HATI NOVELIA

HATI NOVELIA
Bab 4 pacar pertama


__ADS_3

Hari ini Novel menginap di rumah Maria, ya semenjak masuk SMA dia memang lebih dekat dengan Maria karna Olivia lebih memilih tinggal di kota sebelah dengan kakek neneknya. Setiap weekend mereka bergantian menginap. Kadang Novel juga diajak Maria buat kumpul bareng teman sekolahnya. Maria dan Novel beda sekolah. Kadang Novel merasa insecure kala berkumpul dengan teman-teman sekolah Maria karena gaya hidup mereka yang hedonis. Novel yang dididik dengan kesederhanaan merasa risih. Sore hari dia pulang ke rumah, pengen cepet cepat masuk kamar dan rebahan karena seharian hangout bareng Maria and friend. Tiba tiba terdengar dering ponsel dari dalam tas yang dia letakkan begitu saja di atas nakas. Gegas dia Bangkok dari atas ranjang dan merogoh ke dalam tas. Alisnya mengkerut karena mendapatkan pesan dari nomor baru, tapi bukan itu yang membuat dia heran. Kalau cuma pesan dari nomor yang tak dikenal itu biasa kadang memang terjadi karena orang iseng, atau penawaran kredit pinjaman tertentu entah darimana mereka bisa mendapatkan nomor nomor sebanyak itu. Ingin rasanya menuntut karena sudah melanggar privasi aih tapi dia lupa kalo bukan siapa siapa jadi tak mungkin melakukan hal kayak gitu tinggal blokir aja beres. Tapi yang mengherankan karena isi pesannya seolah kenal, pernah ketemu juga. Dia letakkan kembali ponselnya di atas nakas tak ada niat untuk membalas ataupun sekedar bertanya 'siapa' karena gak penting juga kan!


Novel ketiduran sampai hampir tengah2 malam. Dia menggeliat sembari perlahan mengerjapkan mata karena merasakan perut yang pergi karna sedari sore belum terisi makanan. Duduk sejenak di tepi ranjang merasakan kepala yang terasa pening. Melihat jam di ponsel, menemukan banyak sekali pesan dan panggilan tak terjawab beberapa dari teman temannya tapi yang paling banyak dari nomor yang tak dikenal tadi. Dia abaikan saja dan lekas keluar kamar menyakitkanmu dapur untuk melihat apalagi masih ada makanan yang tersisa untuknya.


Selesai makan, Novel mutuskan kembali ke kamar Tapi tak langsung tidur karna akan membuat perutnya begah. Dengan posisi bersandar pada kepala ranjang dia membaca satu persatu pesan Dan mulai membalasnya. Novel membalas pesan dari nomor baru itu, Tak sampai semenit dia sudah mendapatkan balasan pesan, Dia masih menimang apa akan lanjut membalas lagi atau malah memblokirnya, Lama berpikir, nomor baru itu malah menelpon.


"aih males banget mau ngangkat!" gerutu Novel. Dia tahu banget orang seperti fandi ini adalah tipe pemaksa terbukti dari puluhan pesan beruntun yang dikirimnya dari tadi sore. Lagipula Novel merasa tak kenal kenal amateur karena cuma dua kali bertemu itupun hanya sesekali dia menimpali obrolan Maria dan teman temannya.


Setelah beberapa panggilan dia biarkan tak terjawab, akhirnya Novel menjawab panggilan yang entah keberapa ini.


"ya halo??! "jawabnya dengan malas


"kok baru diangkat? "Tanya Fandi diseberang sana.


"Lha kan suka suka gue!!"


"jangan jutek jutek lah kan cuma nanya ntar cantiknya ilang loh!! "


Novel memutar bola matanya malas.


"to the point aja! "


"gak Ada sih cuma pengen kenalan ajah"


"perasaan kita Udah kenal deh! "


"maksudku pengen kenal Lebih jauh! boleh kan?! "


"kalo gak boleh lo tetep bekalan maksa kan?! "


Fandi hanya nyengir seolah dia terlihat oleh Novel.


"yaudah gue tutup telponnya Udah malem eh bukan tengah malem maksud gue. Lo juga tidur gih besok sekolah kan? "


"cie yang perhatian...yaudah cantik selamat tidur mimpi Indah ya... "


"hhhmmmm... "


Novel langsung meletakkan ponselnya di atas ranjang agak kasar. Dia akan meminta penjelasan pada Maria besok saja karna pasti sekarang temannya itu pasti lagi tidur dengan nyenyak.


kring... kring... kring...

__ADS_1


Bunyi alarm membangunkan Novelia dari mimpi indahnya. Dia meregangkan jari jemari dan seluruh badannya sebelum menurunkan kakinya satu persatu dan beranjak menuju kamar mandi. Seperti biasa setelah menunaikan kewajiban sebagai umat dia akan mengecek kembali isi tas sekolahnya takut ada buku yang tertinggal.


Pukul 6.30 Novel Sudah sampai di sekolah. Cepat dia ambil ponsel dari saku rok sekolahnya, membuat panggilan untuk Maria. Sekali dua kali panggilannya tak diangkat, akhirnya dia mengirim pesan. Bel istirahat pertama berbunyi, Novelia tak beranjak dari kursinya rasa malas menggelayutinya.


drrttt... drrttt... drrttt...


Ponselnya bergetar, dilihatnya ternyata bukan Maria melainkan Fandi. "Mau apa lagi nih orang? " pikir Novel. Dia memilih abai. Tapi lama lama sebel juga, dengan setengah hati dia akhirnya mengangkatnya.


"hhmmm... "


"pagi eh siang cantik... "


"hhmmm... "


"Kok jawabnya ham hem doang..?!"


"hhmmm... "


"yaudah deh gak papa. eh cantik kayaknya aku suka deh sama kamu..."


"Iya..?? "otak Novel tiba tiba ngelag mencoba mencerna kata kata Fandi.


"Iya aku tuh suka sama kamu, aku tertarik mungkin juga Udah sayang... hhmmm mau nggak kamu jadi pacarku? "


"jangan ngadi ngadi deh!! kita tuh cuma dua kali ketemu Dan gak deket deket amat tau gak sih! " sungut Novel kesal.


"lama kenal gak ngejamin hubungan bakal langgeng kan? Lagian kayaknya aku suka sama kamu dari pertama kali ketemu ya... love at the first sight gitu... ya ya mau ya jadi pacarku? " pintanya dengan memaksa.


"dasar sinting!!! " Novel menutup ponselnya. Kenapa hari ini dia sial banget.


drrttt... drrttt... drrttt


ponselnya kembali bergetar males sekali rasanya pengen banget dinonaktifkan tapi khawatir orang tuanya yang menghubungi. Dilihatnya layar ponsel nama Maria yang tertera disana, dengan cepat dia meraihnya Dan menekan tomboy hijau untuk mengangkat panggilan itu. Dia siap melayangkan kata kata pedas untuk temannya itu karena sudah memberikan nomornya tanpa ijin pada orang lain apalagi cowok freak kayak si Fandi.


"halo!!! "


"Vel , gue minta maaf, soal Fandi!!" belum sempat dia bicara Maria Sudah Lebih dulu nyerocos.


"maksud lo apa? "


"sorry... Tapi please tolongin gue kali ini ajah!!"

__ADS_1


"apa?? "


"please terima Fandi jadi cowok lo! "


"lo Gila!! " bicaranya mulai meninggi


"please dia temen baik gue... dia lagi gak baik baik aja sekarang. dia baru putus dari Silvi, dia bisa nekat lagi. gue gak bisa jelasin banyak. Orang tuanya Minta tolong banget sama gue. please.. " terdengar suara Maria menekan diseberang telpon.


"lo bilang dia temen baik lo Trus gue apa? kita bahkan Udah berteman dari SMP Mar!! Trus lo juga tau kan ini bakalan jadi yang pertama buat gue Dan lo juga tau hati gue buat siapa?? ini bakalan nyakitin aku ataupun dia. dia bakalan tambah terluka kalo tau aku suka sama orang lain" napasnya naik turun.


"aku tau tapi please... kali ini aja tolongin lo bisa jadi obat buat dia. setelah itu lo bisa putusin dia. to Kalina juga gak akan sering ketemu kan? gue Udah jelasin sama dia kalo lo gak bisa kayak Silvi seenaknya diajak keluar. please... "suara Maria serak seperti menahan tangis.


"dia kabur dari sekolah mungkin mau nemuin lo.. "


Hening... mereka dengan pikiran mereka masing masing.


"huft, baiklah! " akhirnya Novel mengalah Dan mengiyakan permintaan Maria toh pasti dia takkan bisa menghindar dari Fandi orang kayak dia pasti nekat.


ting... ting... ting...


Bel pulang sekolah berbunyi. Dia berjalan dengan malas menuju pintu gerbang. Dan disana sudah Ada seseorang yang menunggunya.


"cantik... " sambut Fandi dengan senyum sumringah.


"hhhmmm... ada apa? "


"yang tadi beneran loh! aku mau kamu jadi pacarku".


"tapi kan lo tau gue gak suka sama lo?! "


"bukan nggak tapi belum, aku udah tau tentang kamu Dan aku yakin kamu juga Udah tau tentang aku. kita bisa saling menyembuhkan".


"menyembuhkan? "


"Iya, sakit bukan liat orang yang kita sayang jalan sama orang lain? aku tau tentang kamu Dan Riko, kamu yang nggak pernah ngakuin perasaanmu sama dia padahal kamu ngerasa sakit tiap kali liat dia jadian sama cewek lain Dan kamu belum bisa move on dari dia. Aku yang dikhianati sama orang yang Sanjay aku sayang Dan aku percaya"


"jangan sok tau!! " bentaknya.


"come on Vel, sikap kamu nunjukin kalo itu benar . jadi mau ya jadi pacar aku? "


Novelia mencerna ucapan Fandi, ya dia memang merasa kesal setiap kali dengar Riko jadian atau jalan sama cewek lain, Tapi dia tak punya hak apapun karna dia sendiri yang menolak Riko waktu itu.

__ADS_1


"Oke gue mau ". putusnya. Mungkin benar mereka bisa saling menyembuhkan. Toh Fandi tak akan macam macam karna mereka beda sekolah jadi akan jarang sekali bertemu. Dia juga tak tau separah apa sakit hati cowok didepannya ini akibat putus cinta anggap saja dia relawan yang lagi menolong orang agar sembuh dari penyakit kronis. Lagipula Riko saja dengan gampangnya jadian Dan putus dengan cewek lain meskipun dia bilang cinta Kenapa dia tidak.


__ADS_2