HARUS KAMU

HARUS KAMU
Bab 03


__ADS_3

...Happy Reading!!!...


*Keesokan paginya...


*Di kantor Azura


"Azurrrrrraaaaaa!!!!!" teriak salah seorang dari belakang.


"Hei! tidak usah berteriak memanggil namaku, kau mau aku dikenal oleh seluruh karyawan disini? lagi pula telingaku masih berfungsi dengan baik." Azura menatap sahabatnya itu.


"Iya.... iya..." ucap Tasya memayunkan mulutnya.


"Hi hi hi... mengapa kau tumben begitu kekanakan??" tanya Azura sambil tertawa kecil.


Tasya yang mendengarnya langsung merubah ganyanya seperti biasanya.


"Apa? tidak, ayo masuk!" rangkul Tasya menaruh lengannya di pundak Azura.


Kebetulan lift mereka berdampingan dengan lift CEO, ketika merek hendak menaiki lift, mereka tak sengaja bertemu dengan Eshar dan sekretarisnya yang mengekorinya dari belakang pria itu.


"Pagi!" sapa Tasya bersamaan dengan Azura.


"Pagi!" jawab sekretarisnya sementara Eshar hanya bergeming mendengar sapaan tersebut dan matanya yang tak luput memandangi wajah istri kontraknya itu.


Azura yang merasa tidak nyaman dipandang seperti itu langsung mengajak sahabatnya untuk segera pergi dari sana.


"Kalau begitu pak dan sekretaris Reno, kami duluan?!" ucap Azura menggandeng tangan Tasya menaiki lift.


Azura mengukir senyuman di bibirnya semanis mungkin menatap skretaris dan pria tinggi itu, refleks Eshar menutup kedua mata skretarisnya itu menggunakan telapak tangan kekarnya menuntut agar skretarisnya tidak melihat senyuman istrinya itu, istri kontrak tentunya. Ketiga manusia itupun terheran heran atas tindakan yang dilakukan lelaki itu.


Tak (suara lift tertutup)


"Hey! apakah cuma perasaanku atau apa ya?" tanya Tasya kepada Azura menyelidik.


"Maksudmu?" ucap Azura yang tak mengerti maksud dari perkataan sahabatnya itu.


"Ntah mengapa... aku merasa, kamu sepertinya memiliki hubungan sesuatu dengan Pak Eshar ya?"


Azura langsung menjawab dengan cengiran, gugup dan mengeluarkan sedikit keringat di pelipisnya.


"A... a... aku tidak ada hubungan apapun dengan pak Eshar kok" jawab Azura dengan senyumnya.


"Ya.. ya sudah kalau tidak punya, mengapa kamu terlihat aneh?" selidik Tasya memandangi wajah mulus milik sahabatnya itu.


Ting... (suara pintu lift terbuka)


"Tidak, ayo jalan" ucap Azura mengajak sahabatnya keluar dari lift tersebut.


"Oh"


"Tunggu, mengapa kamu memanggil lelaki tadi 'pak'? Dan mengapa aku mengikuti kamu juga memanggil Dia 'pak'?" Tanya Azura yang baru tersadar atas apa yang Dia ucapkan sebelumnya .


"Hahahaha... kamu ini kenapa? Kamu tidak tahu dia itu pemilik perusahaan ini?" tawa Tasya pecah


"Pemilik perusahaan ini?" Azura Terus bertanya tanya kepada sahabatnya itu.


"Iya, apa kamu tidak tahu perusahaan ini milik siapa?" ucap Tasya yang memandangi wajah Azura sambil tersenyum menggelengkan perlahan kepalanya, pasalnya bagaimana bisa sahabatnya itu tidak mencari tahu pemilik perusahaannya terlebih dahulu sebelum ia melamarkan dirinya untuk bekerja pikirnya.


"Hah... mana mungkin, bukankah yang memiliki perusahaan ini pak Erik?


"Hah? benarkah? bukankah perusahaan ini milik pak Eshar? kalau bukan mengapa dia berada di perusahaan ini?"


"Jadi sebenaranya kau tidak tahu tapi berlagak tahu?"


Tasya hanya diam memasang cengir kudanya yang memperlihatkan deretan gigi putihnya sementara Azura, ia hanya menghembuskan napasnya kasar.




__ADS_1




Azura sampai di mansion tepat pukul 05.55 Pm, ya! lebih tepatnya tempat ia dan suami kontraknya itu tinggal yang membuatnya sedikit untung dikarenakan jarak antara rumahnya dan kantor tempat ia bekerja lumayan dekat, ia berniat membuat segelas susu vanila untuknya agar menghilangkan sedikit lelahnya.


Pukul 06.00 pm Eshar sudah tiba di mansionnya dan langsung menuju dapur untuk menghilangkan dahaganya tak disengaja matanya menangkap segelas susu vanila di meja yang ntah dimana pemiliknya berada, tanpa pikir panjang ia langsung meneguk susu itu. Azura yang baru kembali ntah dari mana langsung tertawa lepas saat melihat bibir Eshar.


"Kenapa?!" tanya Eshar bingung.


"Kamu... menggunakan lipstik?" tanya Azura yang masih diiringi tawanya.


"Maksudmu?"


"Lihat saja sendiri..." ucap Azura sembari menunjuk bibirnya.


"Dan.... kenapa di sekitar mulutmu berwarna putih? timpal Azura lagi.


Eshar hanya menunjuk gelas dihadapannya sambil berlalu meninggalkan Azura yang masih menatap cangkir kosong itu. Saat ia melihat secangkir kosong itu matanya terbelalak kaget dan disaat itu juga wajahnya memerah bagai tomat yang baru dipetik, ia langsung tahu alasan mengapa bibir Eshar merah.


Sementara Eshar yang masih kesal karena ditertawakan oleh gadis itu langsung menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya, ia menghadap cermin yang berada di wastafell miliknya, matanya membelalak serta wajahnya yang memerah dan jantungnya yang berdegup tak karuan.


"Shit!" umpatnya.


"Astagah apakah aku menciumnya secara tak langsung? bagaimana ini? akhh...... emmmm tapi, bukankah ada bagusnya" batin Eshar yang disertai kekehannya."


...*****...


Saat waktunya makan malam tak ada percakapan satu sama lain, keduanya hanya terdiam memfokuskan pikirannya masing masing untuk tidak mengingat kejadian beberapa menit lalu. sendok yang terjatuh tiba tiba membuat keduanya terkejut serentak namun dengan ekspresi masing masing tentunya. Azura dengan ekspresi malunya sementara Eshar hanya datar, ya! datar meskipun datar namun hatinya...


"Ekhm.." Eshar memecah keheningan.


Hening lagi, keheningan yang sudah tercipta itu membuat pasangan itu tak bernafsu makan lagi


"Bagaimana kabar anda?" kali ini Azura yang mencoba memecahkan keheningan.


"Baik" balasnya denga raut wajah datar yang membuat Azura sedikit jengkel.


"Aku sudah selesai" ujar Azura dibarengi bangkitnya berdiri sambil membawa piring kotor miliknya pergi menuju dapur.


Jika ada yang bertanya tanya 'kenapa tidak suruh pelayan disana?' atau 'dimana pelayan yang bekerja disana?' jawabannya para pelayan akan datang membereskan serta membersihkan mansion itu ketika malam hari saat mereka sudah tertidur namun mereka memiliki 1 pembantu yang menetap, yang biasanya dipanggil dengan sebutan 'Bik Yumi'.


Tapi bik Yumi kali ini tidak berada di mansion hingga seminggu kedepan, dikarenakan suruhan ibu mertua Azura yakni bernama 'Kinanti'. Jadi, sementara tugas untuk memasak diambil alih oleh Azura.


"Hem" yang hanya mendapati deheman sebagai balasannya.


...*****...


Mata Eshar tak luput dari gadis itu, sesekali ia mengukir senyuman tipis di bibirnya tanpa gadis itu sadari.


"Mau kemana? temani aku menonton Tv" ajaknya yang melihat Azura hendak menaiki anak tangga.


Memang ruangannya berada di lantai atas bertepatan dengan samping kamar Eshar, karena menurutnya jika ibunya mengunjunginya tiba tiba ia bisa mengaturnya seperti mereka tidur sekamar pikir pria itu.


"Ke kamar... aku sudah mengantuk" bohong Azura yang enggan bersama dengan pria dingin itu, "pasti ntar canggung lagi..." batinnya.


"Sudah temani aku..." tarik Eshar yang sudah beranjak dari tempatnya dan menggandeng tangan Azura menuju sofa tepat berhadapan dengan Tv besar miliknya.


"E-eh... tunggu, kok main tarik aja" protes Azura kesal atas tindakan yang dilakukan oleh Eshar.


Eshar hanya diam tak menanggapi ocehan gadis itu dan langsung mendudukan gadis itu di sampingnya sembari menyalakan Tv yang berada di depannya.


Kakinya ia angkatkan ke paha gadis itu kemudian berucap.


"Pijit!" titahnya dan terdengar seperti tak menerima bantahan.


Azura hanya mendengus sebal dan melaksanakan perintah dari pria arogan itu.


Di tengah tengah aktivitas memijit itu, Eshar tiba tiba menurunkan kakinya dan menaruh kepalanya di pangkuan Azura yang membuat jantung Azura berdetak tak karuan.


"Aish.... apa apaan pria ini dan juga... kamu kenapa lagi jantung?! udah gila apa?!!" Maki Azura di dalam hatinya.

__ADS_1


"Emmm... anu... itu..." Azura menaiki tangannya hingga setinggi dadanya.


"Urut kepalaku, aku merasa pusing" ucap Eshar sembari memejamkan matanya.


"Sepertinya dia kurang istirahat" pikir Azura yang melihat lingkaran hitam di sekitar mata Eshar.


Tangannya mengurut pelipis Eshar dengan lihai namun pandangannya ia arahkan ke Tv depannya. Eshar membuka matanya melihat wajah cantik Azura yang sedang menonton Tv tentunya sambil melakukan apa yang disuruh oleh Eshar sebelumnya.


"Lihat aku" ucap Eshar tiba tiba yang memandangi wajah Azura lekat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...


......................


...Hai semua..... mohon dukungannya ya... agar aku semangat untuk membuat novel ini, dengan cara;...


...-like...


...-Komen...


...-dan suport tentunya...


^^^Terimakasih...^^^


...SAMPAI JUMPA SEMUANYA DI EPISODE BERIKUTNYA..........






















__ADS_1


^^^Byeeeee.....^^^


__ADS_2