
...Happy Reading!!!...
"Bolu cokelatnya sudah jadi..." ucap Kinanti membawa sebagian bolu cokelat yang sudah ia buat bersama Azura sebelumnya.
"Eh?... kamu kapan kesini sayang? kok g bilang bilang?" timpalnya lagi.
"Istriku yang cantik dan manis pulang yuk?... apa kamu mau mengganggu pengantin baru ini disaat hari libur mereka?" ajak Vero manja kepada istrinya.
"Kamu kan tau sendiri setelah mereka menikah mereka tidak mengambil cuti satu sama lain dan malah sibuk satu sama lain" timpalnya lagi memberi alasan untuk membujuknya istrinya agar mau pulang bersamanya.
Sementara dua sejoli satunya hanya terdiam melihat atraksi antara dua sepasang paruh baya itu.
"Oh iya juga, yaudah mamah pulang dulu ya..." pamitnya langsung sambil mengambil tas yang ia bawa sebelumnya.
Vero tersenyum senang karena telah berhasil membujuk istrinya pulang bersamanya. Azura hanya tersenyum melihat hubungan antara wanita dan pria paruh baya itu yang begitu romantis pikirnya.
"Ah, manis sekali mereka" batin Azura yang merasa iri kepada. ayah dan ibu mertuanya.
Eshar yang sedari tadi memperhatikan Azura hanya tersenyum tipis, ia merangkul pinggang Azura lembut kemudian mengecup pucuk kepala Azura dengan begitu lembut.
Deg.. deg... deg...
"Perasaan apa ini? ada apa dengan jantungku? astagah..." batin Azura sambil memegang dadanya, jantung Azura kini seperti sedang lari maraton yang berdetak dengan sangat cepat hingga sang empunya-nya tidak bisa mengendalikannya.
"Kalau begitu hati hati di jalan ya yah... mah..." ucap Eshar yang dibalasi anggukkan oleh kedua orangtuanya tak lupa sebelum mereka pergi Azura dan Eshar menyalami tangan kedua paruh baya itu.
Selepas perginya kedua orang tua Eshar, ia langsung melepas rangkulannya dengan kasar kemudian berkata...
"Jangan ge'er! aku melakukannya hanya karena ada kedua orang tuaku, dengan begitu mereka tidak akan curiga" ujarnya dingin kemudian melenggang pergi ke ruang kerja miliknya.
"Terserah..., mending aku keluar jalan jalan mumpung ini hari minggu" ucapnya tak memperdulikan ucapan Eshar.
Ia kemudian mengambil Handphone miliknya yang berada di sakunya, kemudian menghubungi sahabatnya.
"Halo Tasya?" sapa Azura ketika sambungannya sudah terhubung.
"Ada apa ra?" jawab Tasya dari seberang telepon itu.
"Kamu lagi ngapain?"
"Biasalah, ngedate sama kasur."
"Maksudnya?"
"Sudahlah.... ada apa memang?"
"Jalan jalan yuk... ngapain gitu, aku bosen soalnya."
"Ayuk, kita ketemuan di tempat biasa ya? depan mall itu" jawab Tasya antusias.
"Oke, eh tapi jam berapa dulu?" tanya Azura
"Kan kamu yang ngajak?"
"Kamu bisanya jam berapa?"
"Jam 10 gimana?"
"Baiklah" ucap Azura kemudian mematikan ponselnya.
Azura melangkahkan kakinya menuju kamar hendak mengganti baju, namun sebelum itu ia melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Eshar.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Eshar dengan berkas berkas yang berada di tangannya, ia sama sekali tak menoleh menatap Azura.
"Aku izin mau keluar" ujar Azura yang sudah melangkahkan kakinya ke ruangan itu.
__ADS_1
"Dengan siapa? kemana?" tanya Eshar yang langsung mengalihkan pandangannya menatap Azura.
"sahab-" belum sempat Azura menjawab namun Eshar sudah memotongnya.
"Pergi tinggal pergi, siapa yang peduli!" ucapnya ketus dan kembali memandangi berkas berkas yang berada di tangannya.
Azura tak menjawabnya ia malas jika meladeni pria gila itu, lalu ia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu. Ketika Azura berjalan meninggalkan ruangan itu Eshar memandangi tubuh mungil itu hingga pintu itu kembali tertutup, tentu tanpa disadari gadis itu.
*Depan mall
Terlihat seorang gadis cantik tengah menunggu sambil sesekali melihat ke arah jam tangannya.
"Dimana sih Tasya kok lama banget? udah jam 10.38 ini lho?" gerutu Azura kesal karena menunggu sahabatnya yang tak kunjung datang.
"Azura!!!" teriak Tasya yang sudah dekat dengan tempat Azura yang saat kini tengah berdiri.
"Dari mana sih, kok lama banget? udah nunggu setengah jam lebih aku ini lho!" oceh Azura yang merasa kesal.
"Hehehe ya... maaf, habisnya aku baru ketiban sial sih" ucap Tasya yang tiba tiba langsung merasa kesal.
"Maksudnya?" tanya Azura penasaran.
"Sudahlah ayo kita masuk, akan aku ceritakan saat kita makan siang nanti" ajaknya langsung menggandeng lengan Azura untuk memasuki mall tersebut.
Mereka mamasuki mall tersebut kemudian mengunjungi satu per satu toko yang berada di dalam, mereka hanya melihat lihat barang yang membuat mereka tertarik sesekali mencoba aksesoris yang menurut mereka lucu.
Setelah puas berkeliling kini waktunya perut mereka untuk diisi, mereka melihat sekeliling untuk menentukan cafe mana yang akan mereka datangi. Setelah mereka menentukan cafe mana yang akan merek datangi, mereka memasuki cafe tersebut dan memilih beberapa menu untuk mereka santap.
"Sekarang" ucap Azura setelah playan itupergi meninggalkan meja mereka.
"Apanya?" tanya Tasya bingung, ia tidak mengerti apa maksud dari perkataan Azura.
"Itu lho"
"Apaan sih? jangan bertele-tele begitu"
"Cerita ap- oh... itu?" Tasya yang sudah sadar apa maksud dari ucapan Azura sudah bersiap siap ingin menceritakan kejadian yang ia alami beberapa jam lalu.
"Hm"
"Jad- terimakasih mbak" ucap Tasya yang terpotong karena datangnya pelayan memberi pesanan mereka sebelumnya.
"Terimakasih, mba" ucap Azura ramah yang hanya mendapati anggukan dari pelayan tersebut sebagai jawabannya.
"Cepetan, udah gak sabar nih" Azura yang sudah penasaran dibuat semakin tambah penasaran oleh sahabatnya itu.
"Iya, iya.... sabar" Tasya meminum jus alpukat
miliknya sebelum fokus menceritakan kejadiannya.
Flashback~
Tasya yang sudah hampir sampai ke tempat tujuannya melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 09.55.
"Yosh, pasti aku yang sampai terlebih dahulu" ucapnya penuh percaya diri.
Namun ia melihat seorang anak kecil yang berusia sekitar 5 tahun tanpa pengawasan orang tua tengah mengelilingi sebuah mobil ntah apa yang dilakukan di sana. Karena Tasya menyukai anak kecil, ia mendekati anak kecil tersebut yang begitu menggemaskan menurut Tasya.
"Dek, mamah kamu di mana?" tanya Tasya yang sudah berada di dekat anak kecil itu.
"mamah? itu" ucap anak kacil itu menunjuk salah seorang ibu ibu yang berada di dalam sebuah toko.
"Samperin mamah yuk" ajak Tasya yang sudah berjongkok sembari mengulurkan kedua tangannya.
Anat kecil itu hanya menganggu dan sudah berada di atas gendongan Tasya, namun saat Tasya hendak melangkahkan kakinya ingin meninggalkan mobil itu tiba tiba terdengar suara bariton yang memanggilnya.
"Hey! apa apaan kau ini?" ucap pria itu dingin.
__ADS_1
"Eh tenang dulu... aku bukan penculik, anak ini bilang ibunya berada di sana" jelas Tasya sambil menunjuk salah satu toko yang sudah di tunjukkan oleh anak kecil itu sebelumnya.
"Anakmu itu jaga yang benar!" bentak pria itu membuat anak kecil yang berada di atas gendongan Tasya menangis.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
......................
...Hai semua..... mohon dukungannya ya... agar aku semangat untuk membuat novel ini, dengan cara;...
...-like...
...-Komen...
...-dan suport tentunya...
^^^Terimakasih...^^^
...SAMPAI JUMPA SEMUANYA DI EPISODE BERIKUTNYA..........
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
•
●
__ADS_1
^^^Byeeeee.....^^^