah menarik kursi lainnya untuk diduduki Azura.
"Inikan hari minggu, jadi ayah kamu pengennya berduaan sama mamah, kamu juga tahu kan apa alasan ayah kamu maksa kamu buat nikah setiap hari?" Kinanti masih menyiapkan alat alat untuk membuat kue.
"Iya tahu, agar tidak ada yang mengganggu kalian bukan?" jawab Eshar malas mengingat pertanyaan pertanyaan yang selalu diajukan ayahnya setiap hari sebelum ia menikah.
"Azura, sini bantu ibu buat kue" ucap Kinanti setelah menyiapkan semua keperluan untuk membuat kue.
Azura hanya mengangguk dan beranjak dari tempat duduknya menuju dimana saat ini ibu mertuanya berada.
"Kue kesukaan Eshar."
"Ohhh... emang Eshar suka kue apa mah?"
"Bolu rasa cokelat" jawab Kinanti yang hanya mendapat anggukam dari Azura sebagai jawaban tanda mengerti.
Mereka membuat bolu cokelat dengan lihai sesekali terdengar canda tawa dari mereka, Eshar yang sedari tadi memandang gadis cantik yang telah berstatus sebagai istri (kontrak)nya itu, tidak luput memandanginya dari mulai ia tersenyum hingga tertawa lepas yang sesekali membuatnya ikut tersenyum tipis.
"Ekhem" terdengar suara deheman yang berasal dari belakangnya membuat Eshar terkejut.
"Udah punya punya istri kok masih ngajak istri orang?" ucap lelaki paruh baya itu, terdengar nada sedikit kesal dari ucapannya.
"Ya ampun yah, sama anak sendiri kok gitu banget" jawab Eshar malas, ya.. lelaki paruh baya itu ialah Vero yakni yang berperan sebagai ayah dari Eshar.
"Habisnya udah punya istri kok masih ngajak istri ayahnya"
"Astagah... kan mamah juga mamahnya Eshar yah, Eshar juga anaknya" ucap Eshar yang merasa jengah terhadap sikap ayahnya ini.
Vero yakni ayah dari Eshar yang mudah merasa cemburu bahkan dengan anaknya sekali pun, bukannya tidak merasa sayang tapi ia hanya merasa cemburu terhadap Eshar jika sedang mendapati kasih sayang dari Kinanti ibu dari Eshar.
Contohnya saat ini ia sudah merencanakan untuk menghabiskan waktunya bersama istri tercintanya saat berada di mansion miliknya bersama istrinya, namun hancur sudah rencana yang sudah ia bangun dikarenakan istrinya yang bersikeras ingin mengunjungi rumah putranya itu.
Jangan salah paham, Vero hanya menggunakan nada kesalnya saja jika sedang cemburu terhadap istri dan anaknya.
Bersambung....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...
......................
...Hai semua..... mohon dukungannya ya... agar aku semangat untuk membuat novel ini, dengan cara;...
...-like...
...-Komen...
...-dan suport tentunya...
^^^Terimakasih...^^^
...SAMPAI JUMPA SEMUANYA DI EPISODE BERIKUTNYA..........
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
__ADS_1
^^^Byeeeee.....^^^