
Buk!!!
Novel menjatuhkan tasnya diatasi meja sambil mengusap peluh yang membanjiri wajahnya dengan punggung tangannya. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 35 menit dari rumah ke sekolah ditambah harus berjalan kaki dari gerbang sekolah menuju kelasnya yang sungguh lumayan jaraknya karena letak kelasnya paling ujung belakang, dia bisa bisa duduk dan mengusir lelah sejenak sebelum upacara dimulai.
glek glek glek!!
"haus banget ya neng? " Yuda datang sambil tersenyum jail.
"banget!! ngapain lo nanya2?"
"Ye timbang nanya doang sewot! biasa aja kali gak usah ngegas!! "
"Lagian dah tau masih nanya2 aja! "
"itu berarti abang perhatian neng! " canda Yuda sambil menaikturunkan alisnya
Novel mengulurkan tangan hendak menyimpan tas di kolong meja. Tapi baru separuh masuk tangannya seperti menyentuh sesuatu, dia melongokkan kepala kedalam kolong untuk melihat benda apa yang ada disana. Secarik kertas dan setangkai mawar merah. Aih dia tak salah lihat kan??! Dibukanya perlahan kertas berwarna babypink itu.
kamu lihat mawar merah itu?
itu sepertimu
indah tapi tak tersentuh
kelopaknya indah dan merona
tapi lihat duri di bawahnya
jika tak hati hati itu akan melukai tangan
itu membuat bunga itu jadi istimewa
karena tak sumbarang tangan mampu menyentuhnya
namun bentuknya, warnanya sungguh indah dan menawan
__ADS_1
dimanapun tempatnya bunga mawar tetap mengagumkan
sama sepertimu
secuek apapun kamu tapi tetap mengagumkan,
kamu tetap menarik perhatian
diantara banyaknya orang kamu tetap bersinar
tak masalah jika aku hanya mampu melihatmu dari kejauhan
...#pengagum rahasiamu #...
Dilipatnya kembali kertas tersebut, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri tak ada siapapun disana kecuali Yuda.
"Yud, lo liat ada orang baru sesuatu gak tadi di meja gue? "
"ya nggak kan tau sendiri gue baru dateng barengan sama lo!! " jawab Yuda sambil nunjuk tasnya.
Novel menepuk jidatnya " lupa gue"
"gak papa! " jawab novel sambil cepat cepat memasukkan surat dan bunga tadi ke kolong meja.
ting ting ting
Bel berbunyi semua siswa berhamburan menuju ke lapangan untuk mengikuti upacara.
Upacara telah selesai dilaksanakan semua siswa masuk ke kelas masing untuk mengikuti pelajaran pertama.
Semua kegiatan pembelajaran telah selesai. Novelia mengikutinya dengan suka cita, tak ada hambatan apapun bahkan dia tak mengingat lagi tentang surat dan bunga itu. kedua benda itu tetap ditempatnya.
ting ting ting
Bel pulang sekolah telah terdengar, semua siswa berdesakan untuk keluar kelas. Novel memilih keluar paling akhir agar tak perlu berdesakan dan berakhir dirinya terjatuh, Dia sadar betul tubuhnya yang kecil bisa tersenggol dan terjatuh.
__ADS_1
Dia berjalan dengan santai menuju gerbang sekolah. Ketika melewati parkiran, ada suara motor yang mengikutinya.
"Vel !!!"
"ya??? ada apa? " dia menoleh kerah pengendara motor yang sudah ada di sampingnya.
"kok sendirian?"
"kan biasanya emang sendirian?!"
"temen temen Udah pulang duluan kan mereka beda arah?!"
"dijemput? "
"gak, nih mau ke depan nunggu angkot"
"bapak??? "
"oh bapak lagi ada acara di rumah sodara tadi Udah ngabarin kalo gak bisa jemput".
"yaudah bareng aku yuk ntar aku antero sampek rumah"
"eh beneran?? emang gakpapa? ntar cewek lo marah lagi, ntar gue disangka pelakor!! gak mau ah! "
"cewek yang mana hhmmm? "
"loh bukannya lo Udah hadiah sama..... "
"sama siapa? nggak usah dengerin gosip murahan yang gak penting!"
"oh kirain beneran eh ternyata gosip baru mau bilang selamat sama mau minta PJ ", Novel nyengir menampilkan deretan giginya.
Fathur hanya mengangguk. ya dia adalah Fathur teman dekat Riko.
"ayuk ah cepet naik" perintah Fathur sambil menarik pergelangan tangan Novel agar cepat naik ke motornya. Novel lantas naik dengan posisi menyambung ke jok belakang motor Fathur tanpa berpegangan pada cowok itu. Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang mengawasi mereka dari arah berbeda. Dua orang itu merasa kesal melihat adegan itu meskipun tak mesra tapi melihat Novelia yang tertawa dengan lepas membuat mereka cemburu akan kedekatan keduanya.
__ADS_1
"shittt!!" Riko meninju motornya, dia merasa panas dengan adegan barusan.
Sedangkan Alvin mengepalkan kedua tangannya erat, Ya dia pengagum rahasia yang selalu memberikan hadiah pada Novelia secara diam diam. Alvin sadar betul dia bukan siapa siapa gadis itu tapi tak bolehkah dia cemburu pada gadisnya? Dia juga mengakui ini juga salahnya yang tak mampu mengungkapkan secara jantan kepada gadis imut itu, dia terlalu hidup Dan tak percaya diri.