HATI NOVELIA

HATI NOVELIA
Bab 2 satu sekolah lagi


__ADS_3

Tak terasa Novel sudah kelas 3 SMP tinggal beberapa minggu lagi dia resmi akan menggantung seragam biru putihnya. Novel benar-benar fokus pada sekolahnya, fokus pada ujian yang akan mengantarnya menjadi alumni siswa putih biru dan berganti putih abu-abu. Novel seolah tak peduli dengan Riko entah sudah berapa kali dia pacaran dan gonta ganti cewek, baginya laki-laki tipe seperti itu tak pernah bisa dipegang kata-katanya. Bahkan janji untuk kembali lagi sudah dianggapnya angin lalu.


"vel, ntar lanjut dimana? "


"lanjut apaan sih luck? "


"yaelah dia nggak ngeh luck! "seru Oliv


"kebanyakan mikirin Riko nih anak! " sergah Maria.


"kamu SMA ntar lanjut dimana Novel yang bawel? " tanya Lucky sambil mengacak rambut Novel gemas


"gak tau liat ntar aja deh! " jawab Novel acuh.


Hari pengumuman kelulusanpun tiba, Novel senang bukan main karna nilai yang didapat sungguh memuaskan. Dia mendapat juara umum di sekolah. Sudah banyak planning dan harapan di benaknya tentang masa putih abu-abu yang indah terutama sekolah mana yang ingin dia tuju. Dia sengaja memilih sekolah yang berbeda dengan Riko bukan karna takut tapi karna untuk meyakinkan hatinya bahwa itu hanya rasa kagum seorang gadis yang mengalami pubertas tidak lebih. Males juga kalo harus dibanding-bandingkan dengan pacar Riko si Kiana. Novel dengar bahwa Riko berencana satu sekolah dengan sang pacar, itu berarti Riko harus sabar menunggu satu tahun lagi untuk mewujudkan rencananya dengan sang Pacar karna Kiana satu tingkat di bawahnya.


Novel melangkahkan kakinya mantap memasuki gerbang sekolah barunya. Dia begitu bersemangat untuk mengikuti kegiatan MOS (Masa Orientasi Sekolah) yang diadakan oleh sekolah dan dimotori oleh OSIS(Organisasi Siswa Intra Sekolah).Kegiatan ini merupakan wadah untuk perkenalan, baik antar siswa baru ataupun kakak kelas terutama anggota OSIS juga untuk mengenalkan lingkungan sekolah dengan segudang kegiatan baik reguler ataupun eskul. Memperkenalkan jajaran guru dan pegawai. Setiap perwakilan eskul menyuguhkankan penampilan yang epik untuk menarik minat siswa baru. Kegiatan ini benar-benar jauh dari kata perpeloncoan yang beberapa tahun silam sangat marak di sekolah yang mengacu pada kegiatan fisik bahkan mengarah pada pembulian hingga menyebabkan kesakitan bahkan kehilangan nyawa.


"glek glek glek ah segarnya,,, "Novel menenggak minumannya sambil duduk selonjoran di bawah pohon.


tiba-tiba ada yang menyapanya, "hai vel, kita ketemu lagi gak nangka bisa satu sekolah lagi sama kamu".


"nur?? kamu dirimu juga, hah ternyata aku gak sendiri aku pikir cuma aku doang yang dari SMP2?! syukurlah ada kamu jadi gak sendiri deh!" Novel bersyukur dalam hati setidaknya ada teman selama MOS meskipun dia dan Nur tak begitu akrab karna tak pernah sekelas waktu SMP tapi apa salahnya mengakrabkan diri dari sekarang toh banyak teman banyak rezeki kan?

__ADS_1


"tenang banyak kok anak-anak dari SMP2 yang masuk sini! " seru Nur.


"oh ya? kok aku gak tau?"


"kamunya terlalu cuek sampek gak tahu!"Nur memutar bola matanya malas


"he he he emang sapa aja? "Novel tersenyum lebar.


"Randy, Anton, Fatir, ada Riko juga...!!! "


Deg!! orang yang dia hindari juga ada disini? what!! kebetulan macam apa ini. Entahlah Novel sulit mendeskripsikan perasaannya saat ini. Namun dia dengan cepat menguasai keterkejutannya agar Nur tidak menyadarinya.


"Huh! yuk balik sana Nur kayaknya kita udah disuruh kumpul lagi tuh sama kakak-kakak OSIS", tunjuk Novel pada kakak OSIS yang ada di tengah lapangan sambil berbicara menggunakan pengeras suara.


"huft!!" Novel menarik napas dalam.


Sudah 6 hari berlalu, sekarang adalah hari terakhir MOS. Di hari terakhir ini setiap kelompok wajib menampilkan pertunjukan untuk menambah poin. Seperti biasa kelompok Riko mendapat sambutan paling meriah karna penanpilan yang epik dan memukau menyanyikan lagu-lagu hits diiringi petikan gitar akustik. Walau banyak siswa lain yang lebih tampan tapi pesona seorang Riko tak bisa ditolak. Riko melirik Novel dari atas panggung sekilas pandangan mereka beradu. Riko seolah memberi tahu bahwa lagu ini untuknya sama seperti kejadian beberapa bulan yang lalu saat perpisahan SMP dimana Riko menyanyikan lagu yang sama dengan saat ini.


Lagu 'semua tentang kita' dari PETERPAN diiringi petikan gitar akustik membawa suasana jadi hangat. Lagi dan lagi Riko membuatnya terpukau.


Masa-masa putih abu-abu baru dimulai. Kegiatan sekolah yang padat tak menyurutkan semangat Novel. Hanya saja dia tidak menyangka bahwa dia akan sering bertemu Riko karna kelas mereka hanya berjarak satu kelas Novel X2 dan Riko X4. Gosip tentang mereka jadi perbincangan hangat di sekolah, bahkan ada banyak gosip yang bilang bahwa mereka adalah mantan kekasih.


"Jangankan jadi mantan jadian aja belum.??!!Trus siapa nih si biang gosip yang berita berita hoax di sekolah? " Novel terus berpikir. Seingatnya tak pernah ada yang tau waktu Riko nembak.

__ADS_1


Pagi itu Novel tergesa-gesa berjalan menuju kelas tapi bukan X2 yang menjadi tujuan melainkan X4. Tanpa basa basi Novel langsung menarik tangan Riko menuju lorong belakang kelas yang sepi.


"Kenapa ngajak aku kesini? kangen hhmmm??! "


"kangen kangen pala lu peyang huh!!!!" jawab Novel dengan mata melotot.


"Trus apa sayang? " Riko tersenyum manis.


"Apa sih maksud lu nyebarin gosip kalo gue tuh mantan lu?!!! " tanya Novel berapi-api


"hei kok jadi lu gue sih biasanya aku kamu hhmmm???"


"Udah deh lu jawab aja kenapa lu ngomong kayak gitu huh?! Mulut lu lemes banget kayak emak-emak Komplek. Padahal lu tahu sendiri kalau kita nggak pernah jadian? Mau lu apa sih sebenarnya?"


" aku nggak suka aja cowok-cowok resek itu ngomongin kamu, Apalagi Si Yudha teman kelas kamu itu kayaknya suka sama kamu!"


" alasan aja lu! kalaupun iya bukan urusan lu kita bukan siapa-siapa nggak ada hubungan apa-apa!"


" sekarang memang bukan siapa-siapa tapi suatu saat nanti kamu akan jadi orang yang paling berharga ya Meskipun sekarang pun sudah berharga buat aku, kamu masih ingat kan janji kita waktu itu? dan saat itu tiba aku nggak akan pernah lepasin kamu"


"bulshit!!!" novel berlari meninggalkan Riko. Novel merutuki kebodohannya sudah menghampiri Riko padahal dia tahu betul Riko orang yang keras kepala dan egois.


Hari berganti hari minggu berganti minggu Novel tak lagi ambil pusing tentang gosip itu ataupun tatapan aneh cewek-cewek pengagum Riko toh dia yakin nanti juga akan pudar dengan sendirinya.

__ADS_1


__ADS_2