
Hari ini adalah hari yang penuh dengan segala hal berwarna pink dan romantis. Seluruh orang di dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Dari dulu Novel selalu memimpikan bahwa suatu saat nanti ada cowok yang akan memberikannya hadiah saat ultah Dan Valentine. Sebagai remaja dia terkadang dia juga ingin merasakan hal-hal yang dialami remaja pada umumnya, seperti mendapatkan kejutan hadiah ulang tahun atau bunga dan cokelat ketika hari Valentine tiba. Bukan untuk melanggar ajaran agamanya, hanya sebagai kesenangan tersendiri ketika dia menjadi special untuk orang terkasih selain keluarga. toh baginya setiap hari merupakan hari kasih sayang.
Sperti biasa sudah ada kertas dan bunga dalam laci meja sekolah nya. Yup siapa lagi kalau bukan dari kak alvin, novel sudah tau bahwa selama ini yang setiap hari memberinya surat dan bunga adalah kakak kelas nya yang bernama Alvin. Itu dia ketahui dari surat yang beberapa hari lalu menyebutkan nama si pengirim surat dibawah nya. Biasanya dia selalu hanya menuliskan #pengagum rahasia# dibawah surat, atau pernah memberikan inisial 'AF' yang jelas itu tak diketahui novel. Maka tidak dengan beberapa hari yang lalu dengan terang-terangan dia menulis nama lengkap serta kelas dari si pengirim surat. Disurat tersebut jelas tertera nama ALVIN FADLI kelas XII IPS I. Ya meskipun toh novel juga nggak tau sama orang nya dan gak berniat nyari tahu juga, bakalan pusing gak sih nyari orang di sekolah yang besar ini meskipun sudah tahu letak kelas nya tapi dengan alasan apa masuk kekelas XII IPS I bisa diledek in habis-habisan oleh penghuni kelas tersebut. Ya kalian taulah ya gimana hebohnya siswa siswa di kelas IPS. Entahlah kak Alvin tau apa tidak kalau novelia sudah punya pacar, atau memang sengaja meskipun tahu Novelia sudah punya pacar. Kata anak jaman sekarang sebelum janur kuning melengkung masih milik bersama kan?
Ketika Novel menarik kertas tersebut untuk membacanya, ada benda lain yang juga iku terjatuh kelantai. Novelia menjulurkan tangannya kebawah untuk mengambil benda tersebut, tara.... ternyata sebatang coklat yang dibungkus dengan pita berwarna pink. Menukikkan senyum sekilas lantas novelia duduk dengan tegak dibangku nya, mulai mbuka kertas dan membaca deretan kata kata manis dan romantis yang ditulis kak Alvin untuknya meskipun dia tidak tahu fisikly seperti apa tapi dilihat dari kata-kata yang selalu kak Alvin tulis untuknya dia cukup tahu bahwa kak alvin adalah orang yang romantis.
"huft, sandainya aku tau orang nya seperti apa. Atau sandainya kata-kata ini ditulis oleh orang yang aku suka. Dan seandainya semua ini dari Riko!! " batinnya.
Novel menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengenyahkan isi dalam kepalanya.
" bisa-bisa nyo gue kepikiran kayak gitu. Harusnya kan gue ngarepin nya dari fandi kan dia pacar gue sekarang kok malah ngarepin si Riko? Mulai aneh otak gue!!!" novel menghela nafas pelan. Sekarang dia mulai sadar sampai saat ini Riko masih memenuhi hatinya, jahat memang di saat dia sudah memulai hubungan dengan orang lain tapi hatinya masih untuk Riko. Mau bagaimana lagi toh dari awal fandi sudah tahu dan dia yang memaksakan semuanya.
ting ting ting
Bel tanda masukpun berbunyi dan semua siswa berhamburan masuk kelas untuk memulai pelajaran pertama mereka. Jam pun sudah berganti, rasanya otak para siswa sudah ngebul karena langsung disuguhi pelajaran matematika dan fisika. Novelia juga Sudah agak kehilangan konsentrasi belajarnya karena HPnya yang sedari tadi bergetar.
ting ting ting
Huh para murid bernapas lega karena pada akhirnya mereka terlepas dari pelajaran yang membuat pusing kepala.
"Oke class pelajaran sampai disini dulu hari ini. jangan lupa kerjaan PR kalian di rumah, kita bertemu lagi di pertemuan berikutnya. selamat beristirahat". ucap guru tersebut sebelum keluar kelas.
"Ya pak.... !!"jawabnya mereka kompak.
Novelia tak beranjak keluar karena dia membawa bekal dari rumah rencananya dia mau makan di kelas saja, dia males untuk sekedar mengangkat kaki. Dia teringat tadi HPnya berulang kali bergetar, membuka Dan melihat Ada banyak panggilan tak terjawab dari Fandi, Ada Lima pesan masuk dari orang yang sama.
"hai...lagi ngapain? "
"Udah istirahat belum? "
"Happy Valentine's day ya... karna sekarang hari kasih sayang aku mau bilang kalau aku sayaaang kamu Dan mudah-mudahan kamu juga sayang aku ya... "
"nanti pulang sekolah aku kesana ya? mau ngasih sesuatu buat. sekalian mau angering kamu pulang"
"mau kenalan sama calling mertua hehehe....!!"
"Dih apaan nih orang pake acara mau kenalan sama camer segala, yang ada Pala gue yang digorok kalo tahu gue pacaran sama orang kayak lo! " gerutu Novel. Orang tuanya memang membolehkan dia untuk berpacaran Tapi dengan cowok yang jelas, nggak aneh, gak neko-neko,yang berprestasi yang mampu memberikan sampai positif untuk Novel, yang mampu meningkatkan prestasinya Dan yang pasti dalam batas wajar yang tidak menyalahi Norma agama Dan kesopanan. Kadang Novel berpikir itu cari pacar atau guru Les privat? Dan yang pasti Fandi jauh dari kriteria itu, pake seragam aja semrawut gak ada rapi-rapinya sama sekali, merokok, bahkan kadang juga minum kalo makek entahlah tapi Maria jelas menjamin kalo dia bukan 'pemakai' minum aja katanya kalo lagi bener-bener gabut. Kecuali rokok, kalo yang satu ini tak bisa dihindari karna dia memang tergabung dalam geng yang semua isinya ngerokok, tawuran, balapan, meskipun Tak pernah merokok di depan Novel karna Novel sudah mengatakan bahwa dia tidak menyukai cowok perokok. Dan cowok dengan aura bad boy kayak gitu gak mungkin dikenalin ke bapak ibu kan? bisa mati berdiri entar.
__ADS_1
"terserah...!! " jawaban yang ditulis Novel. Toh percuma juga mau bilang 'nggak usah' pasti dia akan tetep dateng karena tahu sendiri Fandi tipe orang nekat Dan nggak mau nyerah. Novel menyelesaikan makannya dengan segera sebelum Bel masuk berbunyi.
ting ting ting
Akhirnya setelah seharian berkutat dengan pelajaran yang makin lama makin rumit, tibalah waktunya pulang. Novel mengayunkan langkahnya dengan tas di punggungnya menuju gerbang sekolah. Disana sudah menunggu di atas motornya sambil pandangannya tak lepas dari ponselnya. Entah apa yang dia lihat Novel tak mau tahu. Novel mendekati cowok tersebut. Merasa ada yang mendekat Fandi mendongakkan kepala, ketika melihat Novel yang ada didekatnya dia langsung tersenyum Dan bergegas menyimpan HPnya.
"hai... Udah pulang? "
"ya iyalah, kalo belum pulang gak mungkin ada disini pasti masih di kelas!" jawabnya ketus dengan bibir mengerucut.
Bukannya marah dengan jawaban ketus yang diberikan Novel dia malah tersenyum manis Dan mengacak poni gadis didepannya karena gemas dengan tingkahnya. Bukannya seneng mendapatkan perlakuan seperti itu, Novel malah semakin jengkel apalagi melihat senyum Fandi yang menurutnya nggak ada manis-manisnya.
"oh ya aku punya sesuatu buat kamu" Fandi membuka resleting tasnya Dan mengambil sesuatu dari sana.
"buat kamu" sambil menyodorkan dua benda yang ternyata boneka Dan cokelat.
Novel mengerjapkan matanya. Karna merasa tak ada pergerakan Fandi meraih tangan Novel Dan meletakkannya disana.
"Happy Valentine's day... maaf cuma bisa ngasih ini".
"nggak papa aku yang mau ngasih buat pacarku"
Novel menatap lekat pada manik mata Fandi, mencari maksud yang mungkin terselubung. Tak ada apapun yang terlihat, dia terlihat tulus.
"yaudah aku terima, makasih ya... "
"kamu gak mau ngasih aku hadiah juga gitu? "
"eemmm jujur sih aku nggak nyiapin apa-apa. kalo lo mau boleh deh besok gue beliin lo kado,emang lo mau kado apa dari gue? "
"terserah sih!"Fandi mengedikkan bahunya.
"Kenapa nunggu besok aku mau sekarang aja gimana? "
"kan kadonya belum beli? "
"biar gak repot kadonya gak usah beli"
__ADS_1
"Trus dapet darimana? "
"kamu bisa ngasih aku kiss" bisiknya di telinga Novel.
Novel kaget kemudian melotot.
"No!!! nggak akan! nggak usah aneh-aneh!" melirik sinis.
Fandi terbahak merasa lucu dengan reaksi Novel, "aku bercanda sayang... aku nggak minta apapun lihat kamu seneng dan nggak sedih aja Udah cukup bagiku".
Novel tahu meskipun Fandi bad boy dan urakan Tapi Tak ada kebohongan dalam kata-katanya dia benar-benar tulus ingin melihatnya bahagia.
Sebuah motor melintas mengalihkan atensi Novelia. Lagi dia harus melihat orang yang dia sayang dekat dengan orang lain. Dia melihat Riko berboncengan dengan Hanna cewek yang cukup populer di angkatannya. Siapa yang tak akan suka pada sosok Hanna cewek manis, lembut, kadang agak centil Dan manja membuat para cowok tergila-gila padanya. Beda sekali bukan dengan dia yang Tak ada lembut-lembutnya. mereka naik motor sambil bersandar terlihat dari Hanna yang memukul manja bahunya Riko Dan kadang mencondongkan kepalanya kedepan untuk mengobrol dengan Riko karna mungkin Tak begitu terdengar, sedang Riko memegangi tangan Hanna yang memingkatkan di perutnya. Novel menghela napas kasar melihat pemandangan itu. Fandi melihat arah panjang Novel, semua adegan yang dilihat Novel juga dilihatnya. Dia merangkul pundak Novel.
"It's okay! mau langsung pulang atau mampu makan dulu? " Fandi bertanya meskipun dia sudah tahu pasti jawabannya.
"langsung pulang aja! "
Novel naik ke motor Fandi. Beberapa kali Fandi mencoba mengajak ngobrol tapi hanya dijawab seadanya oleh Novel. Dia tahu apa yang Ada kepala pacarnya ini tapi dia hanya mencoba memecah keheningan Dan mengalihkan pikiran gadis yang ada diboncengannya ini. Tiba-tiba Novelia menepuk bahunya membuat Fandi menepuk Dan menghentikan laju motornya.
"Ada apa hhmmm? "
"aku turun disini ajah! "
"tapi rumah kamu kan di depan! "
"nggak papa aku turun disini ajah".
"aku anterin sampek rumah ya, nggak papa deh kalopun aku nggak boleh masuk aku anterin sampek depan aja".
"justru itu aku nggak mau dianterin sampek depan rumah. please.... Udah deket juga keliatan dari sini"
"yaudah... tapi aku bakal tetep disini sampek kamu masuk gerbang rumah"
"yaudah... makasih ya Udah nganterin."
Novelia turun Dan berjalan menuju rumahnya. Seperti ucapannya tadi Fandi tetap disana sampai Novelia memasuki gerbang rumahnya baru dia berbalik fan pergi.
__ADS_1