
Sudah dua minggu lamanya hubungan yang terjalin antara Novelia dan Fandi.
Tak ada yang menarik selama itu. Somua biasa saja bagi novelia. Mungkin bedanya hanya pada ada yang selalu menghubungi nya hanya untuk sekedar bertanya sudah makan belum? Mungkin kalau cewek lain sudah baper tapi tidak bagi novelia. Dia merasa risih bahkan geli setiap kali dengarkan di mengucapkan hal sperti itu padanya. Dia hanya merespon alakadarnya setiapkali fandy melemparkan gombalan receh terhadap nya. Stiap hari tak pernah luput bahkan sperti minum obat saja fandi tiga kali menanyakan apakah novelia sudah makan apa belum. Fandi selalu saja membicarakan tentang masa depan, pernikahan, dan anak.
Hari ini adalah hari yang ditunggu siswa kelas XII, pasal nya sekarang adalah perayaan kelulusan mereka. Setelah mereka menempuh pendidikan dibangku SMA, akhirnya mereka tiba di ujung perjalanan mereka di masa putih abu-abu ini. Setelah beberapa bulan merasakan ketegangan mulai try out, ujian, serta yang paling mendebarkan adalah pengumuman kelulusan, hingga kini mereka bisa bernafas lega.
Sekolah mengadakan acara pentas seni untuk melengkapi euforia pesta kelulusan mereka. Akan ada penampilan dari perwakilan setiap kelas dari kelas X sampai kelas XII, perwakilan setiap anggota ekstrakurikuler, dani yang paling ditunggu adalah penampilan band lokal yang sengaja diundang oleh pihak sekolah untuk memeriahkan acara pentas seni tersebut.
Kini semua siswa sudah berkumpul di aula tempat diadakannya acara. Novelia duduk diantara teman sekelasnya karena memang tempat duduknya diatur perkelas. Baru saja dia mendudukkan bokong nya di kursi, dia merasa ada getaran sakunya. Ternyata ada banyak pesan dan panggilan tak terjawab di ponselnya. Dibukanya satu-persatu pesan tersebut, ternyata semua pesan tersebut fandi menanyakan apakah sudah makan? Sedang istirahatkah?
Dan masih banyak lagi sederet pesan yang dikirimkan fandi padanya. Dengan malas dia terpaksa membalasnya.
"sorry baru bales, disini berisik baru liat HP! "
"it's okay gak papa beb! emang kamu ada dimana kok berisik? "
"lagi di aula nih! "
"ada acara? "
"pensi"
Lama tak ada balasan, beberapa menit kemudian terasa getaran HP yang semakin intens. Tertera nama Fandi sedang melakukan panggilan, mencoba untuk abai lalu memasukkan kembali dalam saku. Detik berikutnya terasa lagi getaran HP dalam sakunya, lagi dan lagi Fandi mencoba menghubunginya. Dipanggilan yang ketiga Novel mengangkat panggilan itu.
"halo beb... "
"Iya halo halo sorry gak begitu kedengeran disini berisik banget!! "
"emang belom selesai acaranya? "
"Baru juga mulai!! "
"beb??! "
"hhmmmm.. "
"yang... "
"hhhmmm...?! "
"aku kesitu ya?! "
"mau ngapain? Lagian kayaknya gak bisa masuk juga! "
"gak papa kalopun gak bisa masuk bisa tunggu di luar... "
"gak ada kerjaan banget! Lagian pasti bosen deh nungguin!"
"gak bakalan bosen Lagian aku sama anak-anak kok! "
__ADS_1
"anak-anak? anak gengmu yang gak jelas itu ato temen-temen kamu sama temen Maria nih?! "
"ya sebagian anak COBRA sama temen-temen yang lain juga, temenku tuh temen kamu juga waktu SMP kalo kamu lupa. ya kalo Maria mau ikut ya ayok ajah! "
"gak ada gak ada, dikirain mau tawuran deh ntar lo bawa bawa pasukan sebanyak itu! "
"Oke Oke gak bawa anak COBRA deh, tapi aku tetep kesana! "
"gak usah! "
tut tut tut
panggilan dimatikan sepihak oleh Fandi.
"what the f*ck!! ****!!"
"woi lo Kenapa sih? marah marah mulu dari tadi?! " Tanya Ratih yang duduk sebelah kanan.
"Iya nih berisik tau nggak! " Rini yang duduk di sebelah kirinya juga ikut menimpali.
"gak papa kok! hehehe sorry...!" Novel cengengesan dengan mengangkat jari telunjuk Dan jari tengah membentuk huruf v.
Sudah hampir 2 jam acara berjalan, Novelia sudah melupakan Fandi baginya bodo amat kalopun dia nyusul toh gak bisa masuk juga. Lagian udah dilarang juga kan kalo nanti dia beneran dateng terus protes gegara gak bisa masuk, salah sendiri gak dengerin omongan orang bosen bosen deh nungguin diluar.
Acara berjalan lancar, mulai dari acara inti seperti sambutan kepsek, guru, ketua panitia, ketua OSIS, pengumuman siswa teladan kelas XII, kesan Dan pesan, hingga acara hiburan. Novel benar-benar menikmati acaranya, bahkan sesekali berteriak histeris seperti siswa lain jika ada penampilan yang sweet seperti yang terjadi sekarang dimana ada seorang cowok good looking yang lumayan famous lagi nembak cewek lewat lagu. Suasana jadi romantis Kala cowok tersebut mulai memetik gitar Dan bernyanyi dengan merdunya membuat cewek-cewek langsung 'melting ' seolah mereka yang ditembak definisi cowok impian banget.
"jan halu deh! "sinis Ratih
"hihihi...ngehalu gak bayar lagi! " Novel tersenyum lebar.
Senyumnya pudar melihat ada panggilan di HPnya.
"halo... "
"kamu bohongin aku kan beb?! " di sekolah kamu gak ada apa-apa bahkan sepi! "
"aku gak bohong! emang lagi ada acara kan lo gak nanya dimana?! "
"kamu tadi bilang di aula yang... "
"ya emang di aula!!"
"tapi bukan di sekolah kamu!! "
"kan lo gak nanya aulanya dimana? Lagian kan Udah gue bilang gak usah dateng!! "
"kangen yang... gak papa aku tunggu sampek selesai aku ada diluar.
Ya acara pensi kali ini memang special karena tidak diadakan di aula sekolah tapi di ballroom semacam gedung pertemuan milik salah satu hotel yang tempatnya terpisah dari hotel Dan jaraknya dekat dengan sekolah Novel. Mengingat acara yang cukup besar yang diusung panitia karna mengundang beberapa perwakilan sekolah lain untuk mempererat persahabatan antar sekolah yang dimaksudkan untuk mengurangi potensi permusuhan Dan tawuran, panitia juga mengundang beberapa alumni yang Sudah sukses untuk memotifasi para siswa. Dan yang paling boom adalah kehadiran guest star band band lokal daerah Dan band pemenang festival indie yang lagi banyak digandrungi.
__ADS_1
Suasana meriah berubah riuh Kala beberapa panitia pengamanan berlarian keluar gedung.
"ada apaan sih?! "
"gak tau juga tapi nih kata temen gue yang jadi panitia katanya di luar ada geng dari sekolah lain yang dateng rame-rame kayak mau tawuran nih makanya panitia pada mastiin keluar takutnya malah bener tawuran paranhya takutnya mereka maksa masuk! "
deg
"gak mungkin Fandi Dan gengnya kan?? "batin Novel.
Novel langsung berdiri Dan melangkah tergesa keluar gedung. Sesampainya di gerbang dia tidak menemukan keributan disana, tapi dia bisa melihat tidak jauh dari sana Ada puluhan motor terparkir rapi di dekat warung tenda, ada yang nangkring di atas motor ada yang duduk lesehan. Novelia bernapas lega karna ketakutannya tidak terjadi katakanlah dia terlalu 'nething'sama pacar sendiri tapi siapa yang Tak tahu Fandi cowok supernekat yang pernah dia temui. Dia melangkahkan kakinya masuk kembali ke dalam gedung.
Baru beberapa menit dia duduk, ada tepukan di bahunya yang membuatnya kaget. Speechles, sungguh tak pernah mengira Fandi bisa ada disana.
"Fandi...??? "
"hai...."tersenyum lebar sambil melambaikan tangan. Fandi menepuk kursi disampinya, Novel langsung pindah mendudukkan pantatnya disana.
"kok lo bisa disini? Kok bisa masuk? nyusup ya? jangan bilang tadi yang bikin rusuh di depan geng lo ya?! " Novel memicingkan mata.
"no, bukan aku!itu dari sekolah lain Lagian gak tawuran juga mereka cuma nongkrong di depan".
"ya kali aja lo kan orangnya suka nekat! " Novel mengedikkan bahunya.
"sama pacar sendiri gak boleh nething, aku punya banyak teman disini Lagian aku pake jaket jadi gak bakal ketahuan ". Fandi menjepit hidung Novel.
Obrolan mereka terganggu karna sorakan siswa lain, mereka mengalihkan atensi mereka ke atas panggung. Disana Sudah Riko Dan bandnya bersiap mempersembahkan penampilan terbaiknya.
"Lagu ini adalah lagu yang mempunyai makna yang mendalam buatku" ucap Riko mantap. Sejenak semua hening.
"Lagu ini mengingatkanku dengan seseorang yang sampai saat ini masih ada disini". Riko memegangi dadanya.
"Aku cuma mau bilang sama dia suatu saat nanti aku akan menuhin janjiku karna selamanya dia menempati sisi terdalam di hati ini, gak akan pernah tergantikan oleh siapapun meskipun banyak yang datang Dan pergi"
"Kalo kalian tanya dia siapa aku gak bisa nyebutin namanya tapi yang pasti aku yakin sekarang dia lagi dengerin aku sekarang".
"Dia orang pertama yang menyentuh sisi lain dalam diriku ya dia orang pertama she's my first love akan kubuktikan aku tidak main-main"
Sekilas pandangan mereka beradu, tapi Novel Lebih dulu memutus kontak Lebih dulu. Fathur yang ada dalam posisi keyboard sekilas melirik Novel Riko Dan Novel bergantian. Refan selaku vokalis tidak tahu menahu tentang hal ini, Riko hanya request lagu ini untuk dinyanyikan pada perform pertama mereka tanpa tahu maksudnya. Ratih, Rini, Mery, Imah, Dan Nur saling melirik sedikit banyak mereka tahu Tapi tak pernah menanyakan langsung pada Novel takut membuat Novel marah.
Fandi melirik Novel dan menghela napas pelan, dia jelas sangat tahu siapa yang lagi bicara diatas panggung saat ini pun juga dia tahu perempuan yang dimaksudnya tidak lain adalah cewek yang kini duduk disebelahnya Dan juga berstatus pacarnya ini. Bohong kalau dia tidak marah, bohong kalau dia tidak cemburu meskipun hubungan ini tidak dibangun dengan rasa saling suka sebelumnya bahkan tanpa pdkt tapi bolehkah dia egois toh Novel pacarnya, miliknya, Dan dia tak suka miliknya diusik orang lain. Bukankah dia berhak?
"Yang... " Fandi menolehkan kepala sepenuhnya menghadap Novel Dan menggenggam tangannya.
"ii iya..."jawabnya Novel gugup. Otaknya tiba-tiba blank. Entahlah, dia seperti pacar yang berkhianat saat menatap mata Riko yang memancarkan kecewa, tapi ketika diingat lagi bahwa Riko memiliki deretan mantan rasanya dia ingin tertawa, menertawakan dirinya sendiri yang menunggu dengan bodohnya jadi wajar kan kalo sekarang dia juga cowok lain?
Aksi tatap-tatapan itu harus terhenti mendengar suara musik yang mulai terdengar. Lagu 'semua tentang kita' dari peterpan menggema keseluruh penjuru ballroom. Novel memejamkan mata, tanpa bisa dicegah air matanya Sudah ada di sudut bersiap meluncur bebas. Dan benar ketika dia membukanya air mata itu Sudah berjatuhan di pipi mulusnya. Fandi yang menyadari itu menggeser kursinya mendekati Novel, tangan kanannya masih setia menggenggam tangan Novel sedang tangan kirinya merangkul pundaknya sesekali memberi elusan pada punggung gadisnya untuk memberi ketenangan. Aneh memang dia harus menenangkan pacarnya yang menangisi cowok lain, tapi bukankah ini konsekuensi yang harus dia dapatkan karna memaksakan hubungan dengan orang yang masih belum selesai dengan masa lalunya? Bukan bahkan belum berniat melupakannya. Dia sudah dengar dari Maria bahwa pacarnya ini masih sangat mencintai cinta pertamanya yang tak lain adalah Riko? Bahkan dari awal dia sendiri yang memutuskan menjalani hubungan ini untuk menyembuhkan lukanya entah bisa sembuh atau malah ada luka yang baru.
Sedang di atas panggung Riko dapat menyaksikan semua adegan itu dengan jelas. Ada rasa tak suka di hatinya ketika melihat itu, tapi dia bisa apa. Dia tentu sudah tahu hubungan yang dijalani Novelia Dan Fandi dari Maria, meskipun dia yakin di hati Novel masih ada namanya tapi tetap hatinya panas ketika ada cowok lain yang menggenggam tangan Dan memeluk gadisnya meskipun hanya rangkulan karna dia tahu itu yang pertama bagi Novel. Hatinya ingin egois selalu jadi yang pertama untuk Novel, pertama dicintai, pertama menggenggam tangannya, pertama memeluknya, pertama melihat tawanya, pertama menghapus air matanya.
__ADS_1